Literasi Pilihan Hidup, Mau Baik atau Buruk? - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Jumat, 26 Februari 2021 11:54 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Literasi Pilihan Hidup, Mau Baik atau Buruk?

    Hidup itu sebuah pilihan. baik atau buruk, bermanfaat atau tidak. Jadi siapa yang memilih untuk hidup?

    Dibaca : 1.301 kali

    Hidup siapa pun itu bak perjalanan, selalu ada pilihan. Dan Ketika sudah dipilih pun, tentu realitasnya tidak segampang yang dipikirkan. Ada jalan terjal, ada jalan licin, bahkan jalan berkerikil yang sedikit menghadang. Maka memilih dan berjalan di pilihan itu sama sekali bukan perbuatan mudah. Selalau ada gangguan, ada cobaan.

     

    Begitu pula di taman bacaan. Upaya menegakkan tradisi baca anak-anak di era digital pun pilihan. Menyediakan akses bacaan anak-anak itu pilihan. Karena kegiatan membaca pun sebuah pilihan. Mau membaca buku atau ngobrol itu pilihan. Mau bergosip atau menulis setiap hari pun itu pilihan. Jadi hidup, pasti dihadapkan pada pilihan. Maka jangan menghindar dari pilihan.

     

    Kemarin-kemarin, ada pilpres ada pilkada.

    Sejatinya itu semua pelajaran tentang cara memilih dengan baik. Apapun risikonya, bila sudah memilih maka tugas rakyat itu sudah selesai. Bila kemudian masih ada yang ribut, ada yang tidak menerima hasilnya hingga kini. Itu soal lain. Karena mereja tidak tahu arti “memilih”. Mereka lupa, tiap pilihan itu ada konsekuesnisnya, ada risikonya. Lalu, kenapa jadi berisik atas pilihannya sendiri?

     

    Literasi itu pilihan. Membaca pun pilihan. Menerima realitas juga pilihan. Bukan kepasrahan. Maka apa pun bila sudah dipilih, harus ada kesediaan hati untuk menjalaninya. Ikhtiar yang baik dan menjalankan pilihan dengan cara terbaik. Mau baik atau buruk dalam hidup pun sebuah pilihan. Maka jangan pernah menyalahkan keadaan apalagi orang lain atas setiap langkah pilihan kita.

     

    Bila taman bacaan sudah dipilih. Membaca sudah jadi pilihan.

    Maka ambillah tiap risiko yang terjadi. Jangan ragu untuk menjalaninya. Tidak usah peduli atas apa yang dikatakan orang lain. Ketahuilah, musuh terbesar "orang yang berbuat" adalah "orang tukang ngomong" yang tidak pernah dilakukannya.

     

    Saat ditanya, semua orang pasti ingin bahagia. Tapi sayang, mereka lupa bahagia juga pilihan.Mau jadi orang yang bermanfaat atau berdiam diri pun sebuah pilihan. Seperti Tuhan sering kali memilihkan “jalan hidup” yang tidak sesuai dengan harapan kita. Tapi belakangan kita baru tahu. Bahwa pilihan-Nya itulah yang terbaik untuk kita. Pilihan yang pas dan pantas untuk kita. Salam literasi #KampanyeLiterasi #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.