Kaleidoskop Aspal Buton 2020 - Analisis - www.indonesiana.id
x

Pantai Depok Yogyakarta

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Selasa, 8 Desember 2020 13:08 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kaleidoskop Aspal Buton 2020

    Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 2021. Memasuki tahun baru tentu saja kita semua ingin sekali memiliki harapan-harapan yang baru juga. Apakah mimpi-mimpi kita untuk Aspal Buton di tahun 2021? Cita-cita rakyat Indonesia untuk Aspal Buton hanya ada satu; yaitu Aspal Buton harus mampu menjadi “Tuan Rumah di Negeri Sendiri” dengan mengsubstitusi aspal minyak impor. Ini harga mati...! Untuk melangkah ke depan, alangkah baiknya kalau kita perlu menengok sejenak ke belakang. Apakah langkah-langkah kita sudah pasti menuju ke arah yang benar? Apakah jejak telapak kaki kita sudah mantap tertancap kuat di atas bumi ?. Atau kita masih serasa terbang melayang-layang di dalam angan-angan?. Bimbang dan ragu, karena tidak tahu kemana akan menuju? Sedangkan yang tampak di depan pelupuk mata hanyalah pandangan samar-samar. Apakah mungkin itu realita?. Atau itu sebenarnya hanyalah merupakan fatamorgana ?.

    Dibaca : 1.443 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 2021. Memasuki tahun baru tentu saja kita semua ingin sekali memiliki harapan-harapan yang baru juga. Apakah mimpi-mimpi kita untuk Aspal Buton di tahun 2021? Cita-cita rakyat Indonesia untuk Aspal Buton hanya ada satu; yaitu Aspal Buton harus mampu menjadi “Tuan Rumah di Negeri Sendiri dengan mengsubstitusi aspal minyak impor. Ini harga mati...!

    Untuk melangkah ke depan, alangkah baiknya kalau kita perlu menengok sejenak ke belakang. Apakah langkah-langkah kita sudah pasti menuju ke arah yang benar? Apakah jejak telapak kaki kita sudah mantap tertancap kuat di atas bumi ?. Atau kita masih serasa terbang melayang-layang di dalam angan-angan?. Bimbang dan ragu, karena tidak tahu kemana akan menuju? Sedangkan yang tampak di depan pelupuk mata hanyalah pandangan samar-samar. Apakah mungkin itu realita?. Atau itu sebenarnya hanyalah merupakan fatamorgana ?.

    Sekarang marilah kita bersama-sama mengingat-ingat kembali kejadian-kejadian apa saja yang telah tercatat di media-media elektronik sepanjang tahun 2020. Data-data ini penting untuk menjadi referensi kita dalam menilai apakah mungkin pada tahun 2021 Aspal Buton sudah mampu menjadi “Tuan Rumah di Negeri Sendiri”. Berikut ini adalah cuplikan kutipan-kutipannya:

    Januari 2020:

    Uji kelayakan penting dalam pengembangan usaha. Bermacam-macam peluang dan kesempatan yang ada dalam kegiatan dunia usaha menuntut perlu adanya penilaian tentang seberapa besar kesempatan tersebut dapat memberikan manfaat. Begitu juga dengan pemanfaatan Aspal Buton. Tentunya dengan regulasi yang menetapkan uji standar kelayakan akan memberi tingkat kepercayaan besar terhadap pemanfaatan Aspal Buton, baik secara regional maupun tingkat nasional. 

    Pebruari 2020:

    Anggota DPR-RI dari Fraksi Nasdem, Fauzi H Amro mengusulkan kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk memanfaatkan Aspal Buton untuk pembangunan Ibu Kota baru. Dengan memanfaatkan Aspal Buton tentu akan memberikan multiplier effect  kepada sektor ekonomi, pembangunan daerah, penghematan devisa, dan penyerapan tenaga kerja.

    Maret 2020:

    Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi “Strategi Percepatan Investasi Industri Pengolahan dan Penataan Izin Usaha Pertambangan Aspal Buton”. Diharapkan bisa ada kebijakan dalam pengelolaan Aspal Buton karena begitu besarnya cadangan aspal yang dimiliki di daerah ini. Perlu adanya langkah-langkah yang memungkinkan Kemenkomaritim dan Investasi mengusulkan agar ada Instruksi Presiden tentang pemanfaatan Aspal Buton untuk memenuhi seluruh kebutuhan aspal di Indonesia dan Aspal Buton dapat dijadikan sebagai isu strategis nasional.

