Mahasiswa KKN Undip Ajak Mayarakat Peduli Hipertensi si The Silent Killer di Masa Pandemi - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Deby Butar-Butar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 10 Februari 2021

Jumat, 12 Februari 2021 07:21 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Mahasiswa KKN Undip Ajak Mayarakat Peduli Hipertensi si The Silent Killer di Masa Pandemi


    Dibaca : 665 kali

    Bulusan, Semarang (03/02/2021). Hipertensi merupakan salah satu penyakit penyerta yang dapat menyebabkan dampak sangat berbahaya bagi penderita yang terinfeksi virus Covid-19. Di masa pandemi ini masyarakat hanya berfokus pada satu permasalahan kesehatan saja (Covid-19) dan mengabaikan permasalahan kesehatan lainnya. Pada kenyataannya, permaslahan kesehatan yang diabaikan tersebut sangat berpotensi untuk memperburuk keadaan apabila sesorang terinfeksi virus Covid-19.

    Orangtua merupakan kelompok yang rentan untuk terserang berbagai penyakit. Hal ini disebabkan karena adanya defisiensi fungsi sistem imun tubuh. Orangtua juga termasuk kelompok berisiko untuk terinfeksi virus corona. Hipertensi pada umumnya sering terjadi pada orangtua. Muncul tanpa gejala ataupun keluhan membuatnya sulit untuk dideteksi/diidentifikasi.  Komplikasi yang akan dialami oleh penderita adalah serangan jantung, gagal ginjal akut dan stroke. Komplikasi terburuk dari Hipertensi adalah kematian, oleh sebab itu penyakit ini sering disebut sebagi The Silent Killer

    Berdasarkan data kesehatan di Indonesia, sekitar 36% penderita Covid-19 di Indonesia mengidap Hipertensi. Melihat hal tersebut, seorang mahasiswa Undip melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga RW 07 Kelurahan Bulusan untuk peduli terhadap bahaya hipertensi. Hipertensi dapat dipicu oleh berbagai hal seperti kurang aktivitas fisik, obesitas, riwayat penyakit keluarga, konsumsi garam berlebih, stres tidak terkontrol, merokok, konsumsi alkohol, dan konsumsi junk food. Berdasarkan hasil anlisis jurnal, pemicu hipertensi yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah mengkonsumsi garam berlebih. Dengan analisa tersebut mahasiswa kemudian memutuskan untuk melakukan edukasi terkait waspada konsumsi garam berlebih sebagai pemicu hipertensi dalam bentuk booklet.

     Booklet Edukasi Waspada Konsumsi Garam Berlebih Sebagai Pemicu Hipertensi

    Dalam rangka menaati protokol kesehatan yaitu menghindari kerumunan maka edukasi dilakukan secara door to door dan secara online malalui media komunikasi WhatsApp. Booklet ini berisi informasi mengenai penjelasan apa itu hipertensi, jenis-jenis hipertensi, gejala yang dialami penderita, pemicu hipertensi, komplikasi, pengaruh garam bagi tubuh dan tips mencegah bahaya dari konsumsi garam berlebih. Kelebihan dan kekurangan garam pada tubuh merupakan hal yang tidak baik bagi tubuh, oleh sebab itu WHO menganjurkan untuk membatasi konsumsi garam 2.400 mg/hari atau sama dengan 1 sendok teh garam perhari.

    Edukasi Warga RW 07 Kelurahan Bulusan Secara Door to Door

    Sosialisai dan edukasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNDIP mendapat respon positif dari masyarakat, mengingat budaya memasak masyarakat yang sering menambahkan garam tidak sesusai anjuran pada saat mengolah makanan.

    Penulsi: Deby Hizky Butar Butar



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.