Perjuangan PLN demi Menerangi Desa-desa di Ujung Dunia - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Jumat, 26 Februari 2021 17:56 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Perjuangan PLN demi Menerangi Desa-desa di Ujung Dunia

    LN Sulselrabar melalui Program Listrik Masuk Desa mencatat telah melistriki sebanyak 391 desa selama tahun 2020, dengan masing-masing total dan wilayah yakni 146 Sulawesi Selatan, 139 Sulawesi Barat dan 106 Sulawesi Tenggara. Rencana ke depan akan ada penambahan pembangunan listrik masuk desa sebanyak 578 desa di tahun 2021. Jumlah itu terdiri dari 460 desa lama dan 118 desa baru. Desa lama merupakan sebagian daerah yang telah terlistriki PLN, sementara desa baru adalah seluruh wilayah itu belum teraliri listrik PLN. Desa baru itu sebelumnya hanya menggunakan listrik mandiri dusun. Salah satu wilayah yang berhasil dialiri listrik PLN pada Oktober 2020 adalah Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan, tepatnya di Dusun Cempalagi'e, Lompotiang dan Wallemping Kecamatan Donri-donri.

    Dibaca : 1.201 kali

    Di tempat yang jauh dari pusat kota, seolah-olah lokasi itu ada di ujung dunia. Sebab wilayah seperti itu memang terisolir, sarana dan prasarana minim. Tanpa listrik dan komunikasi digital yang lancar, praktis orang-orang yang berasal dari luar dusun seperti sedang menjejakkan kaki mereka ke dunia yang berbeda. Sementara mereka yang bermukim di sana seolah dibatasi tembok raksasa yang tak kasat mata. Terjebak di dalam, jauh dari dunia luar.

     

    Realitas seperti itulah yag dihadapi oleh dusun-dusun yang jauh itu, pembangunan memang terus digalakkan. Tapi untuk menyentuh wilayah yang terisolir itu memerlukan waktu lebih lama, dengan biaya yang juga tak sedikit.

     

    Kerja tak kenal lelah terus dilakukan, misalnya untuk urusan listrik, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) telah berhasil menerangi sebanyak 5.983 desa. Tercatat sampai Desember 2020, rasio elektrifikasi wilayah Sulseslrabar mencapai 99,44 persen. Rasio elektrifikasi terus digenjot agar segera menyentuh angka 100 persen. Memang tidak mudah, mengingat PLN harus menjangkau wilayah yang sangat terisolir.

     

    "Dengan surplus daya sebesar 669 MW, kami optimistis dapat melayani kebutuhan listrik masyarakat dengan baik," kata Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW Sulselrabar Mundhakir, sebagaimana dikutip Antara, Rabu, 24 Februari 2021.

     

    PLN Sulselrabar melalui Program Listrik Masuk Desa mencatat telah melistriki sebanyak 391 desa selama tahun 2020, dengan masing-masing total dan wilayah yakni 146 Sulawesi Selatan, 139 Sulawesi Barat dan 106 Sulawesi Tenggara. Rencana ke depan akan ada penambahan pembangunan listrik masuk desa sebanyak 578 desa di tahun 2021. Jumlah itu terdiri dari 460 desa lama dan 118 desa baru.

     

    Desa lama merupakan sebagian daerah yang telah terlistriki PLN, sementara desa baru adalah seluruh wilayah itu belum teraliri listrik PLN. Desa baru itu sebelumnya hanya menggunakan listrik mandiri dusun. Salah satu wilayah yang berhasil dialiri listrik PLN pada Oktober 2020 adalah Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan, tepatnya di Dusun Cempalagi'e, Lompotiang dan Wallemping Kecamatan Donri-donri.

     

    Petugas PLN tidak mudah untuk bisa sampai di Dusun Wallemping. Mereka harus menempuh jarak sejauh 16 kilometer dari jalan poros Soppeng-Sidrap dengan medan berbatu, tanjakan yang curam, serta melalui anak sungai. Jika perjalanan tanpa beban saja sudah berat, apalagi jika itu dilakukan dengan membawa beban yang berat.

     

    Meski medan yang dilalui untuk menjangkau dusun tersebut terbilang berat, PLN berhasil membangun jaringan sepanjang 3,9 kms, Jaringan Tegangan Rendah, 9,5 Kms, Jaringan Tegangan Menengah dan tiga gardu distribusi dengan total daya 150 kVA. Proses untuk membangun jaringan kelistrikan itu telah dilakukan dengan kerja keras dan kesabaran.

     

    Segenap warga mengucapkan terima kasih kepada PLN, karena sekarang warga telah menikmati listrik. Saat ini kehadiran listrik di Dusun Wallemping sangat membantu memajukan taraf hidup masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan.

     

    Dikisahkan sebelumnya, siswa atau siswi di Dusun Wallemping jika hendak mengakses jaringan internet harus menempuh jalan berbatu sejauh dua kilometer. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan sinyal untuk pembelajaran online. Kisah seperti inilah yang menjadi dorongan bagi PLN untuk menghadirkan listrik di wilayah itu dengan sekuat tenaga.

     

    "Tentu listrik akan sangat membantu anak-anak sekolah agar dapat belajar lebih lama dan mengisi ulang gawainya dengan leluasa untuk digunakan belajar online selama pandemi," kata Ketua Adat Dusun Wallemping Muhammad Nur.

     

    PLN terus menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan rasio elektrifikasi 100 persen di Provinsi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat. Memang bukan kerja yang mudah, namun dengan tekad dan kesabaran, seluruh rintangan akan terasa indah. Sebab semua itu dilakukan demi menghadirkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia, meskipun mereka tinggal di wilayah yang seolah-olah ada di ujunbg dunia. Cita-cita yang telah diniatkan sejak bangsa ini merdeka.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.