PSSI Buka Pendaftaran Pelatih Timnas Putri - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Timnas Putri

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 19 Januari 2021 17:28 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • PSSI Buka Pendaftaran Pelatih Timnas Putri

    Kini, publik juga wajib tahu, bahwa Timnas Sepak bola Putri juga akan menghadapi berbagai event di tahun 2021. Oleh karena itu, PSSI segera akan menentukan pelatih demi membentuk Timnas Putri. Sesuai pesan melalui whatsapp (WA), dalam obrolan santai saya dengan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri Senin malam (18/1/2021) menjelaskan hal-hal terkait perekrutan pelatih dan serba-serbi yang melingkupinya. Sebab, sejumlah event yang rencananya akan diikuti timnas wanita Indonesia, telah menanti di tahun 2021.

    Dibaca : 1.306 kali

    Ingar bingar sepak bola di Indonesia selama ini tertuju pada Piala Dunia U-20 karena Indonesia menjadi tuan rumah dan Timnas U-19 yang diasuh Shin Tae-yong. Selain itu juga penuh keriuhan menyoal kompetisi Liga 1 dan turunannya yang publik menganggap dicekal melalui tangan polisi, karena ada suatu kepentingan.

    Pada akhirnya Piala Dunia U-20 ditunda oleh FIFA, kompetisi pun tetap tak kunjung digelar.

    Kini, publik juga wajib tahu, bahwa Timnas Sepak bola Putri juga akan menghadapi berbagai event di tahun 2021. Oleh karena itu, PSSI segera akan menentukan pelatih demi membentuk Timnas Putri.

    Sesuai pesan melalui whatsapp (WA), dalam obrolan santai saya dengan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri Senin malam (18/1/2021) menjelaskan hal-hal terkait perekrutan pelatih dan serba-serbi yang melingkupinya. Sebab, sejumlah event yang rencananya akan diikuti timnas wanita Indonesia, telah menanti di tahun 2021.

    Meski event tersebut masih belum pasti karena kondisi pandemi. Bisa jadi sesuai rencana, bisa jadi mundur atau malah dibatalkan, PSSI tetap siap sedia dan antisipasi. Di antara event-event tersebut adalah Piala Jenesys di Jepang (1-8 Juni), Piala AFF U-16 Girls Championship di Indonesia (2-15 Agustus), AFC U-20 Women's Asian Cup 2022 (14-22 Agustus), AFF Women's Championship 2021 di Filipina (Agustus-September), AFC Women's Asian Cup India 2022 di Indonesia (13-25 September), AFC U-17 Women's Asian Cup (18-26 September), AFC U-20 Women's Asian Cup 2022 Qualifiers Round 2 (3-7 November), AFF U-19 Women's Championship 2021 di Indonesia (16-28 November), SEA Games di Vietnam (15 November-1 Desember), dan AFC U-17 Women's Asian Cup 2022 Qualifiers Round 2 (8-12 Desember).

    Untuk itu, PSSI melalui Departemen Tekniknya, menggelar proses perekrutan pelatih tim nasional wanita Indonesia dan membuka pendaftaran kepada pelatih profesional untuk diseleksi menjadi pelatih timnas wanita.

    Indra pun menjelaskan bahwa proses seleksi di bawah Departemen Teknik (Women Football) dimulai 18-22 Januari 2021. Dan, finalisasi kandidat pada tanggal 25-29 Januari 2021. Sementara pengumuman pelatih terpilih kepada publik dan media akan disampaikan pada 31 Januari 2021.

    Pelatih WNI, sudah 4 mendaftar

    Indra mengatakan bahwa kriteria menjadi pelatih timnas Wanita Indonesia, harus mempunyai lisensi AFC Pro dan Warga Negara Indonesia (WNI). 

    Persoalan syarat pelatih WNI, menurut Indra murni hasil dari pembahasan di Departemen Teknik dan menjadi catatan tersendiri bahwa Indonesia memang tak kekurangan SDM pelatih, sehingga pelatih timnas putri tidak harus impor.

    Selain itu, pelatih timnas wanita Indonesia harus punya pengalaman melatih di level tim senior profesional. Selain itu juga mempunyai visi yang sama dengan PSSI, serta terbuka kepada siapa saja pelatih yang ingin menjadi pelatih timnas wanita dengan memenuhi kriteria dan regulasi AFC tersebut. Pasalnya, sejak tahun 2019 pelatih timnas senior baik putra maupun putri harus memiliki lisensi AFC Pro.