    April 2020:

    Bupati Buton, La Bakry tidak mempermasalahkan hadirnya sebuah kapal asing yang melakukan pengangkutan Aspal Buton di teluk Pasarwajo di tengah pandemi virus corona belum lama ini. Sebab, menurutnya kapal tersebut sebelum melakukan aktivitas di Kabupaten Buton terlebih dahulu sudah mendapatkan izin dari sejumlah pihak terkait. Kendati demikian, La Bakry mengaku pihaknya terus melakukan pemantauan gugus tugas. Meski dipersilakan, namun para anak buah kapal tidak diperbolehkan untuk turun ke daratan.

    Mei 2020:

    Skema sertifikasi produk Aspal Buton merupakan salah satu bagian dari skema sertifikasi Sektor Bahan Bangunan, Konstruksi dan Teknik Sipil dan menjadi acuan pelaksanaan sertifikasi produk Aspal Buton yang beredar di Indonesia. BSN bersama dengan pemangku kepentingan terkait telah melakukan pembahasan 3 rancangan skema sertifikasi produk Aspal Buton yang mencakup 5 jenis produk aspal buton, yaitu:

    1. Aspal Buton butir B 5/20;
    2. Aspal Buton butir B 50/30;
    3. Aspal Buton pracampur;
    4. Aspal Buton olahan kadar bitumen tinggi; dan
    5. Aspal Buton campuran panas hampar dingin.

    Sebelum ditetapkan, rancangan skema sertifikasi produk Aspal Buton ini sangat terbuka untuk mendapatkan masukan dan saran dari masyarakat luas. Partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan akan sangat membantu dalam menghasilkan skema sertifikasi yang dapat mendukung penerapan standardisasi di Indonesia.

    Juni 2020:

    Tahun ini, Research Technology Center (RTC) Pertamina sedang melakukan studi kelayakan pembangunan pabrik ekstraksi Aspal Buton. Aspal Buton sendiri memiliki potensi mencapai 1,2 juta ton per tahun. Selain itu, dengan cara ekstraksi ini akan mendapatkan produk dengan harga Rp 5.500 per kilogram produk Aspal Buton yang lebih murah dari harga aspal minyak sekitar Rp 7.000 per kilogram.

    Juli 2020:

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pemerintah akan mengeluarkan program baru di masa pandemi Covid-19. Program tersebut bernama Membeli Produk Rakyat. Dia menyebut, pihaknya akan mengusulkan pembelian Aspal Buton yang termasuk pembelian langsung ke masyarakat.

    Agustus 2020:

    Penggunaan Aspal Buton mengganti aspal minyak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD, tahun 2021 telah menjadi keharusan di seluruh Indonesia. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mampukah produksi Aspal Buton menjawab permintaan secara nasional ini? Hal inilah yang kemudian menjadi tantangan bagi para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), Pemprov Sultra, dan Pemkab Buton.

    September 2020:

    Wakil Ketua MPR-RI, Bapak Jazilul Fawaid, menyampaian keprihatinannya terkait terpuruknya Aspal Buton. Hingga kini, keberadaan aspal di Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara, belum mampu mengangkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Buton. Padahal potensi kandungan aspal yang terdapat di pulau Buton sangat besar, mencapai 600 juta ton. Sulitnya aspal asal Buton menembus pasar, patut diduga merupakan permainan Mafia. Mereka sengaja mencari-cari alasan untuk mengganjal para pesaing, sekaligus membuka celah impor untuk mendapat keuntungan yang lebih besar.

    Oktober 2020:

    Anak usaha PT Wijaya Karya Bitumen atau WIKA Bitumen, PT Wijaya Karya Aspal berhasil mengekspor Buton Rock Asphalt (BRA) sebesar 50.000 metrik ton ke perusahaan China, Qingdao Bright Century PTE, Ltd.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memanfaatkan produk Aspal Buton pada pekerjaan preservasi dan pembangunan jalan di Indonesia. Tahun 2020 Aspal Buton digunakan untuk jalan sepanjang 634 kilometer yang tersebar di 25 Provinsi di Indonesia dengan volume kebutuhan sekitar 42.000 ton.

