Mempermudah Mencuci Tangan, Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Handsanitizer Otomatis - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Muhammad Faris Firmansyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Januari 2021

Minggu, 17 Januari 2021 07:06 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Mempermudah Mencuci Tangan, Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Handsanitizer Otomatis


    Dibaca : 655 kali

    Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan serangkaian kegiatan pengabdian oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang di lingkungan pengabdian masing-masing kelompok. Kegiatan PMM ini merupakan pengganti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang seharusnya dilakukan oleh Mahasiswa UMM. Karena adanya pandemi Covid - 19 yang melanda negara kita , maka kegiatan KKN pun dilakukan dengan cara yang sedikit berbeda.

    Salah satu kelompok yang sedang mengadakan PMM adalah Kelompok 10 Gelombang 11. Kelompok 10 melakukan pengabdian di Kelurahan Gadang, Kota Malang, Jawa Timur. Kelompok yang beranggotakan 5 orang ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Dra. Sri Wahjuni Latifah, MM.Ak,CA.

    Seperti yang kita ketahui bersama pada masa pandemi Covid - 19, masyarakat dianjurkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai salah satu langkah preventif penyebarang Covid - 19. Rajin cuci tangan merupakan salah satu perilaku yang sangat dianjurkan oleh pemerintah, apabila tidak ada air mengalir dianjurkan menggunakan Handsanitizer untuk mencuci tangan kita.

    Saat ini di setiap tempat - tempat umum seperti supermarket, restoran, rumah sakit, kelurahan dan lain - lain menyediakan Handsanitizer agar memudahkan masyarakat dalam mencuci tangan mereka. Tetapi masih terdapat kontak fisik dengan Handsanitizer tersebut, oleh sebab itu Keompok 10 berinisiatif membuat Handsanitizer otomatis untuk meminimalisir kontak fisik.

    Dengan memanfaatkan sensor penghalang infrared dan pompa air mini, Handsanitizer otomatis ini dapat tercipta. Hanya dengan meletakkan tangan didepan sensor infrared, maka akan memicu pompa air agar menyala lalu cairan handsanitizer akan keluar dengan sendirinya. Setelah alat tersebut berhasil dibuat selanjutnya disalurkan ke Kelurahan Gadang dan Panti Asuhan Yasibu yang merupakan tempat berlangsungnya pengabdian oleh Kelompok 10 Gelombang 11.

    "Pembuatan handsanitizer otomatis ini memakan waktu yang tidak sebentar, karena banyak terjadi trial and error dalam pembuatannya. Harapan kami dengan terciptanya alat ini dapat meminimalisir kontak fisik saat ingin menggunakan Handsanitizer," ujar Muhammad Radivan Ikramullah selaku salah satu anggota Kelompok 10.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.