Harapan Pemain Persija Jakarta Marko Simic di Hari Ulang Tahun ke 33 - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

pemain persija

Faiq Zulfikri 22

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Januari 2021

Senin, 25 Januari 2021 07:30 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Harapan Pemain Persija Jakarta Marko Simic di Hari Ulang Tahun ke 33

    pemain persija marko simic

    Dibaca : 1.006 kali

    Stiker Pemain Persija jakarta, Marko Simic, merayakan ulang tahun ke-33 pada Sabtu, 23 Januari 2021. Harapan pemilik nomor 9 tersebut adalah agar selalu diberi kesehatan. Saat ini Marko sedang berada di Kroasia.

    Tidak hanya itu Simic juga berharap kompetisi segera bisa bergulir seperti tahun lalu 2019. Dia engaku sudah sangat rindu untuk kembali menjalankan aktivitas sepak bola, baik latihan bersama tim Persija Jakarta, maupun main di pertandingan bersama tim Macan Kemayoran.

    "Terima kasih Tuhan untuk terus memberikan saya kesehatan. Harapan terbesar saya sepak bola di Indonesia bisa kembali lagi. Karena saya sendiri tidak terlalu suka jika harus tanpa sepak bola di hidup saya," kata Marko Simic.

    Pencetak Gol terbanyak Persija Pada musim 2019 saat ini lebih banyak melakukan latihan mandiri di Kroasia. Dia juga melakukannya bersama rekan-rekannya di sana. Dia berusaha menjaga kebugaran dan kondisi fisiknya agar selalu siap sedia ketika kempetisi di Indonesia bergulir.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Supartono JW

    Sabtu, 6 Februari 2021 21:14 WIB

    Sepak Bola Akar Rumput Tak Bertuan, Orang Tua Cerdas dan Bijak Memilih Kompetisi

    Dibaca : 1.055 kali

    Bila anak Bapak dan Ibu, passionnya bukan sepak bola, terdeteksi tak memiliki Teknik, Intelegensi, Personaliti, dan Speed (TIPS) sebagai pesepak bola, jangan paksakan anak menggeluti sepak bola. Jadikan sepak bola olah raga hobi, dan biarkan anak berkembang sesuai.passion untuk kehidupannya kelak. Jangan anak di antar untuk bermimpi menjadi pemain timnas, bila di SSBnya saja tak masuk standar TIPS pemain. Jadilah orang tua yang bijak. Bila Bapak dan Ibu, menyadari bahwa anaknya ternyata passionnya di sepak bola dan memiliki TIPS yang memenuhi standar, jangan ambisi, jangan egois, jangan menyakiti SSB yang telah membina anaknya terlebih dahulu, dan penjadi petualang, masuk di berbagai tim yang mengimingi gratisan pun jumawa karena merasa anaknya hebat. Ini justru menjatuhkan kecerdasan dan personaliti anak, attitude anak. Hingga malah akan dikucilkan oleh berbagai pihak. Ingat, timnas itu hanya butuh 11 pemain, line-up 18 pemain atau didaftarkan  23 pemain atau 30 pemain dalam sebuah event. Kembali ke masalah ada operator kompetisi baru dari pihak swasta yang dihelat baik oleh pemain baru maupun dari Klub Liga 1, kepada para orang tua, lihatlah latar belakangnya, visi-misi dan tujuannya, lihat anggarannya. Kepada publik sepak bola nasional, hingga artikel ini saya tulis, inilah fakta sepak bola di Indonesia yang terus dibiarkan kusut. Menyedihkan.