3 Tip Investasi Saham untuk Milenial dan Pemula di Tengah Pandemi Covid-19 - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 22 Januari 2021 11:30 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • 3 Tip Investasi Saham untuk Milenial dan Pemula di Tengah Pandemi Covid-19

    Investasi saham menunjukkan daya pikatnya di tengah pandemi Covid-19. Tak ayal, milenial dan investor pemula melirik jenis investasi yang kini sudah serba online berbasis aplikasi tersebut. Tapi hati-hat, investasi saham dengan duit hasil utang dan menggadaikan BPKB kendaraan cukup berisiko.

    Dibaca : 1.012 kali

    Investasi saham menunjukkan daya pikatnya di tengah pandemi Covid-19. Tak ayal, milenial dan investor pemula melirik jenis investasi yang kini sudah serba online berbasis aplikasi semisal dengan aplikasi IPOT milik Indo Premier Sekutitas.

    Investasi saham yang kini cukup bermodalkan duit mulai Rp.100.000 saja memang memikat milenial dan investor karena potensi cuan yang bakal diraih. Sayangnya, keputusan terjun menikmati saham ini belum dilengkapi dengan pemahaman yang cukup tentang pasar modal, teristimewa pemahaman tentang potensi kerugian yang berbanding lurus dengan potensi cuannya.

    High return high risk banyak dipahami milenial dan investor pemula sebatas dari sisi return (imbal hasil), tetapi biasanya abai dengan yang namanya potensi kerugian yang tidak kecil juga.

    Nah, biar menjadi investor pemula yang cerdas sejak memulai berinvestasi saham, berikut ini 3 tip investasi saham untuk milenial dan pemula di tengah pandemi Covid-19 yang nyata-nyata memberikan peluang untuk menikmati saham dari mana pun.

    1. Pahami Ilmu Dasar

    Investasi saham itu perlu ilmu. Dua ilmu dasar yang wajib dikenali dan dipahami milenial dan investor pemula adalah analisis fundamental dan analisis teknikal. Kedua knowledge ini penting untuk menentukan saham-saham yang terbaik dan layak dikoleksi dan ditransaksikan karena pada dasarnya menentukan saham yang terbaik itu gampang-gampang sudah. Analisis diperlukan untuk menentukan pilihan saham yang terbaik alias jangan beli kucing dalam karung. Sayangnya, milenial dan investor pemula banyak yang enggan belajar, padahal ilmu-ilmu analisis ini bisa dipelajari dengan mudah dan gratis secara online di sekuritas tertentu.

    2. Menahan emosi dan tidak ikut-ikutan

    Ilmu dasar dalam investasi yakni analisis fundamental dan teknikal efektif untuk menahan diri dalam bertransaksi saham secara ceroboh. Rasionalitas analisis akan mengendalikan psikologi investor dalam berinvestasi yang dalam pemilihan dan keputusannya hanya berdasarkan emosi atau pengaruh orang lain. Apalagi dewasa ini muncul fenomena influencer dan publik figur yang merekomendasikan saham-saham tertentu tanpa diimbangi dengan penjelasan potensi kerugian yang bakal dialami. So, saham itu perlu dilihat apakah nilainya benar-beanr wajar atau tidak, bukan berdasarkan tren yang ada.

    3. Bukan dengan uang dari utang

    Akhir-akhir ini muncul fenomena yang cukup memprihatinkan terkait dana untuk investasi datang dari kalangan milenial dan investor pemula. Investasi saham dari kalangan mereka ini ditengarai banyak yang menggunakan dana atau duit panas dari hasil utang online hingga menggadaikan BPKB kendaraan. Investasi saham dengan duit hasil utang dan menggadaikan BPKB kendaraan cukup berisiko. Manakala saham-saham yang dibidik dengan uang panas ini cuannya tidak sesuai dengan ekspektasi maka yang akan didapat adalah kerugian yang besar. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk selalu berinvestasi saham dengan menggunakan uang yang masuk kategori uang dingin. Definisi uang dingin (idle money) adalah uang yang tidak dimaksudkan untuk keperluan tertentu atau mendesak serta akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari dalam waktu dekat, asuransi, dana darurat, uang pendidikan anak, uang cicilan rumah, dan lain sebagainya.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.