Program Langit Biru Mendorong Masyarakat Sadar Lingkungan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Suasana ibu Kota Jakarta pagi hari. Foto: Tulus Wijanarko

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Senin, 25 Januari 2021 10:45 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Program Langit Biru Mendorong Masyarakat Sadar Lingkungan

    Kesadaran kolektif masyarakat pelan-pelan mulai terbentuk terkait penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Kemajuan itu terwujud atas upaya keras banyak pihak, salah satunya Pertamina dengan membuat Program Langit Biru. Program tersebut adalah kegiatan menjual Pertalite (RON 90) dengan harga Premium (RON 88). Tujuannya mengajarkan pada masyarakat merasakan perbedaan penggunaan BBM yang lebih berkualitas. Kabar baiknya, selain konsumsi Perta Series yang meningkat, ternyata terjadi tren penurunan konsumsi harian BBM jenis Premium yang signifikan di berbagai wilayah.

    Dibaca : 827 kali

    foto dok. Pertamina

    Kesadaran kolektif masyarakat pelan-pelan mulai terbentuk, yakni, berkaitan dengan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Kemajuan itu terwujud atas upaya keras banyak pihak, salah satunya Pertamina dengan membuat Program Langit Biru. Program tersebut adalah kegiatan menjual Pertalite (RON 90) dengan harga Premium (RON 88). Tujuannya mengajarkan pada masyarakat untuk merasakan perbedaan penggunaan BBM yang lebih berkualitas.

    Pertamina melalui Regional Jawa Bagian Barat mencatat peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Perta Series (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) di Kota Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur pada Selasa 19 Januari 2021. Peningkatan itu terjadi setelah Program Langit Biru berjalan sekitar lebih dari dua bulan, sejak 12 November 2020.

    Peningkatan konsumsi BBM dengan angka oktan tinggi terjadi di Kota Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Hal itu menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kualitas udara yang lebih bersih. Kesadaran kolektif yang tercipta itu merupakan kabar baik di tengah kondisi dunia yang semakin mengkhawatirkan.

    "Hal ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat di Jakarta yang sudah mulai tergerak untuk menerapkan penggunaan energi yang lebih bersih, guna meningkatkan kualitas udara dan lingkungan," kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan, sebagaimana dikutip Kontan.co.id, Sabtu 23 Januari 2021.

    Di wilayah Jakarta Selatan, tercatat konsumsi Pertalite (RON 90) meningkat sekitar 39% dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian, yaitu lebih dari 190.000 Liter.  Sedangkan konsumsi Pertamax (RON 92) juga meningkat sekitar 2% dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian, yaitu hampir 5.000 Liter. Sementara itu konsumsi Pertamax Turbo (RON 98) juga meningkat sekitar 2% dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal, yaitu lebih dari 1.000 Liter.

    Di wilayah Jakarta Barat, konsumsi Pertalite meningkat sekitar 38% dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu hampir 186.000 Liter. Untuk konsumsi Pertamax tercatat meningkat sekitar 1% dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu lebih dari 2.000 Liter.

    Sedangkan di wilayah Jakarta Timur, konsumsi BBM Perta Series meningkat sekitar 34% dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal, yaitu lebih dari 72.000 Liter.

    Kabar baiknya, selain konsumsi Perta Series yang meningkat, ternyata terjadi tren penurunan konsumsi harian BBM jenis Premium yang signifikan di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur pada Selasa 19 Januari 2021. Hal itu jika dibandingkan dengan rata-rata konsumsi harian normal Premium pada periode sebelum dimulainya Program Langit Biru di dua wilayah tersebut.

    Konsumsi Premium di Jakarta Selatan turun hingga 82% dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yakni sekitar 235.000 Liter.  Jumlah yang sangat besar itu telah menggeser paradigma baru. Sedangkan di Jakarta Barat, konsumsi Premium turun hingga hampir 70% dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal, yakni lebih dari 170.000 Liter. Adapun di Jakarta Timur, konsumsi Premium turun hingga hampir 76% atau sekitar 370.000 Liter.

    “Sebagai bagian dari rangkaian Program Langit Biru untuk menciptakan lingkungan sehat, Pertamina melanjutkan Program Pertalite Harga Khusus, sehingga konsumen dapat merasakan performa Pertalite dengan harga Rp6.850 per liter, lebih rendah Rp800 dari harga normal,” jelas Eko.

    Program Langit Biru sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, memperoleh dukungan dari masyarakat di Jakarta. Hal itu ditunjukkan dengan kemauan masyarakat Jakarta untuk beralih ke BBM yang lebih baik. Dengan semakin bertambahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat atas penggunaan energi BBM bersih yang rendah emisi, diharapkan pelestarian lingkungan juga berjalan dengan kembali pulihnya aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Jakarta.

    Kabar baik ini tentu harus terus ditingkatkan. Memang kondisi mobilitas orang dan barang belum benar-benar normal, namun dengan semangat perubahan untuk lebih baik, masa depan langit kita akan lebih biru dari sebelumnya. Dimulai dari Jakarta, Indonesia, kemudian ke seluruh penjuru dunia. Hal baik itu menunjukkan, semangat untuk berubah tidak boleh padam, bahkan harus semakin dinyalakan demi kehidupan masa depan yang lebih nyaman.

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.