Dalam Investasi Saham, Jangan Beli Kucing dalam Karung - Analisa - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 7 Januari 2021 06:44 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Dalam Investasi Saham, Jangan Beli Kucing dalam Karung

    Dengan mengetahui kondisi keuangan emiten dengan baik maka investor tidak akan gampang membeli saham karena rumor.

    Dibaca : 434 kali

    Memulai investasi saham di tahun baru menjadi satu dari banyak resolusi yang dibangun banyak milenial di tengah pandemi Covid-19. Alasannya cukup menarik. Milenial sadar pentingnya investasi.

    Selain untuk mengembangkan uang yang dimiliki, investasi saham mengajarkan pentingnya mengamankan kondisi keuangan di masa depan. Kendati demikian, tak dapat dipungkiri banyak milenial yang memilih investasi saham karena ingin mendapatkan cuan (keuntungan) dengan cepat.

    Karena motivasi tersebut, tidak jarang milenial dan mereka yang tergolong investor pemula, jatuh dalam trading, bukannya investasi.

    Nah, guna memahami dengan tepat konteks investasi saham, wejangan tokoh investor saham yang sangat tersohor di Indonesia, Lo Kheng Hong (LKH) ini ada baiknya disimak dengan saksama.

    Sosok yang menganut prinsip value investing ini pun memberikan wejangannya bagi para investor pemula dengan harapan para investor pemula bisa benar-benar nikmat dalam menikmati investasi saham.

    Ia menyarankan agar para investor pemula memiliki kemampuan membaca laporan tahunan atau annual report dengan saksama, begitu juga dengan laporan keuangan emiten.

    Menurutnya ada manfaat penting bagi para investor yang mau membaca annual report dan laporan keuangan. Investor akan tahu dengan baik apa yang akan dibeli.

    Dengan mengetahui kondisi keuangan emiten dengan baik maka investor tidak akan gampang membeli saham karena rumor. Membeli saham tertentu karena rumor justru akan mendatangkan kekecewaan yang luar biasa.

    Tak hanya rumor, Lo Kheng Hong juga mengajurkan untuk tidak membeli saham karena info dari teman. Menurutnya, itu sangat berisiko dan berbahaya. Anjuran yang demikian ini wajar mengingat informasi dari teman itu belum tentu juga bermutu kualitasnya.

    Dengan kata lain, Lo Kheng Hong ingin investor saham pemula jangan membeli kucing dalam karung, yakni dengan mempelajari annual report dan laporan keuangan maka investor akan tahu betuk seluk beluk emiten yang diincarnya.

    Kalau hanya ikut-ikutan tanpa dasar pemahaman yang bagus terkait kodisi riil emiten maka bukan tidak mungkin hanya akan mendapati penyesalan di kemudian hari karena justru merugi.

    So, makin bijak lah dalam memilih emiten di tengah kemudahan investasi saham yang sudah serba online, semisal melalui aplikasi IPOT garapan Indo Premier Sekuritas yang menawarkan kemudahan dan keterjangkauan modal dalam investasi saham.

    Dengan modal cukup Rp.100 ribu saja maka investasi saham mudah dinikmati oleh siapa saja dengan smartphone di genggaman tangan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.