Bantu Promosi Kesehatan, Kader Masyarakat Dibekali Pelatihan oleh PPKMI - Analisa - www.indonesiana.id
x

Pencerah Nusantara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Agustus 2020

Sabtu, 9 Januari 2021 13:26 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Bantu Promosi Kesehatan, Kader Masyarakat Dibekali Pelatihan oleh PPKMI

    Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) bekerja sama dengan Tim Pencerah Nusantara COVID-19 (PN COVID-19) dan delapan Puskesmas mitra di Bandung dan Jakarta untuk memberikan pelatihan promosi kesehatan kepada 300 kader masyarakat. Pelatihan yang dilakukan selama 3 minggu secara daring ini mencakup pengetahuan dasar mengenai COVID-19 dan strategi melakukan promosi kesehatan.

    Dibaca : 592 kali

    Pencerah Nusantara bekerja sama dengan PPPKMI dan Puskesmas mitra untuk melakukan pelatihan promosi kesehatan bagi kader masyarakat. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara) 

    “Ibu-ibu, ingat ya, tagline kita, ‘berubah, usir wabah’,” begitu ucap salah seorang fasilitator dalam pelatihan daring kader masyarakat yang dilaksanakan Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) bekerja sama dengan Tim Pencerah Nusantara Covid-19 (PN Covid-19) dan delapan Puskesmas mitra di Bandung dan Jakarta.

    Pembekalan mengenai kegiatan promosi kesehatan kepada kelompok berisiko dan rentan ini dilakukan selama 3 minggu dengan melibatkan 4 sampai 5 orang kader per rukun warga (RW) dengan total kader sekitar 300 orang.

    Tema minggu pertama adalah mitos Covid-19 yang beredar di tengah masyarakat. Sesi dibuka dengan kuis singkat tentang mitos Covid-19 di Indonesia dan dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi kelompok antar-kader.

    “Itu katanya kalau masuk ke rumah sakit pasti bakalan di-Covid-kan,” kata salah satu kader ketika diminta menyampaikan informasi yang pernah mereka dengar untuk dijawab kebenarannya oleh fasilitator.

    Tema minggu selanjutnya adalah pengetahuan umum tentang Covid-19 dan cara pencegahannya, termasuk penerapan 3M dan adaptasi kebiasaan baru.  “Jadi, ibu-ibu, kalau melepas masker jangan dipegang bagian depannya, tapi dilepas dari sisi sampingnya. Setelah itu jangan lupa mencuci tangan,” jelas salah seorang fasilitator pelatihan.

    Fasilitator menjelaskan materi dengan bahasa yang ringan dan disertai animasi serta gambar pendukung. Fasilitator juga menyelipkan mini games di antara sesi untuk memastikan diskusi berjalan interaktif. Peserta kader kesehatan pun antusias dan aktif menyampaikan pertanyaan.

    Tema minggu ketiga adalah mengenai strategi mengenal lawan bicara. Kader diajarkan cara edukasi efektif, mulai dari mengenalkan diri dan mengenali lawan bicara, menyamakan tujuan, membangun kedekatan emosi, hingga memahami perbedaan budaya. Melalui cara edukasi efektif, kader diharapkan mampu mengajarkan sopan santun baru kepada masyarakat.

     

    Sesi Presentasi

    Pada minggu terakhir pelatihan, kader diminta mempresentasikan rencana promosi kesehatan yang akan mereka lakukan per RW. Kader di salah satu RW di Kelurahan Sukaraja membuat rancangan kegiatan promosi kesehatan dengan detail, mulai dari strategi komunikasi hingga pelaksanaan kegiatan.

    Dari segi komunikasi, mereka akan sampaikan informasi secara lisan serta memanfaatkan media cetak dan sosial. Mereka juga akan berkoordinasi dengan ketua RT, RW, kecamatan, kelurahan, serta puskesmas dan satgas setempat kegiatan dilaksanakan.

    Pelatihan daring PPPKMI adalah fase pertama dari rangkaian pendampingan promosi kesehatan yang akan berlangsung hingga Januari 2020. Melalui pelatihan ini diharapkan kader mampu menjalankan rencana tindak lanjut berupa edukasi dan promosi kesehatan pencegahan COVID-19 di RW masing-masing. "Karena ibu-ibu tahu saling menularkan virus itu berbahaya, kini saatnya menanamkan pemahaman ini ke warga," ujar fasilitator ketika menutup rangkaian pelatihan.

     

    Tentang Pencerah Nusantara COVID-19

    Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Pencerah Nusantara COVID-19 hadir menguatkan puskesmas di wilayah Jakarta dan Bandung menghadapi pandemi COVID-19 selama periode 6 bulan masa penempatan. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

     

    Penulis

    Ardiani Hanifa Audwina



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.