    Presiden Joko Widodo berkunjung ke Sulawesi Tenggara, tetapi dalam rangka meninjau lokasi panen tebu sekaligus meresmikan pabrik gula di Kabupaten Bombana, dan meresmikan Jembatan Teluk Kendari di Kota Kendari. Mengapa Pak Jokowi tidak berkunjung ke Kabupaten Buton? Apakah karena daerah ini tidak masuk dalam prioritas pembangunan nasional, sehingga tidak berkunjung? Padahal Kecamatan Lasalimu dan Kecamatan Kapontori, sesuai Perda Sultra Nomor 2 Tahun 2014 tentang Recana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2014-2034 akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

    November 2020:

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritman dan Investasi Bapak Luhut Binsar Panjaitan meminta agar produksi Aspal Buton bisa ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang saat ini sedang dikejar oleh pemerintah.

    Bupati Buton La Bakry menggelar Rapat Koordinasi secara virtual terkait Kunjungan Kerja Asisten Deputi Kementerian Koordinator Mariritim dan Investasi RI di Anjungan Kantor Bupati Buton. Kunjungan Kerja ini terkait pemanfaatan Aspal Buton.

    Desember 2020:

    Promosi Aspal Buton yang dilakukan Pemerintah Daerah nampaknya mulai membuahkan hasil. Mengapa tidak, Pemerintah Pusat mulai meninjau ketersediaan stoknya. Bupati Buton La Bakry mengapresiasi hal tersebut. Semuanya, kata dia, merupakan hasil kerja keras dan usaha yang dilakukan Pemda Buton selama ini.

    Setelah membaca fakta-fakta berita Kaleisdoskop di atas, kelihatannya harapan-harapan, cita-cita, dan mimpi-mimpi kita agar Aspal Buton akan mampu menjadi “Tuan Rumah di Negeri Sendiri pada tahun 2021 masih perlu dipertanyakan kembali. Ini bukan berarti kita tidak menghargai sama sekali segala inisiatif, jerih payah, daya dan upaya yang telah dilaksanakan dengan baik selama ini. Tetapi sangat disayangkan kalau sampai saat ini inti sari dari apa permasalahan Aspal Buton yang sebenarnya masih belum juga tuntas terdefinisi dengan jelas dan tegas. Apabila inti sari dari apa permasalahan Aspal Buton ini sudah dipahami dengan benar, maka tentunya akan ada solusi yang lebih baik, dan rekomendasi yang lebih tepat sasaran.

    Adapun usulan solusi dan rekomendasi yang perlu mendapatkan perhatian lebih seksama dari pemerintah adalah mengenai penggunaan Teknologi Ekstraksi Aspal Buton yang handal, ekonomis, dan ramah lingkungan. Faktor strategi inilah yang seharusnya sudah sejak dulu kala menjadi fokus utama perhatian pemerintah. Sehingga pada tahun 2021 ini, Aspal Buton sejatinya sudah akan mampu menjadi “Tuan Rumah di Negeri Sendiri”. Teknologi Ekstraksi Aspal Buton ini mungkin merupakan satu-satunya kunci keberhasilan untuk menyelesaikan masalah Aspal Buton secara bijak. Oleh karena itu diharapkan pada tahun 2021 implementasi Teknologi Ekstraksi Aspal Buton ini harus sudah mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah. Sehingga dengan demikian dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi Aspal Buton akan benar-benar sudah mampu bersaing dengan aspal minyak impor, baik secara ekonomis, kualitas, maupun kuantitas.

    Jadi, kapankah pastinya Aspal Buton Ekstraksi ini akan dapat segera mulai berproduksi?. Hal ini tentunya akan sangat bergantung kepada seberapa besar rasa cinta Bapak Presiden Joko Widodo kepada rakyat di Pulau Buton. Dan juga seberapa serius keinginan Bapak Presiden agar Aspal Buton dapat segera menjadi “Tuan Rumah di Negeri Sendiri”. Rakyat di Pulau Buton bertanya-tanya di dalam hati, karena kalau saja Bapak Presiden memang benar-benar serius ingin segera mengembangkan Industri Aspal Buton, mengapa Bapak Presiden tidak mampir ke Pulau Buton pada saat berkunjung ke kota Kendari pada bulan Oktober yang lalu ? Hal ini sungguh sangat mengecewakan sekali. Momentum emas yang sangat penting dan berharga ini terlewatkan hilang sia-sia begitu saja. Padahal rakyat di Pulau Buton sudah sangat lama mendambakan kedatangan Bapak Presiden Joko Widodo. Oh ... alangkah miris sekali nasibmu Aspal Buton.

    Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.