Persiapan Pertamina untuk Menyambut Masa Depan yang Lebih Baik - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Senin, 8 Februari 2021 12:56 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Persiapan Pertamina untuk Menyambut Masa Depan yang Lebih Baik

    Sebagai perusahaan negara, Pertamina menyambut opitimis datangnya tahun 2021. Beberapa strategi penting telah disiapkan, tiga yang utama. Pertama memulai dari hulu migas. Pertamina telah memfokuskan diri untuk terus menggenjot produksi hulu migas. "Dari sisi hulu baik 2020 dan 2021 Pertamina menggenjot hulu migas karena masih impor dan produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan. Pada 2020 di saat pandemi produksi migas pertamina hampir mencapai target. Dan produksi nasional mencapai 60%," kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat berbicara di Energy Corner Special Edition: Energy Outlook 2021, Kamis 4 Februari 2021.

    Dibaca : 765 kali

    Pandemi Covid-19 membuat negara-negara di dunia kelimpungan. Target pembangunan meleset, produksi menurun, perekonomian lesu. Banyak pula dari mereka yang mengalami resesi ekonomi. Ini adalah tantangan yang berat sejak awal tahun 2020. Dan kini memasuki tahun 2021, perencanaan matang harus disiapkan. Sebab pandemi belum juga sirna dari sekitar kita.


    Sebagai perusahaan negara, Pertamina menyambut opitimis datangnya tahun 2021. Beberapa strategi penting telah disiapkan, tiga yang utama. Pertama memulai dari hulu migas. Pertamina telah memfokuskan diri untuk terus menggenjot produksi hulu migas.

     

    "Dari sisi hulu baik 2020 dan 2021 Pertamina menggenjot hulu migas karena masih impor dan produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan. Pada 2020 di saat pandemi produksi migas pertamina hampir mencapai target. Dan produksi nasional mencapai 60%," kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat berbicara di Energy Corner Special Edition: Energy Outlook 2021, Kamis 4 Februari 2021.

     

    Strategi yang kedua, Pertamina juga terus menggenjot pembangunan kilang, sehingga produksi bisa di atas target impor. Dengan pengembangan kilang eksisting dan menambah kilang baru, produksi BBM akan meningkat.

     

    "Tahun ini sama dengan adanya kilang di Cilacap maka solar produksi tetap optimal. Dari 2019 kita tak lagi impor solar, kita harus menurunkan impor," kata Nicke.

     

    Pembangunan kilang membutuhkan modal yang sangat besar. Beberapa penjajakan kerja sama dengan perusahaan besar dunia telah dicoba. Namun pandemi dan kesepakatan harga yang masih jauh dari harapan, membuat beberapa proyek harus dijadwal ulang. Meskipun begitu, Pertamina tetap optimis semua akan segera berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

     

    Kemudian yang ketiga, berkaitan dengan sisi hilir, Nicke memprediksi terjadi peningkatan permintaan 10-20% dibandingkan dengan 2020. Hal itu terjadi, kemungkinan karena telah mulai membaiknya perekonomian. Kabar baik tentang vaksin Corona dan komitmen pemerintah untuk memberikan stimulus membuat geliat membaiknya kondisi ekonomi sudah mulai terasa.

     

    Untuk merespons hal ini, Pertamina pun akan tetap mendorong di sisi hilir karena akan menurunkan opex, sehingga harga akan lebih rendah. Pertamina menyiapkan terobosan-terobosan agar BBM bisa dijangkau dengan mudah meski di daerah terpencil.

     

    "Akses availibility (terhadap BBM) juga akan semakin baik dengan Pertashop. Di kondisi pandemi kita tetap menjalankan tugas dengan dalam BBM 1 Harga," ujarnya,

     

    Sebelumnya, Pertamina telah mengalami tiga hantaman berat yang disebut dengan istilah triple shock. Pada awal pandemi Covid-19 di Maret 2020, Pertamina mengalami penurunan harga minyak, penurunan permintaan minyak, dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Pukulan keras dan bertubi-tubi semacam itu juga membuat seluruh perusahaan minyak dunia mengalami tekanan hebat. Meskipun begitu, Pertamina tetap menghasilkan laba di tahun sulit tersebut.

     

    "Di sepanjang 2020 biar pun ada tiga hal, triple shock, yang dialami, Pertamina masih bisa laba," kata Nicke.

     

    Ikhtiar untuk menjadi lebih baik harus dilakukan dengan sekuat tenaga. Pertamina telah membaca arah angin, menyiapkan peta dan membekali diri dengan pengalaman panjang. Langkah ke depan memang penuh dengan tantangan, namun dengan tekad yang bulat dan perencanaan matang, semua itu bisa dilalui aman. Optimisme inilah yang digenggam dengan erat oleh Pertamina dalam melangkah menuju masa depan.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.