    Setelah dibuka pendaftaran melalui email ke alamat PSSI, hingga Senin malam, 18 Januari 2021, tercatat sudah ada 4 pelatih yang memiliki sertifikasi AFC PRO DIPLOMA telah mendaftarkan diri, di antaranya:
    (1) Rudy Eka,
    (2) Listiadi,  
    (3) Joko Susilo, dan
    (4) Bambang Nurdiansyah.

    Masih ada 4 hari lagi waktu pendaftaran yang terbuka untuk umum, dan diharapkan semua pelatih potensial Indonesia, mengambil kesempatan mendaftarkan diri dan nantinya mengikuti proses seleksi yang obyektif.

    Pasalnya, pelatih terpilih nanti, yang akan terdiri dari pelatih kepala dan asistennya, digadang dapat membangun proses pembentukan Timnas Putri di Tahun 2021 yang baik dan terencana, dan menjadikan event yang dihadapi menjadi ajang kompetitif untuk menempa kualitas pemain. Baru di Tahun 2022, akan bicara target yang akan ditetapkan kedepan ungkap Indra optimis.

    Atas kesadaran dalam musim pandemi,
    tanpa adanya kompetisi, Indra juga menyebut untuk perekrutan pemain nanti, segala kemungkinan bisa terjadi, tapi kita harus ada inovasi, karena kompetisi tak ada izin, maka ada cara lain merekrut pemain, dan juga model TC-nya.

    Di sisi lain, saya kutip dari PSSI.org Minggu (17/1/2021) Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan bahwa seleksi harus dibuka secara luas bagi pelatih yang memenuhi persyaratan sesuai regulasi AFC.

    "Tidak ada cara-cara penunjukkan pelatih secara langsung saat ini. Timnas Wanita kami harap dapat meraih hasil terbaik di sejumlah ajang pada tahun 2021 ini. PSSI terus berkomitmen dan serius terhadap timnas wanita," kata Iriawan.

    Semoga proses perekrutan dan seleksi pelatih timnas putri berjalan lancar dan sukses. Terpilih pelatih sesuai kritetia dan obyektif, sehingga dapat membangun Srikandi Sepak Bola Putri handal Indonesia. Aamiin.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Supartono JW

    Sabtu, 6 Februari 2021 21:14 WIB

    Sepak Bola Akar Rumput Tak Bertuan, Orang Tua Cerdas dan Bijak Memilih Kompetisi

    Dibaca : 1.085 kali

    Bila anak Bapak dan Ibu, passionnya bukan sepak bola, terdeteksi tak memiliki Teknik, Intelegensi, Personaliti, dan Speed (TIPS) sebagai pesepak bola, jangan paksakan anak menggeluti sepak bola. Jadikan sepak bola olah raga hobi, dan biarkan anak berkembang sesuai.passion untuk kehidupannya kelak. Jangan anak di antar untuk bermimpi menjadi pemain timnas, bila di SSBnya saja tak masuk standar TIPS pemain. Jadilah orang tua yang bijak. Bila Bapak dan Ibu, menyadari bahwa anaknya ternyata passionnya di sepak bola dan memiliki TIPS yang memenuhi standar, jangan ambisi, jangan egois, jangan menyakiti SSB yang telah membina anaknya terlebih dahulu, dan penjadi petualang, masuk di berbagai tim yang mengimingi gratisan pun jumawa karena merasa anaknya hebat. Ini justru menjatuhkan kecerdasan dan personaliti anak, attitude anak. Hingga malah akan dikucilkan oleh berbagai pihak. Ingat, timnas itu hanya butuh 11 pemain, line-up 18 pemain atau didaftarkan  23 pemain atau 30 pemain dalam sebuah event. Kembali ke masalah ada operator kompetisi baru dari pihak swasta yang dihelat baik oleh pemain baru maupun dari Klub Liga 1, kepada para orang tua, lihatlah latar belakangnya, visi-misi dan tujuannya, lihat anggarannya. Kepada publik sepak bola nasional, hingga artikel ini saya tulis, inilah fakta sepak bola di Indonesia yang terus dibiarkan kusut. Menyedihkan.