x

wirausaha sosial, usaha sambil berbagi untuk sesama

Iklan

Warta Nusantara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Januari 2021

Kamis, 28 Januari 2021 10:41 WIB

Donasi Sekotak Permen Miruna Candy untuk Anak-anak Penyintas Bencana

Gerakan wirausaha sosial, sebuah gerakan sederhana untuk anak-anak penyintas bencana, yaitu berbagi se-kotak permen Miruna Candy jelly buatan rumah, yang nantinya dibagikan untuk anak-anak penyintas bencana.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Donasi se-kotak permen untuk anak-anak penyintas bencana

Suanah, mahasiswi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten jurusan tafsir Quran, menjadi inspirasi dan motivasi kaum muslimah untuk bisa berdaya dan mandiri. Di tengah kesibukannya meyelesaikan tugas akhir perkuliahan, ia dipercaya menjalankan wirausaha olahan panganan, salah satunya berupa permen jelly dengan brand Miruna Candy.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain merintis usaha permen rumahan, Anah juga menekuni thibbunabawi, yaitu pengobatan berdasarkan sunnah Nabi Muhammad, berupa bekam. Saat melihat ada banyak kejadian bencana dan musibah yang sedang terjadi di Indonesia, ia melihat nasib anak-anak di pengungsian, hatinya tergerak untuk bisa ikut berkontribusi dan membantu meringankan beban yang dialami oleh para penyintas bencana, khususnya untuk anak-anak.

Karena visi tujuan hidup memang ingin selalu bermanfaat untuk orang banyak, terutama yang membutuhkan. Mungkin dengan wasilah ini, kita dapat bermanfaat dan serta dapat mengajak para orang dermawan untuk berbuat baik bersama, ungkap Anah

Ia juga ingin ada kebermanfaatan dalam usaha yang dikelola dan dipercayakan kepadanya, sehingga orientasinya bukan hanya keuntungan materil semata, tapi juga manfaat bagi banyak orang. Terkait posisinya di @mirunachan, ia menerangkan bahwa dirinya diamanahkan sebagai head of management untuk mengelola dan menjalankan usaha. 

“Alhamdulillah saya diamanahkan sebagai head of management di usaha rumahan @mirunachan, yaitu usaha home made yang memproduksi olahan panganan skala rumahan,” ungkapnya.

Saat diwawancarai via whatsapp terkait kenapa memilih gerakan donasi sekotak permen untuk anak-anak penyintas bencana, dijelaskan bahwa permen itu lekat dan disukai anak-anak, sederhana dan tidak terlalu memberatkan.

Alasan dipilihnya gerakan sosial berupa donasi sekotak permen untuk anak-anak penyintas bencana, karena, sudah banyak berbagai jenis donasi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga besar dan pemerintahan, mulai dari bantuan sembako dan lain sebagainya. Ia ingin ada sesuatu yang sifatnya sederhana, bisa dijangkau oleh semua kalangan untuk ikut berdonasi dan disukai oleh anak-anak, maka dipilihlah galangan se-kotak permen miruna candy untuk anak-anak penyintas bencana, berapapun donasi yang diberikan nantinya akan dibuatkan permen jelly hasil rumahan untuk anak-anak penyintas bencana. Nantinya permen akan didistribusikan ke daerah terdampak bencana, seperti banjir longsor sumedang, bogor, dan sedang dikoordinasikan agar bisa disalurkan untuk anak-anak penyintas bencana di Majene Sulawesi dan Kalimantan.

Campaign donasi sekotak permen

Selain itu, se-kotak permen pun lebih fleksibel dan bisa dibagikan saat kegiatan psikososial untuk memulihkan traumatis pada anak-anak penyintas bencana, atau kegiatan mental healing untuk anak-anak saat di tenda pengungsian. Kampanye se-kotak permen jelly buatan rumahan untuk anak-anak penyintas bencana akan berlangsung selama 33 hari, sampai 25 Februari 2021.

Ikuti tulisan menarik Warta Nusantara lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler