Cara Berkomunikasi yang Baik kepada Stakeholders - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

ilustr: 4life

Nabilla Lutf

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2021

Selasa, 26 Januari 2021 07:10 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Cara Berkomunikasi yang Baik kepada Stakeholders

    Kerkomunikasi merupakan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi dapat diungkapkan secara verbal maupun non-verbal. Tentu saja didalam berkomunikasi terdapat aturan-aturan agar makna ataupun pesan tersampaikan baik. Hal ini juga berlkau ketika berkomunikasi dengan stakeholders. Apa saja yang perlu kita pahami dan perhatikan saat berkomunikasi dengan seorang stakeholders?

    Dibaca : 330 kali

    Seperti kita ketahui, berkomunikasi merupakan suatu kebutuhan di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai makhluk hidup cara kita menyampaikan suatu makna melalui komunikasi dapat diungkapkan secara verbal maupun non-verbal. Jadi, dapat dikatakan memang komunikasi tidak terlepas dari kehidupan.

    Tetapi di dalam komunikasi tersebut tentulah terdapat aturan-aturan agar makna ataupun pesan yang kita sampaikan dapat mudah dipahami dan tidak menyinggung perasaan lawan bicara. Proses komunikasi yang baik dan efektif juga digunakan dalam percakapan dengan seorang/ lebih stakeholders.

    Apa saja yang perlu kita pahami dan perhatikan saat berkomunikasi dengan seorang stakeholders? Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan :

    1. Kepada Siapa Kita Berbicara?

    Dengan siapa atau siapa lawan bicara kita pada saat itu sangatlah diperlukan, pada umumnya kita akan menyebut lawan bicara kita dengan sebutan ‘Ibu/Bapak, Saudara/Saudari’ dsb agar terkesan lebih sopan dan formal.

    1. Perhatikan Tata Bahasa dan Penyampaian Kata

    Langkah yang selanjutnya adalah memperhatikan penggunaan tata Bahasa dan penyampaian kalimat yang se-efektif mungkin agar makna yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.

    1. Memperhatikan Sikap/Ekspresi Lawan Bicara

    Dalam hal ini juga perlu untuk diperhatikan, karena kita dapat memperkirakan maksud dari ekspresi yang mungkin saja diungkapkan oleh lawan bicara kita. Pada contohnya, saat lawan bicara kita menunjukkan ekspresi bingung, berarti lawan bicara tsb kurang memahami hal yang telah kita sampaikan. Maka, kita mungkin dapat mengulang Kembali kalimat tersebut dan dikemas dengan kalimat yang lebih jelas dan efektif.

    1. Menunjukkan Rasa Simpati/Pengertian Terhadap Hal Yang Disampaikan Stakeholder

    Menunjukkan rasa simpati merupakan suatu hal yang penting dalam berkomunikasi dengan seorang stakeholder. Pada contohnya disaat stakeholder kita menyampaikan suatu keluhan ataupun kekecewaan, maka sebaiknya kita dapat menunjukkan sikap simpati dengan memulai kalimat dengan ‘Baik, saya memahami kondisi/ keadaan Anda’.

    1. Memberikan Solusi

    Langkah selanjutnya adalah memberikan sebuah solusi. Karena dalam percakapan yang telah terjadi, kita harus mengetahui garis besar permasalahan/ pembahasannya dan turut memberikan solusi dari permasalahan tersebut agar stakeholder kita merasa puas dan tidak kecewa.

    Hal tersebut dapat dikatakan sebagai suatu dasar agar dapat berkomunikasi dengan baik dan lancar terhadap stakeholders kita.

     

    Penulis : Nabilla Putri Mahasiswa STISIP Widuri



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.