Kucurkan Dana 21,5 Miliar untuk Pertani Tebu, Pertamina Perkuat Ketahanan Gula Nasional - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Jumat, 5 Februari 2021 09:40 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kucurkan Dana 21,5 Miliar untuk Pertani Tebu, Pertamina Perkuat Ketahanan Gula Nasional

    Dana dari Pertamina itu membantu para petani untuk membiayai proses pertanian mereka. Sebab tebu membutuhkan waktu lama sebelum siap dipanen. Umumnya diperlukan waktu 11-12 bulan tebu siap panen. Atau untuk tebu varietas, dibutuhkan waktu 7-8 bulan. Lama masa penantian itu membuat para petani harus memiliki modal yang cukup untuk melakukan perawatan dan untuk bertahan hidup.   Selain itu Pertamina juga ikut membantu budidaya tebu dan melestarikan petani tebu dengan memberikan bantuan pinjaman lunak. Artinya, pinjaman tersebut di luar untuk keperluan menggarap dan merawat tebu tadi. Sebab pinjaman tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas tebu dan sebagai produk jadi.  

    Dibaca : 1.095 kali

    Petani tebu adalah ironi getir di Indonesia. Dulu, negara ini pernah jadi eksportir gula tebu. Namun seiring berjalannya waktu, para petani tebu terpinggirkan. Lahannya berkurang, ancaman impor menghantui mereka setiap waktu. Jumlah produksi gula tanah air berkisar 2,2-2,5 juta ton. Sementara jumlah konsumsinya 3 juta ton. Kekurangan itu ditutup dengan impor.

     

    Oleh sebab itu, penting sekali menjaga produksi tebu agar stabil. Dengan begitu jumlah gula yang mesti diimpor tidak membengkak. Pertamina melalui Program Kemitraan memperkuat sinergi yang dijalin antar BUMN dengan tujuan itu. Kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI adalah salah satu upaya penting tersebut.

     

    Hingga akhir Desember 2020, Pertamina telah menyalurkan modal bergulir sebesar Rp 21,5 miliar kepada 263 kelompok petani tebu di bawah naungan PTPN XI. Modal tersebut digunakan sebagai jembatan untuk mengatasi kondisi yang sekarang tidak menentu. Pandemi telah membuat berbagai sektor ekonomi mengalami kelesuan.

     

    Tujuan utama sinergi tersebut untuk memperkuat pasokan tebu guna mendukung penyediaan gula nasional. Sebagai salah satu komitmen dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pertamina menjadi bagian untuk terus mendorong proses tersebut, yang dimulai dari hulu.

     

    “Pertamina akan ikut ambil bagian untuk mendukung tercapainya kesuksesan tersebut dengan membantu para petani tebunya,” Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto lewat keterangan tertulis, Rabu 3 Februari 2021.

     

    Sinergi dengan PTPN XI ini tidak terlepas dari potensi besar Jawa Timur sebagai penghasil tebu terbesar di Indonesia. Ratusan petani tebu penerima modal kerja tersebar di beberapa wilayah di Jawa Timur. Di antaranya Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Jember, Ngawi, Pasuruan, dan Madiun.

     

    “Luas lahan kebun tebu yang diolah mitra binaan ini yakni lebih dari 1.501 Ha,” kata Agus.

     

    Dana dari Pertamina itu membantu para petani untuk membiayai proses pertanian mereka. Sebab tebu membutuhkan waktu lama sebelum siap dipanen. Umumnya diperlukan waktu 11-12 bulan tebu siap panen. Atau untuk tebu varietas, dibutuhkan waktu 7-8 bulan. Lama masa penantian itu membuat para petani harus memiliki modal yang cukup untuk melakukan perawatan dan untuk bertahan hidup.

     

    Selain itu Pertamina juga ikut membantu budidaya tebu dan melestarikan petani tebu dengan memberikan bantuan pinjaman lunak. Artinya, pinjaman tersebut di luar untuk keperluan menggarap dan merawat tebu tadi. Sebab pinjaman tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas tebu dan sebagai produk jadi.

     

    “Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mengimplementasikan ESG di bidang sosial dengan meringankan beban para petani tebu,” ujar Agus.

     

    Penyaluran dana Program Kemitraan kepada mitra petani tebu rakyat masa tanam 2019/2020 ini telah tuntas seluruhnya. Tahapan tanam tebu meliputi pekerjaan kepras, pupuk I, pupuk II, bumbun I, bumbun II, Gulud, klentek I, klentek II, tebang, muat dan angkut (TMA) sudah dikerjakan 100 persen.

     

    Pertamina sebagai salah satu BUMN strategis di Indonesia telah melakukan baktinya untuk bangsa dengan terus menjalankan sinergi dengan berbagai pihak. Terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan para mitra binaan. Upaya baik itu tentunya menjadi angin segar di tengah kondisi yang tidak menentu ini. Menguatkan jalinan kebangsaan dengan terus menghadirkan optimisme di seluruh penjuru Indonesia.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.