Di Pesantren, Pertashop Hadir Membawa Harapan Baru   - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Jumat, 26 Februari 2021 06:09 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Di Pesantren, Pertashop Hadir Membawa Harapan Baru  

    Melalui kerja sama antara Pertamina, Pemkab Pamekasan dan lembaga pesantren, usaha mengembangkan bisnis perusahaan negara itu akan lebih baik, terarah dan terukur. Sebab sinergi semacam itu akan membagi beban menjadi lebih ringan. Selain itu, nantinya upaya baik itu akan merekatkan masing-masing pihak. Menjadi satu bagian yang saling menguatkan. Untuk tahap awal, Pertamina akan menyediakan sebanyak empat buah outlet Pertashop, selanjutnya akan dievaluasi efektivitasnya. Jika memang keberadaan Pertashop mampu melahirkan titik-titik bisnis baru, di kemudian hari akan lebih banyak Pertashop didirikan.  

    Dibaca : 516 kali

     

    Di desa-desa yang jauh, harapan untuk mengejar kemajuan zaman sangatlah berat. Untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti energi saja, mereka sudah kalah start. Di daerah terpencil, jarang ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Karena mendirikan SPBU memerlukan modal besar dan jumlah konsumsi BBM-nya juga mesti banyak setiap harinya. Mereka akhirnya membeli BBM eceran. Akibatnya ongkos produksi yang mereka keluarkan menjadi jauh lebih besar. Padahal penghasilan umumnya orang-orang di dusun seperti itu juga tak seberapa.

     

    Inilah pentingnya keadilan energi. Program BBM Satu Harga muncul akibat kesenjangan ini. Namun bukan hanya program itu saja yang berkaitan dengan hak wong cilik di pedalaman. Misalnya pendirian Pertashop juga dimaksudkan untuk memangkas jarak lebar yang selama ini terbentang. Bahwasanya, di daerah-daerah yang jauh itu pun keadilan energi sedang diwujudkan.

     

    Baru-baru ini Pertamina menjalin kemitraan dengan kalangan pondok pesantren di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dalam mengembangkan usaha kemitraan bisnis Pertashop. Upaya itu selain untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh, juga untuk merekatkan diri dengan dunia pesantren. Kerja sama yang baik ini, selain memudahkan para santri memenuhi kebutuhan BBM juga membuka ceruk bisnis baru.

     

    "Selain untuk mendukung usaha kalangan pondok pesantren, kemitraan ini juga dimaksudkan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar menggunakan bahan bakar minyak yang ramah lingkungan," kata Sales Majaner Area Wilayah Surabaya Raya dan Madura, Addieb Arselan di Pamekasan, Selasa 23 Februari 2021.

     

    Pesantren merupakan titik Pertashop yang ideal, sebab biasanya pesantren menjadi pusat sebuah pemukiman. Itu artinya masyarakat yang terkoneksi dengan pesantren itu akan ikut merasakan manfaatnya. Apalagi Pemkab Pamekasan juga mendukung program tersebut, sehingga masyarakat akan mudah menerimanya.

     

    "Ini juga bentuk dukungan Pemkab Pamekasan pada Pertamina dalam melestarikan lingkungan sehat, demi terciptanya ekosistem yang baik," kata dia.

     

    Melalui kerja sama antara Pertamina, Pemkab Pamekasan dan lembaga pesantren, usaha mengembangkan bisnis perusahaan negara itu akan lebih baik, terarah dan terukur. Sebab sinergi semacam itu akan membagi beban menjadi lebih ringan. Selain itu, nantinya upaya baik itu akan merekatkan masing-masing pihak. Menjadi satu bagian yang saling menguatkan.

     

    Untuk tahap awal, Pertamina akan menyediakan sebanyak empat buah outlet Pertashop, selanjutnya akan dievaluasi efektivitasnya. Jika memang keberadaan Pertashop mampu melahirkan titik-titik bisnis baru, di kemudian hari akan lebih banyak Pertashop didirikan.

     

    Kemitraan dengan pesantren dimaksudkan untuk mendukung usaha lembaga pendidikan agama dan masyarakat di sekitarnya. Agar mereka yang ada di daerah pedesaan itu menjadi lebih produktif dan mampu menumbuhkan potensi perekonomian yang baru. Pertashop merupakan SPBU mini yang bisa menjadi usaha altenatif bagi masyarakat yang memiliki modal terbatas untuk membuka SPBU.

     

    Pertashop juga merupakan lembaga penyalur Pertamina skala kecil yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non-subsidi, LPG non-subsidi dan produk Pertamina ritel lainnya, yang belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina. Selain itu, masyarakat juga bisa melengkapi di sekitar lingkungan Pertashop itu dengan membuka usaha lain, misalnya tambal ban, bengkel atau warung-warung kecil.

     

    Kehadiran Pertashop di daerah-daerah terpencil terbukti mampu menumbuhkan titik-titik perekonomian baru. Masyarakat juga mampu melakukan penghematan dari biaya produksi yang mereka keluarkan. Pada akhirnya efek dominonya akan membuat mereka mampu sedikit lebih cepat mengejar kemajuan. Tentunya dengan memaksimalkan seluruh potensi mereka, dengan Pertashop sebagai triger yang memicunya.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.