Mudah Menghafal dengan Metode Jembatan Keledai - Analisa - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Lalu Azwar Hamzi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 September 2020

Selasa, 12 Januari 2021 12:36 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Mudah Menghafal dengan Metode Jembatan Keledai

    Dalam KBM para siswa pasti kita banyak menemukan masalah, entah itu pelajaran yang sulit difahami karena tidak cocok dengan penjelasan guru atau susah menghafal point-point penting yang ada dalam pembelajaran tersebut atau mungkin sering datang rasa malas dan sebagainya, itu semua adalah hal biasa yang dialami seorang pelajar, bahkan itu menandakan bahwa ia sungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran

    Dibaca : 443 kali

    Dalam KBM para siswa pasti kita banyak menemukan masalah, entah itu pelajaran yang sulit difahami karena tidak cocok dengan penjelasan guru atau susah menghafal poin-poin penting yang ada dalam pembelajaran tersebut.  Atau mungkin sering datang rasa malas dan sebagainya. Itu semua adalah hal biasa yang dialami seorang pelajar, bahkan itu menandakan bahwa ia sungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran. Dalam pengalaman saya pribadi, saya sulit menghafal poin-poin penting dalam KBM sampai pada suatu hari ada seorang teman yang mengusulkan metode untuk mudah menghafal poin-poin penting dalam KBM, namanya jembatan keledai (ezel bruggece).

     

    Dalam website www.educenter.id disebutkan bahwa Datuk Ibrahim Tan Malaka atau lebih dikenal dengan nama Tan Malaka lah yang mempopulerkan metode jembatan keledai ini untuk mempermudah mengingat kata-kata dan kalimat panjang. Wikipedia memperkenalkan pengertian dari jembatan keledai ini yaitu cara untuk mengingat atau menghafalkan sesuatu yang digunakan dalam bidang pendidikan.

    Ada 3 cara mengaplikasikan metode ini seperti yang dilansir dalam www.dancow.co.id,  dengan singkatan, dengan irama, dan mengaplikasikannya dengan cara visual. Setiap bagian di atas di jelaskan juga dalam website tersebut :

    1. Aplikasi Jembatan Keledai dengan Singkatan

    Ingat MeJiKuHiBiNiU? Singkatan ini merupakan salah satu contoh aplikasi jembatan keledai untuk mempermudah menghafalkan warna-warna yang ada dalam pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, dan Ungu. Bunda juga bisa memanfaatkan metode ini mengenalkan singkatan-singkatan yang lazim ditemui kepada si Kecil. Misalnya, SD singkatan Sekolah Dasar, WC singkatan Water Closet, TK singkatan Taman Kanak-Kanak, Angkot singkatan Angkutan Kota dan seterusnya. Manfaatkan jembatan keledai ini untuk mengenalkan beberapa singkatan penting, agar wawasan si Kecil terus berkembang sejalan dengan tahapan usianya.

    2. Aplikasi Jembatan Keledai dengan Rima

    Selain singkatan, jembatan keledai juga bisa diaplikasikan dengan rima atau sajak berirama. Biasanya, guru-guru di sekolah menerapkannya dengan cara mengajak si Kecil bernyanyi. Contoh yang paling mudah adalah notasi atau tangga nada DoReMiFaSoLaSiDo. Dengan rima yang pas, kata-kata tersebut lebih mudah diucapkan sekaligus diingat dengan mudah oleh si Kecil. Di Taman Bermain (playgroup), para guru justru memanfaatkan sajak berirama dalam bentuk lagu. Misalnya, untuk mengenalkan tentang delman, para murid diajarkan lagu “Naik Delman (Pada Hari Minggu)”. Jika para murid lupa, guru tinggal menyuruhnya mengingat dengan cara bernyanyi.

    3. Aplikasi Jembatan Keledai secara Visual

    Pada perkembangannya, jembatan keledai ini tidak hanya untuk menghafal informasi penting dalam bentuk huruf. Hadirnya mnemonic visual juga turut membantu si Kecil dalam menghafal sebuah huruf atau berhitung. Misalnya, memanfaatkan buku jari untuk mengingat nama-nama bulan dalam kalender tahunan, seperti Januari, Februari, Maret dan seterusnya. Mnemonic visual yang paling umum dikenalkan dengan bentuk gambar. Untuk membedakan siapa ayah, ibu, anak, kakak, adik, kakek dan nenek, si Kecil akan lebih mudah menghafal dan memahaminya jika dikenalkan dalam bentuk gambar.

     

    Meskipun demikian, seseorang mempunyai kinerjanya masing-masing dan metode ini di buat untuk mempermudah siswa yang memiliki daya ingat di bawah rata-rata agar mereka lebih bisa menikmati nikmatnya menghafal dan merilekskan kepala mereka.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.