Hanya Dua Petinju Indonesia, Berpotensi Menjadi Juara Dunia - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Saat Merebut gelar juara dunia versi IBO.

Raiders Marpaung

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Juni 2020

Rabu, 10 Maret 2021 13:11 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Hanya Dua Petinju Indonesia, Berpotensi Menjadi Juara Dunia

    Menjadi juara dunia tinju bukanlah perkara mudah. Tidak cukup dengan modal bakat saja. Dibutuhkan kondisi fisik yang prima, kerja keras, ketekunan, keberanian, mental baja dan pantang menyerah. Mampu menempatkan diri dalam daftar penantang juara dunia yang dikeluarkan oleh organisasi tinju dunia. Karena hanya petinju yang terdaftar dalam deretan penantang juara dunialah yang berhak menantang juara dunia.

    Dibaca : 2.221 kali

    Menjadi juara dunia tinju bukanlah perkara mudah. Tidak cukup dengan modal bakat saja. Dibutuhkan kondisi fisik yang prima, kerja keras, ketekunan, keberanian, mental baja dan pantang menyerah.

    Disamping itu masih ada lagi. Manajer yang professional sehingga dapat banyak kesempatan bertanding dan meraih kemenangan demi kemenangan. Terakhir, mampu menempatkan diri dalam daftar penantang juara dunia yang dikeluarkan oleh organisasi tinju dunia.

    Hanya petinju yang terdaftar dalam deretan penantang juara dunialah yang berhak menantang juara dunia. Saat ini, dari begitu banyak petinju professional Indonesia. Hanya ada dua petinju yang masuk dalam daftar deretan penantang juara dunia. Keempat petinju itulah yang berhak untuk menantang juara dunia tinju.

    Siapa sajakah mereka ? Berikut ulasannya. 

     

    1. Tibo Monabesa (Penantang peringkat 6 versi WBC)

    Tibo Monabesa, seorang petinju Indonesia asal Nusa Tenggara Timur. Tibo sedang naik daun di kancah tinju professional. Tibo dilahirkan di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, 10 Juni 1990.

    Tibo Monabesa yang mendapat julukan "Ilduce" di usia yang masih muda, 23 tahun. Telah menyandang gelar juara kelas Light Flyweight Indonesia Boxing Association (ATI/IBA). Tibo meraih gelar tersebut setelah mengalahkan Domi Nenokeba.

    Kemudian empat bulan kemudian. Ia merebut gelar juara kelas Minimumweight Indonesia Professional Boxing Commission (KTPI/IBPC). Dengan mengalahkan Ellias Nggenggo.

    Di usia 24 tahun kembali ia menambah koleksi gelar. Tibo merebut gelar juara kelas Light Flyweight Indonesia Professional Boxing Commission (KTPI/IBPC). Tibo berhasil mencatat kemenangan KO atas Jack Amisa di ronde kelima.

    Kemudian di usia 27 tahun. Ia berhasil merebut gelar di level internasional. Tibo berhasil menjadi juara kelas Light Flyweight World Boxing Council (WBC) International Silver.

    Di usia 29 tahun, Tibo merebut gelar juara dunia kelas Light Flyweight versi International Boxing Organization (IBO). Tibo berhasil mengalahkan petinju tangguh Australia Omari Kimweri. Omari yang merupakan mantan juara World Boxing Council (WBC) Silver kelas Light Flyweight. Dikalahkan dengan angka mutlak. Kemenangannya tersebut sekaligus memperbaiki catatan rekornya menjadi 20 kali menang, dua kali draw dan hanya sekali kalah.

    Atas keberhasilan tersebut, Tibo masuk dalam daftar penantang juara dunia versi WBC. Tibo sebagai penantang peringkat 6 versi WBC berpeluang memburu gelar juara dunia kelas Light Flyweight dari badan tinju dunia yang lebih bergengsi World Boxing Council (WBC). Gelar juara saat ini dipegang oleh Kenshiro Teraji dari Jepang.

     

    2. Daud Yordan (Penantang peringkat 13 versi WBO dan peringkat 30 versi WBC)

    Daud Cino Yordan, seorang petinju Indonesia asal Kalimantan Barat. Daud sedang naik daun di kancah tinju professional. Daud dilahirkan di Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, 10 Juli 1987.

    Daud Yordan yang mendapat julukan "Cino". Di usia yang masih muda, 20 tahun. Telah menyandang gelar juara kelas bulu World Boxing Organization (WBO) Asia Pacific Youth.

    Kemudian di usia 22 tahun. Ia merebut gelar juara kelas bulu World Boxing Organization (WBO) Oriental. Di usia 23 tahun, kembali ia menambah koleksi gelar internasional dengan merebut gelar juara kelas bulu World Boxing Organization (WBO) Asia Pacific.

    Selanjutnya di usia 24 tahun. Ia merebut gelar juara International Boxing Organization (IBO) Asia Pasifik. Usia 25 tahun, lagi-lagi menambah koleksi gelar dengan merebut gelar juara dunia Versi International Boxing Organization (IBO).

    Usia 26 tahun naik ke kelas ringan. Ia kembali merebut gelar juara dunia Versi International Boxing Organization (IBO) di kelas ringan. Usia 27 tahun menambah koleksi gelar lagi dengan merebut gelar juara World Boxing Organization (WBO) Asia Pasifik di kelas ringan.

    Kemudian di usia 28 tahun merebut gelar juara kelas ringan World Boxing Organization (WBO) Afrika. Selanjutnya di usia 29 tahun kembali menambah gelar. Dengan merebut gelar juara kelas ringan World Boxing Association (WBA) International.

    Usia 31 tahun, terus menambah gelar dengan merebut gelar juara kelas ringan World Boxing Organization (WBO) Inter-Continental. Daud "Cino" Yordan, petinju si raja KO seorang fighter sejati. Petinju asal Kayong Utara tersebut, dua lalu kembali menambah koleksi gelarnya. Daud berhasil merebut sabuk juara tinju World Boxing Organization (WBO) Oriental kelas ringan super dan sabuk juara dunia kelas ringan super versi International Boxing Association (IBA).

    Atas keberhasilannya tersebut. Daud masuk dalam deretan daftar penantang juara dunia versi World Boxing Organization (WBO). Ia berada pada peringkat 13.

    Dengan posisinya dalam daftar penantang dengan rekor bertanding 40 kali menang dan 4 kali kalah. Daud berpeluang beralih ke WBO (badan tinju dunia yang lebih bergengsi). Dengan memburu gelar juara kelas ringan super versi WBO. Gelar tersebut saat ini dipegang oleh Jose Carlos Ramirez dari Amerika Serikat.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.