Persiapan Menghadapi Era Disrupsi Kelistrikan - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Jumat, 19 Februari 2021 07:27 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Persiapan Menghadapi Era Disrupsi Kelistrikan

    Zaman terus bergerak menuju titik balik peradaban. Eksploitasi terhadap alam secara berlebihan telah menimbulkan kerusakan menyeluruh. Energi fosil menjadi salah satu “aib” peradaban modern. Masyarakat dunia pun mulai mengupayakan jalan keluar, diantaranya, dengan gencar menekan emisi karbon. Orang-orang berfikir untuk meninggalkan kendaraan motor berbahan bakar fosil, beralih ke motor listrik. Bagaimana kesiapan Indonesia menghadapi perubahan ini?

    Dibaca : 1.036 kali

    Zaman terus bergerak menuju titik balik peradaban, sebagaimana dirumuskan oleh Fritjof Chapra tentang kebuntuan yang dihadapi modernisme dengan industrialisasinya yang kebablasan. Eksploitasi terhadap alam secara berlebihan telah menimbulkan kerusakan yang menyeluruh. Energi fosil menjadi salah satu “aib” peradaban modern. Oleh sebab itu, masyarakat dunia mulai mengupayakan jalan keluar. Perbaikan itu di antaranya adalah dengan gencar menekan emisi karbon.

    Kendaraan listrik dijadikan solusi. Sebab sebagian besar polusi yang terjadi di perkotaan itu disebabkan oleh kendaraan bermotor. Namun peralihan menuju kendaraan listrik masih menemukan banyak kendala, di antaranya harga baterai yang masih mahal. Hal itu kemudian mempengaruhi harga jual kendaraan listrik.

    Meskipun memang, kendaraan listrik memiliki komponen mesin yang lebih sedikit. Jika dihitung jauh ke depan, meski harga kendaraan listrik lebih mahal di awal, namun sebenarnya jauh lebih ekonomis untuk jangka panjang.

    Dalam rangka menyambut datangnya era kendaraan listrik itu, Indonesia juga tengah melakukan percepatan. Di antaranya adalah membuat perusahaan patungan untuk mendirikan pabrik baterai kendaraan listrik. Beberapa perusahaan negara yang telah dinyatakan bergabung dalam kepentingan ini adalah MIND.ID, Antam, Pertamina dan PLN.

    Program PLN dalam Menyambut Era Baru

    Sebagai perusahaan negara yang menakhodai perlistrikan Indonesia, PLN memikul tanggung jawab yang paling berat. Sebab perusahaan ini tidak hanya ikut membangun pabrik baterai itu, tapi juga memastikan infrastruktur penunjang dan pasokan listriknya siap. PLN juga harus mempersiapkan program kerja nasional berkaitan dengan konsumsi energi listrik.

    Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi mengatakan PLN sudah menyiapkan beberapa rencana program untuk meningkatkan konsumsi energi listrik nasional. Diantaranya, kata dia, program captive power acquisition atau insentif tarif kepada pengguna energi listrik di luar PLN, agar mau berpindah menggunakan listrik dari PLN. "Kemudian program stimulus percepatan penggunaan kendaraan berbasis listrik, gerakan 1 juta konversi kompor LPG ke kompor Induksi, electrfying agriculture & marine, dan beberapa program-program lainnya,” kata dia kepada pers, Rabu 17 Februari 2021.

    Kabar baiknya, PLN juga tengah menggencarkan penggembangan Energy Storage System (ESS). Program ini yang juga menarik perusahaan besar dunia untuk berinvestasi di Indonesia. Pabrikan kendaraan listrik Tesla kabarnya juga telah tertarik untuk mengembangkan ESS itu di sini.

    “Sesuai penugasan dari Kementerian BUMN, dalam rencana pembentukan Battery Holding ini akan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Peran PLN berada di sisi hilir, di mana pemanfaatan dari Mid Stream berupa Cell dan Pack Battery akan dimanfaatkan PLN untuk membuat Energy Storage System (ESS) dan Power Quality,” kata dia.

    Dalam upaya pemenuhan kebutuhan listrik remote area, PLN melihat ESS sebagai salah satu upaya mendorong ketersediaan listrik. Sesudah beralihnya kebiasaan menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil menjadi listrik, ke depan, akan terjadi perubahan besar-besaran di tengah masyarakat. Orang-orang yang saat ini menggunakan kendaraan motor berbahan bakar fosil akan segera beralih ke motor listrik.

    Senyampang dengan itu, kebutuhan baterai kendaraan itu juga akan jauh lebih banyak. Sebab, kemungkinan orang-orang tidak hanya bergantung untuk mengecas kendaraan mereka di rumah, atau tempat pengecasan umum, namun tinggal menukar baterainya saja. Perubahan kebiasaan ini akan segera menjadi habitat bisnis yang baru.

     

    Listrik di Daerah Terpencil

    Persoalannya kemudian, bagaimana dengan wilayah terisolir yang belum memiliki jaringan listrik? Padahal untuk membangun jaringan di sana memerlukan proses yang cukup lama untuk menembus lokasi yang jauh dari mana-mana itu. Jika era bergantinya kendaraan konvensional menjadi listrik berjalan lebih cepat, sementara di wilayah mereka belum ada jaringan listrik, harus segera disiapkan jalan keluarnya. Untungnya, PLN telah menyiapkan solusi untuk mengatasi hal itu, dengan menyiapkan panel surya sebagai tempat pengisian baterai.

    “PLN akan terus berkomitmen untuk menerangi negeri, banyak opsi yang akan dilakukan oleh PLN untuk dapat mewujudkan hal tersebut. Saat ini PLN melaksanakan program pemasangan APDAL dan SPEL bagi masyarakat yang berada di wilayah desa yang belum terjangkau jaringan listrik,” tutur Agung.

    APDAL (Alat Penyalur Daya Listrik) merupakan alat penyimpan energi listrik berbasis baterai dengan kapasitas Watt hour (Wh) yang dapat diisi ulang pada SPEL (Stasiun Pengisian Energi Listrik) yang memanfaatkan sinar matahari melalui panel surya sebagai sumber energinya. Dengan cara itu, daerah yang belum terpasang jaringan listrik tetap bisa menggunakan perangkat berbasis listrik.

    Baterai berukuran besar akan segera mengambil alih peranan banyak mesin-mesin yang sekarang beroperasi dengan energi fosil. Oleh sebab itu, persiapan untuk menyambut datangnya masa peralihan itu harus dilakukan sejak sekarang. Zaman memang tidak dapat dilawan. Bisa disebut, era yang akan datang itu nantinya adalah era disrupsi kelistrikan. Sebab segala hal yang sekarang digerakkan oleh energi fosil yang merusak itu akan segera diganti dengan mesin-mesin yang bergerak dengan listrik.

    Biasanya perubahan itu akan terjadi sangat cepat di Indonesia, sebagaimana munculnya tren-tren sebelumnya. Misalnya peralihan kendaraan motor bertransmisi dan matic yang berubah dalam waktu singkat. Agaknya, hal yang sama juga akan terjadi pada kendaraan listrik. Dengan catatan, sarana dan prasarananya dipersiapkan lebih dahulu. Melihat komitmen PLN dalam menyambut datangnya masa peralihan itu, mungkin era itu memang tidak lama lagi mengunjungi kita. Barangkali jauh lebih cepat dari yang kita duga, seperti Lucky Luke yang menembak lebih cepat dari bayangannya.

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.