Sosialisasi Pengolahan Buah Jeruk Menjadi Sirup Jeruk oleh Mahasiswa UMM di Desa Bocek - Analisa - www.indonesiana.id
x

Hilaliyatul Qodariyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Maret 2021

Sabtu, 6 Maret 2021 07:15 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Sosialisasi Pengolahan Buah Jeruk Menjadi Sirup Jeruk oleh Mahasiswa UMM di Desa Bocek

    Kegiatan sosialisasi pengolahan jeruk yang dilakukan oleh mahasiswa UMM dalam rangka salah satu program kerja kegiatan PMM yang diselenggarakan oleh UMM, tujuan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa UMM ini adalah untuk memberikan nilai jual yang lebih terhadap buah jeruk di pasaran.

    Dibaca : 212 kali

    sosialisasi pengolahan buah jeruk bersama anggota KWT

    Semenjak terjadinya pandemi Covid-19 yang dikonfirmasi oleh Presiden Joko Widodo yaitu pada tanggal 2 Maret 2020, khususnya perekonomian dan sosial di Indonesia mulai berubah. Dampak yang paling dirasakan  pada perekonomian di Indonesia adalah terputusnya lapangan kerja. Dan hal tersebut juga berdampak pada sebagian warga yang ada di Desa Bocek.

    Oleh karena itu, kami melalui Peserta Pengabdian Masyarakat (PPM) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelombang 2 kelompok 94, bermaksud untuk membantu para warga Desa Bocek merevitalisasi ekonomi dengan memberdayakan masyarakat untuk membuat sirup jeruk dan manisan kulit jeruk. Tujuan lainnya yaitu supaya warga bisa memanfaatkan bahan mentah yang ada, kemudian diolah menjadikan varian produk baru yang tentunya dapat menambah nilai jual untuk dipasarkan.

    Jeruk adalah salah satu komoditi terbesar di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Hampir sebagian besar mata pencaharian warga yang ada di desa tersebut adalah petani buah dan sayur.  Pada saat panen, tentunya ada banyak jeruk yang tidak laku terjual dan terbuang sia-sia. Selain hal itu, warga terutama petani jeruk mengeluhkan terkait kekecewaan terhadap harga jual jeruk yang merosot sehingga hal tersebut membuat rugi terutama para petani jeruk ini. Berangkat dari hal itu, kita bisa memperpanjang masa simpan jeruk serta menambah nilai jual jeruk itu dengan mengolahnya menjadi sirup jeruk ataupun manisan kulit jeruk.

    Kreasi dari pengolahan kulit jeruk menjadi manisan kulit jeruk ini berhasil dibuat pada tanggal 28 Februari 2021. Pengolahan kulit jeruk menjadi manisan ini mempunyai beberapa tahapan. Tahapan pertama, kupas kulis jeruk lalu iris-iris kulit jeruk tersebut dan dicuci.

    Tahapan kedua, rendam kulit jeruk di dalam air kapur semalaman untuk menghilangkan rasa pahit dari kulit jeruk itu, lalu dicuci setelah direndam. Tahapan ketiga, masak air dengan gula dan sedikit garam hingga larut, lalu kemudian masukkan kulit jeruk yang sudah selesai direndam dengan air kapur masak hingga menyusut. Tahap keempat, susun kulit jeruk di atas loyang yang sudah dilapisi kertas. Tahap kelima, jemur kulit jeruk yang sudah ada di loyang selama 1-2 hari. Tahap keenam, baluri kulit jeruk yang sudah selesai dikeringkan dengan gula.

    Sedangkan kreasi dari pengolahan jeruk menjadi sirup ini berhasil dibuat pada tanggal 1 Maret 2021. Pengolahan jeruk menjadi sirup ini mempunyai beberapa tahapan. Tahapan pertama, kupas kulit jeruk dan cuci buahnya hingga bersih. Tahapan kedua, jeruk diperak untuk diambil sari-sarinya. Tahapan ketiga, masak air dan gula hingga larut. Kemudian langkah keempat, masukkan sari jeruk yang sudah diperas. Tahapan kelima, tambahkan sitrun satu sendok teh, dan pewarna apabila di rasa warna dari sari jeruk kurang. Langkah terakhir, dinginkan sirup jeruk hingga siap dimasukkan ke dalam botol kemasan.

    Pemaparan materi sosialisasi

    Sirup jeruk dan manisan kulit jeruk yang sudah dimasukkan ke dalam kemasan inilah yang disosialisasikan pada tanggal 3 Maret 2021 dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd. Sosialisasi pengolahan sirup dan manisan kulit jeruk bertempat di salah satu rumah anggota Kumpulan Wanita Tani (KWT) di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso. Peserta yang hadir pada sosialisasi tersebut adalah para kader Kumpulan Wanita Tani (KWT)  dari Desa Bocek dengan jumlah 20 orang.

    Sosialisasi pengolahan jeruk mempunyai rincian materi tentang kandungan beserta manfaat yang terdapat dalam buah jeruk, bagaimana cara pengolahan buah jeruk menjadi sirup dan manisan kulit jeruk, terakhir dan poin penting dari acara ini adalah bagaimana cara agar produk dari olahan jeruk ini terlihat lebih menarik agar pembeli tertarik untuk membeli sehingga kami memberikan juga materi mengenai bagaimana cara melakukan branding sebuah produk, bagaimana cara memasarkan sebuah produk, dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana mempromosikan produk.

    Reaksi masyarakat dengan sosialisasi pengolahan jeruk ini sangat positif. Kelompok 94 gelombang 2 berhasil mendapatkan apresiasi dari ketua KWT. “Untuk kreasi pengolahan dari bahan jeruk ini cukup menginspirasi warga Desa Bocek. Karena sebagian besar mata pencaharian dari Desa Bocek ini adalah sebagai petani buah dan sayur. Selain pengolahan jeruk saya juga sangat tertarik dengan materi branding dan cara mempromosikan produk yang kalian sampaikan, karena itu menjadi salah satu kendala bagi kita, ketika sudah bisa membuat sebuah produk kita kesusahan dalam cara promosi dan pemasarannya”, ujar ibu Siska sebagai ketua KWT kepada kelompok 94 gelombang 2 pada tanggal 3 Maret 2021.

    Peserta sosialisasi

    Adanya program kerja tersebut juga membuktikan, bahwa pada saat pandemi covid-19 pun, UMM tetap melaksanakan PMM dengan selalu mematuhi protokol kesehatan yang ada. Diantaranya tetap menjaga kebersihan dan selalu mencuci tangan, baik sebelum dan sesudah  kegiatan. Serta, selalu memakai masker. Harapan dari program kerja sirup jeruk dan manisan kulit jeruk ini dapat membantu masyarakat Desa Bocek agar bisa memanfaatkan nilai jual dari buah jeruk itu sendiri. Dan juga, bisa membantu masyarakat Desa Bocek dengan menciptakan lapangan kerja.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.