Karhutla Kembali Mengancam, Pertamina Terjun dan Padamkan - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Jumat, 26 Februari 2021 11:56 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Karhutla Kembali Mengancam, Pertamina Terjun dan Padamkan

    Pertamina menjadi salah satu organ yang peduli dengan kondisi tersebut. Perusahaan negara itu telah melakukan berbagai upaya bersama masyarakat dalam mencegah Karhutla, khususnya di lingkungan sekitar kilang Dumai, Riau dan kilang Sungai Pakning, Bengkalis, Riau. Pertamina tidak hanya terjun memadamkan titik panas itu, tapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Tidak lupa memberikan pelatihan penanganan Karhutla dengan tepat dan aman.

    Dibaca : 765 kali

    Ancaman Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) kembali mengintai. Di beberapa wilayah mulai muncul titik panas. Di Sumatera misalnya, baru saja ditemukan 38 titik panas yang berbahaya. BMKG di Medan pada Selasa 23 Februari 2021, menyebutkan ke-38 titik panas tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota. Sebelumnya, pada 21 Februari 2021 sebanyak 143 titik api juga muncul di Provinsi Riau. Polda Riau menyebutkan, ratusan titik api itu berasal dari 147 hotspot dengan rincian 122 titik panas sedang dan 25 titik panas tinggi.

     

    Situasi ini tentu harus disikapi dengan waspada. Jangan sampai Indonesia kembali mendapatkan nama buruk karena tidak bisa mengendalikan Karhutla. Oleh sebab itu segenap pihak harus terjun ke lapangan membantu pemerintah dan instansi terkait untuk membereskan hal itu.

     

    Pertamina menjadi salah satu organ yang peduli dengan kondisi tersebut. Perusahaan negara itu telah melakukan berbagai upaya bersama masyarakat dalam mencegah Karhutla, khususnya di lingkungan sekitar kilang Dumai, Riau dan kilang Sungai Pakning, Bengkalis, Riau. Pertamina tidak hanya terjun memadamkan titik panas itu, tapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Tidak lupa memberikan pelatihan penanganan Karhutla dengan tepat dan aman.

     

    “Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah sebagaimana disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” kata Unit Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Refinery Unit (RU) II Pertamina, Brasto Galih Nugroho, Selasa, 23 Februari 2021.

     

    Brasto menyebutkan bahwa Dumai dan Sungai Pakning merupakan salah satu wilayah rawan terjadi Karhutla, karena mayoritas tanah di daerah ini merupakan lahan gambut, sehingga memiliki karakteristik mudah terbakar terutama ketika musim kemarau. Apalagi jika ada warga atau perusahaan tertentu yang memang sengaja ingin membuka lahan dengan cara yang murah dan cepat.

     

    “Terbatasnya sumber air dan juga minimnya keahlian warga dalam memadamkan api secara efektif mendorong kami menggandeng Masyarakat Peduli Api (MPA),” tutur brasto.

     

    Program MPA, baik di Kelurahan Tanjung Palas, Dumai maupun di Sungai Pakning, Bengkalis ini diawali bantuan peralatan, edukasi mitigasi Karhutla berbasis masyarakat, serta pelatihan pemadaman api. Pertamina juga mengembangkan program tersebut di Sungai Pakning menjadi Kampung Gambut Berdikari, yang kegiatannya diperluas dengan pelatihan pemberdayaan ekonomi di lahan gambut. Misalnya pertanian nanas, olahan nanas, budidaya ikan dan pengelolaan wisata Arboretum Gambut.

     

    Khusus untuk penanganan karhutla, kelompok MPA ini didukung juga oleh pemerintah daerah. Program ini terus dikembangkan, bahkan telah dibuat kurikulum Lingkungan Peduli Api bagi sekolah di wilayah Kabupaten Bengkalis. Kabar baik ini menguatkan visi Pertamina untuk mengatasi persoalan Karhutla jauh ke depan.

     

    MPA ini kemudian direplikasi di Kelurahan Tanjung Palas, Dumai. Selain pembentukan kelompok, Pertamina juga membantu pembangunan 15 embung atau kolam penampungan air. Lokasinya ada di sejumlah titik rawan kebakaran untuk pemadaman api di Kelurahan Tanjung Palas.

     

    “Terbatasnya sumber air di Dumai, membuat kami sulit bergerak apabila terjadi Karhutla. Namun dengan adanya embung penampungan air ini, harapannya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk penanganan Karhutla di Dumai,” kata Ketua MPA Tanjung Palas, Yustanto.

     

    Embung juga bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat yang mendukung kegiatan bernilai ekonomi, seperti perikanan dan pertanian. Keberadaan embung itu penting dan sangat diperlukan oleh masyarakat setempat.

     

    Langkah Pertamina untuk menjadi bagian dari agen perubahan patut diapresiasi. Bahkan jika melihat kerja Pertamina yang menyeluruh dalam penanganan Karhutla itu, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengatasi persoalan lingkungan. Sinergi yang baik ini harus terus digalakkan dan dikembangkan dalam skala yang lebih luas. Demi Indonesia yang lebih baik, aman, nyaman dan bebas asap.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.