Membanggakan, Black Garlic Binaan Pertamina Tembus Pasar Internasional - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Kamis, 4 Maret 2021 07:09 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Membanggakan, Black Garlic Binaan Pertamina Tembus Pasar Internasional

    Namun perjalanan bisnis Intan tidak selalu mulus, sepanjang 2020 usahanya harus terkena dampak pandemi Covid-19. Sama seperti pengusaha yang lain, Intan harus berjuang keras agar bisa bertahan. Tahun tersebut jadi masa terberat Intan dalam menjalankan bisnis black garlic. Bisnis yang baru berkembang itu menadapatkan ujian terberatnya. Meskipun begitu Hitara Black Garlic tidak menyerah pada keadaan. Intan berusaha mencari jalan keluar dari kondisi yang tidak menguntungkan itu. Berbagai langkah dicoba agar dapat bertahan dan bangkit secepatnya.

    Dibaca : 704 kali

    Black garlic merupakan bawang hasil fermentasi dari bawang putih yang memiliki tekstur lembut, serta rasa yang gurih dan ringan. Bentuknya sekilas mirip bawang putih kering, tapi bila dikupas buahnya berwarna hitam. Selama ini, bawang hitam dipercaya memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan tubuh manusia, serta memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

     

    Salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mitra Pertamina yang menggeluti bisnis ini adalah Intan Anastasia. Pemilik Hitara Citra Selaras yang sekarang dikenal nama Hitara Black Garlic ini bergabung sebagai mitra melalui program Kemitraan Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat pada 2019.

     

    Pertamina mendukung pelaku UMKM yang menjadi mitra binaannya agar bisa bangkit dari dampak pandemi Covid-19. Program ini terbukti telah membuat banyak pelaku UMKM mampu bertahan, bahkan naik kelas.

     

    Dukungan ini diwujudkan melalui beberapa skema roadmap pembinaan. Terdapat empat tahapan pembinaan yang disiapkan Pertamina agar pelaku UMKM bisa unggul dan mandiri, yakni go modern, go digital, go online, dan go global. Setiap tahapan dipantau dan diberikan pembinaan yang sesuai, sehingga UMKM mempu memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

     

    Intan menjelaskan, produk bawang putih hitam atau black garlic merupakan produk utama dari Hitara yang terbilang unik dan selalu menjadi perhatian di berbagai kesempatan. Sebab produk ini terbilang belum banyak yang memproduksinya. Lambat laun, usahanya pun berkembang. Intan kemudian mengubah brand UMKM miliknya menjadi Hitara Black Garlic.

     

    Namun perjalanan bisnis Intan tidak selalu mulus, sepanjang 2020 usahanya harus terkena dampak pandemi Covid-19. Sama seperti pengusaha yang lain, Intan harus berjuang keras agar bisa bertahan. Tahun tersebut jadi masa terberat Intan dalam menjalankan bisnis black garlic. Bisnis yang baru berkembang itu menadapatkan ujian terberatnya.

     

    Meskipun begitu Hitara Black Garlic tidak menyerah pada keadaan. Intan berusaha mencari jalan keluar dari kondisi yang tidak menguntungkan itu. Berbagai langkah dicoba agar dapat bertahan dan bangkit secepatnya.

     

    "Sebelum pandemi ini, Hitara lebih banyak melakukan promosi dan penjualan melalui pameran-pameran. Bisa dibilang, produksi kami cukup tinggi dan selalu berjalan dengan lancar setiap bulannya," kata Intan, sebagaimana dikutip Kompas.com, Jumat 26 Februari 2021.

     

    Ketika pandemi terjadi pada awal 2020, bukan hanya target pasar yang harus berubah, Intan juga harus menyesuaikan tingkat produksi Hitara Black Garlic. Kecermatan membidik pasar inilah yang kemudian membuat bisnis Intan keluar dari lubang jarum. Padahal saat awal pandemi, Intan benar-benar mengalami pukulan telak.

     

    "Misalnya, jika tahun sebelumnya empat mesin yang berproduksi, pada 2020 sempat hanya satu mesin dulu yang dioperasikan. Agak sedih juga sih karena jumlah pesanan menurun signifikan jadinya," jelasnya.

     

    Intan berani berubah. Ia tidak bisa lagi mengandalkan sistem penjualan langsung yang sebelumnya digunakan. Karena itu, ia pun beralih dari penjualan sistem offline menjadi online. Sebab kondisi pandemi membuat orang membantasi interaksi sosial. Keadaan itulah yang juga memaksa Intan untuk beralih ke strategi penjualan online.

     

    Beruntunglah intan mendapat pembinaan dari Pertamina. Sebab ia mendapat ilmu penjualan online sejak bergabung menjadi mitra binaan Pertamina dua tahun lalu. Dari Pertamina, ia mengaku tidak hanya mendapatkan dukungan modal, tapi juga pelatihan melalui seminar online.

     

    Kemudian yang juga mengangkat bisnisnya yang lesu itu saat ia mengikuti Pertamina SMEXPO 2020. Ajang pameran virtual UMKM terbesar di Indonesia tersebut digelar pada September 2020. Dalam acara tersebut, Pertamina menghadirkan ratusan UMKM binaannya, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, furnitur, hingga agrobisnis. Intan termasuk di dalamnya.

     

    Dari pameran itulah yang membuat produk Intan meluncur ke luar negeri. Para pembeli dari mancanegara telah mencoba produknya dan sekarang Intan terus melakukan penjajakan kerja sama dengan konsumen luar negerinya. Pandemi memang membuat rencana pameran produk iIntan di beberapa negara dibatalkan. Namun kabar baik ini tentu sebuah awal yang menggembirakan, mengingat sebelumnya bisnis Intan sempat terpuruk karena pandemi. Kini tidak hanya berhasil bangkit, Intan bahkan mulai merambah pasar luar negeri.  

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.