Association les Amis de lndonésie (AAI) Bantu Pendidikan Nonformal Taman Bacaan

Kamis, 4 Maret 2021 07:20 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Association les Amis de l'Indonésie (AAI), lembaga sosial yang berpusat di Perancis bantu pendidikan nonformal Taman Bacaan Lentera Pustaka di Indonesia.

AAI Perancis Bantu Program Pendidikan Nonformal Taman Baca Lentera Pustaka

 

Association les Amis de l'Indonésie  (AAI), sebuah lembaga sosial yang fokus membantu bidang kemanusiaan, pendidikan, dan budaya sepakat memberikan bantuan program pendidikan nonformal Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor (1/03/2021). Hal ini sebagai implementasi spirit filantropi AAI yang anggotanya terdiri warga negara Perancis yang cinta Indonesia dan WNI  yang bermukim di Perancis sebagai aksi nyata kepedulian terhadap pendidikan yang dilakukan taman bacaan selain untuk meningkatkan tradisi baca anak-anak Indonesia.

 

“Bantuan program Pendidikan AAI ke Taman Baca Lentera Pustaka ini merupakan bagian semangat filantropi dan wujud cinta kami kepada anak-anak Indonesia. Sesuai nilai-nilai organisasi AAI yang terus mendukung nilai kemanusiaan, pendidikan, dan sosial. Sebagai kontribusi nyata dan bagian tanggung jawab sosial kami kepada dunia pendidikan nonformal,” ujar Jenny Bouffette, Ketua AAI didampingi Novi Hernalsteen (Sekretaris) dan Destin Olivero (Bendahara) dalam keterangan tertulisnya.

 

AAI yang berpusat di Tarbes Perancis, dalam risalah rapat pengurus secara virtual yang terdiri dari 38 anggota. Telah menyepakati untuk memberikan bantuan program pendidikan nonformal Taman Baca Lentera Pustaka yang diasuh Syarifudin Yunus, seorang dosen,   sebagai salah satu penerima bantuan Pendidikan Terpilih tahun 2021. Adapun bantuan akan digunakan untuk 1) akses internet, 2) remunerasi petugas baca, 3) listrik, dan 4) biaya program bulanan.  Selain Taman Baca Lentera Pustaka Bogor, AAI pun memberikan bantuan kepada 2 penerima lainnya di berupa beasiswa anak di Jakarta dan Banjarmasin.

 

Bantuan program Pendidikan AAI tahun 2021 ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara diaspora Indonesia di Perancis dengan lembaga pendidikan norformal seperti TBM Lentera Pustaka dalam menegakkan tradisi baca anak, di samping upaya untuk menekan angka putus sekolah di daerah tidak mampu. Selain itu, taman bacaan sebagai bagian pendidikan masyarakat pun harus harus dikelola secara baik dan kreatif. Sehingga anak-anak tertarik untuk membaca buku di era digital, di samping tekun dalam belajar untuk mencapai cita-citanya.

 

Bantuan AAI Perancis ini sangat berguna untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan Taman Baca Lentera Pustaka yang kini jadi tempat membaca 145 anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. AAI menjadi energi dan semangat kami sebagai pengelola untuk bentindak lebih baik lagi. Terima kasih AAI Perancis dan ILUNI 30 yang telah memfasilitas program ini” kata Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka.

 

Untuk diketahui, TBM Lentera Pustaka saat ini merupakan taman bacaan satu-satunya yang resmi di Kec. Taman Sari Bogor dan bertekad menjadikan anak-anak usia sekolah di Desa Sukaluyu terbiasa membaca dan membentuk karakter dan budi pekerti anak-anak usia sekolah. Sehingga terbebas dari ancaman putus sekolah.

 

Setelah 4 tahun berdiri, TBM Lentera Pustaka saat ini menjalan empat program utama bidang Pendidikan nonformal,  yang terdiri dari:

  1. Taman Bacaan (TABA), sebagai tempat membaca 145 anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu secara ekonomi dan berasal dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya). Saat ini setiap anak mampu membaca 5-10 buku per minggu dengan jam baca 3 hari dalam seminggu.
  2. GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) yang diikuti 10 ibu-ibu kaum buta aksara yang rutin belajar baca-tulis 2 kali seminggu. Dari mulai tidak bisa menulis nama dan tanda tangan, kini kaum ibu warga belajar GEBERBURA telah bisa membaca dan menulis.
  3. KElas PRAsekolah (KEPRA) yang diikuti 20 anak-anak usia prasekolah yang belajar mengenal huruf, membaca, dan berhitung. Sambil bermain gembira, seminggu 3 kali anak-anak prasekolah datang diantar ibunya secara rutin.
  4. YAtim BInaan (YABI) yang kini ada 11 anak yatim yang dibina dan diberikan bantuan “uang sekolah” dana rutin tidak bulan agar dapat melanjutkan sekolah, di samping ada 3 anak yatim yang mendapat beasiswa untuk tetap sekolah.

 

Atas kiprah sosial inilah, AAI Perancis menegasak dukungan konkret terhadap tradisi baca guna melahirkan generasi penerus yang berpengetahuan dan memiliki karakter yang tangguh. Sekaligus untuk meningkatkan budaya literasi anak Indonesia. Ubah niat baik jadi aksi nyata. #AAIPerancis #TBMLenteraPustaka #BantuanPendidikanNonformal

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler