Keadaan Dunia Olahraga Kala Pandemi Covid-19 - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Sepak bola akar rumput

ROMELD ERFREYN FERDINAN TUTO

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Februari 2021

Rabu, 17 Februari 2021 13:05 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Keadaan Dunia Olahraga Kala Pandemi Covid-19


    Dibaca : 646 kali

     

    Olahraga merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk ketahanan tubuh, memelihara kesehatan, dan juga memperkuat otot-otot tubuh. Setiap orang pasti membutuhkan olahraga. Olahraga juga memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi masyarakat bahkan kontribusi tersebut diakui oleh pemerintah langsung. Namun sejak pandemi Covid-19 ini, pemerintah di berbagai daerah mengeluarkan peraturan untuk menjaga protokol kesehatan seperti menjaga jarak, dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang pastinya mengganggu kegiatan olahraga dan beberapa aspek lainnya.

    Seperti yang kita tahu, awal tahun 2020 merupakan awal tahun yang unik, dan tidak pernah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Kita melakukan kegiatan sehari-hari dirumah, kerja di rumah atau work from home(WFH). Sama hal nya seperti atlet-atlet professional olahraga, mereka terpaksa untuk menjadwal ulang program latihan agar kebugaran tubuh mereka tetap terjaga selama berada di rumah. Hal lain yang dirasakan atlet dengan ditundanya kegiatan olahraga yaitu ancaman pemutusan kontrak dan sponsor yang ditandatanganinya. Tidak hanya atlet professional, pihak lain yang ambil bagian dalam industriy olahraga juga merasakan dampaknya. Dalam industri olahraga banyak sekali bisnis seperti penyelenggaraan liga, acara, usaha, infrastruktur, penyiaran media. Kondisi ekonomi dari industri olahraga yang sangat tinggi nilai nya itu pasti mengalami penurunan akibat bisnis nya tidak dapat berjalan normal.

    Federasi olahraga dunia seperti FIFA, FIBA, BWF, IAAF, ISF, dan lainnya telah menunjukan perhatian mereka terhadap Covid-19. Seperti FIFA yang merupakan induk federasi sepak bola dunia sudah bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat kampanye‘Pass The Message to Kick Out Coronavirus yang dikampanyekan oleh para pemain bola terkenal dalam 13 bahasa.Tujuan nya agar memberitahu dan mengingatkan masyarakat dunia agar mengikuti 5 langkah upaya penyebaran Covid-19. Kampanye ini juga menjelaskan etika batuk, menjaga jarak, dan protokol kesehatan lainnya. Pelaksanaan event-event olahraga nasional maupun internasional mau tidak mau harusdiberhentikan untuk sementara waktu. Seperti liga di Indonesia, pekan olahraga nasional (PON), Pekan Paralimpiade Nasional (Perparnas) yang tadi nya dijadwalkan bulan oktober harus dihentikan dan menunggu kabar selanjutnya. Sebaliknya, dari event international berbagai negara sudah mengadakan event-event olahraga di negaranya. Seperti liga sepak bola, badminton, basketball, tetapi event-event itu diselenggarakan tanpa penonton.

    Penutupan institusi pendidikan di seluruh dunia akibat pandemi Covid-19 juga berdampak pada sektor pendidikan olahraga yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, lembaga pendidikan public dan swasta, guru olahraga, pelatih, mereka tidak bisa menjalankan tugas nya dengan baik sehingga haru kerja dari rumah. Pandemi Covid-19 juga mengakibatkan penutupan pusat kebugaran atau tempat gim, stadion, studio tari, GOR, taman, tempat bermain, pusat fisioterapi. Akibatnya banyak orang tidak dapat berolahraga secara individu maupun kelompok bahkan untuk kegiatan fisik diluar rumah mereka mengalami hambatan. Aktivitas masyarakat sehari-hari menjadi berkurang sedangkan waktu bermain terlalu lama, pola tidur tidak teratur, serta pola makan menjadi buruk. Hal tersebut beresiko menaikkan berat badan, dan hilangnya kebugaran sehingga semakin mudah untuk terinfeksi terkena virus Covid-19

    Dalam kondisi seperti ini tentunya semua pihak pasti dirugikan. Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir, maka dari itu kita harus bisa memanfaatkan waktu yang baik untuk berolahraga. Atlet professional pun tetap melakukan latihan kebugaran dengan sarana dan perlengkapan seadanya. Bahkan tempat olahraga yang ditutup pun tetap dirawat dengan baik, agar setelah semua kembali normal peralatan dan event-event olahraga dapat dilaksanakan dengan baik dan bisa mengembalikan kondisi social dan ekonomi seperti sebelumnya.

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Supartono JW

    Sabtu, 6 Februari 2021 21:14 WIB

    Sepak Bola Akar Rumput Tak Bertuan, Orang Tua Cerdas dan Bijak Memilih Kompetisi

    Dibaca : 1.055 kali

    Bila anak Bapak dan Ibu, passionnya bukan sepak bola, terdeteksi tak memiliki Teknik, Intelegensi, Personaliti, dan Speed (TIPS) sebagai pesepak bola, jangan paksakan anak menggeluti sepak bola. Jadikan sepak bola olah raga hobi, dan biarkan anak berkembang sesuai.passion untuk kehidupannya kelak. Jangan anak di antar untuk bermimpi menjadi pemain timnas, bila di SSBnya saja tak masuk standar TIPS pemain. Jadilah orang tua yang bijak. Bila Bapak dan Ibu, menyadari bahwa anaknya ternyata passionnya di sepak bola dan memiliki TIPS yang memenuhi standar, jangan ambisi, jangan egois, jangan menyakiti SSB yang telah membina anaknya terlebih dahulu, dan penjadi petualang, masuk di berbagai tim yang mengimingi gratisan pun jumawa karena merasa anaknya hebat. Ini justru menjatuhkan kecerdasan dan personaliti anak, attitude anak. Hingga malah akan dikucilkan oleh berbagai pihak. Ingat, timnas itu hanya butuh 11 pemain, line-up 18 pemain atau didaftarkan  23 pemain atau 30 pemain dalam sebuah event. Kembali ke masalah ada operator kompetisi baru dari pihak swasta yang dihelat baik oleh pemain baru maupun dari Klub Liga 1, kepada para orang tua, lihatlah latar belakangnya, visi-misi dan tujuannya, lihat anggarannya. Kepada publik sepak bola nasional, hingga artikel ini saya tulis, inilah fakta sepak bola di Indonesia yang terus dibiarkan kusut. Menyedihkan.