Perusahaan, Baik-baik Sajakah tanpa Lingkungan? - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sawah di Kampung Halaman. Foto oleh Heri Wiranata (Pixabay.com)

roihul muhajir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Agustus 2020

Sabtu, 23 Januari 2021 15:14 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Perusahaan, Baik-baik Sajakah tanpa Lingkungan?


    Dibaca : 675 kali

    Dalam kaitannya, banyak pebisnis yang sebenarnya punya turut andil dalam menangani kasus-kasus lingkungan. Perusahaan yang punya banyak peran di masyarakat untuk ikut serta dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Namun perspektif tentang keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang seminim-minimnya menjadi sesuatu yang tidak dapat terelakkan.
     
    Padahal, selain dalam meningkatkan citra perusahaan, mereka dapat menjadi suatu tolak ukur panutan dalam merawat lingkungan bagi masyarakat. Pada era sekarang, kalangan pebisnis atau pun perusahaan tidak hanya dituntut untuk pengambilan laba, tetapi tuntutan dari masyarakat lebih krusial lagi yaitu agar proses produksi suatu barang mulai dari pengambilan bahan baku sampai ke pembuangan suatu produk setelah dikonsumsi tidak dapat merusak lingkungan.
     
    Praktik akuntansi lingkungan di Indonesia sampai saat ini belumlah efektif. Cepatnya tingkat pembangunan di masing-masing daerah terkadang mengesampingkan aspek lingkungan yang pada akhirnya akan menjadi penyebab utama terjadinya permasalahan lingkungan. Para aktivis lingkungan di Indonesia menilai kerusakan lingkungan yang terjadi selama ini disebabkan oleh ketidakkonsistenan pemerintah dalam menerapkan regulasi. Ketidakkonsistenan pemerintah misalnya mengabaikan regulasi mengenai tata ruang.
     
    Contohnya seperti di Kalimantan Selatan yang akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan. Tak dapat dihindari memang bahwa curah hujan yang terlalu besar menjadi faktor terjadinya banjir, namun faktor alam sebenarnya tak bisa disalahkan. Melainkan beberapa perusahaan yang ada disana yang kurang memperhatikan faktor lingkungan.
     
    Biaya lingkungan yang jadi pertimbangan besar perusahaan untuk dikeluarkan harusnya menjadi indikator utama dalam penanganan masalah masyarakat sekitar. Nyatanya bentuk alokasi dana untuk biaya lingkungan sangatlah minim dan cenderung pelit.
     
    Investor yang sekarang cenderung mencari laba perusahaan, harapannya akan terus menekan perusahaan dalam peningkatan sadar diri akan penanganan lingkungan. Dalam penanganannya, perusahaan direncanakan dapat menganggarkan dana alokasi dalam proses jangka panjang. Mengingat penumbuhan lingkungan yang membutuhkan waktu.
     
    Dengan adanya solusi lingkungan yang diterapkan oleh perusahaan, dapat memberikan kenyamanan bagi konsumen dan masyarakat dalam memberikan ruang kompetitif kepada perusahaan.
     
     
     
     
     
     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.