Peluk Bumi, Hargai Air untuk Aset Kehidupan

Senin, 15 Maret 2021 18:05 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hari air Dunia merupakan gerakan untuk menjaga kualitas dn kuantitas air yang semakin terbatas. Sering kita melupakan hal ini karena kita merasa air adalah sumber daya alam yang tidak akan habis. Akan tetapi kita keliru. Pemanasan global yang kian menambah, bencana alam yang datang silih berganti, penebangan hutan membuat pemasokan air yang dulu melimpah kini menjadi berkurang. Diharapkan dengan adanya Hari Air dunia kita semua mampu menghargai air dengan bijak agar dimasa yang akan datang kita tidak kesuitan untuk mendapatkan air.Menjaga air menjaga kehidupan.

Apa jadinya  jika air di bumi tidak ada?  Akankah kehidupan  masih  berlanjut? Tentu saja tidak. Hal ini disebabkan karena air sebagai sumber kehidupan untuk semua mahluk hidup yang tinggal di bumi. Air merupakan sumber daya alam yang paling melimpah akan tetapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya populasi manusia, membuat kebutuhan air semakin meningkat sehinga menyebabkan krisis air bersih. Air juga sumber daya alam  yang sangat penting bagi seluruh mahluk hidup. Dalam kehidupan sehari-hari,  seluruh mahluk hidup yang  tinggal di bumi sangat memerlukan air dalam keberlangsungan hidup terutama manusia. Air bersih dimnafaatkan kebutuhan sehari-hari, selain itu juga dimanfaatkan sebagai kebutuhan cairan tubuh manusia. seperti kita ketahui bahwasanya didalam tubuh manusia terdiri dari 80 % air. Tahukah Anda bahwa perubahan iklim yang kian berubah merupakan alasan penyebab  semakin langkanya air. Dilansir oleh Made For Minds bahwa akibat   perubahan iklim jumlah orang yang menderita  kekurangan air akan bertambah 40%, menurut hasil Perhitungan Institut Penelitian Iklim di Postdam (PIK). Terutama di Cina Selatan, Amerika Serikat, Timur Tengah dan Laut Tengah mulai kekurangan air.

Hari Air Dunia atau Hari Air Internasional  diperingati setiap tahun setelah sidang PBB ke 47 di Rio De Jeneiro, Brazil pada tanggal 22 Maret 1992. Dengan adanya hari air ini diharapkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia terutama indonesia agar bisa menghargai akses air bersih demi keberlangsungan hidup bersama. Gerakan ini di gencarkan agar seluruh lapisan masyarakat menggunakan air sebijak mungkin tanpa membiarkan terbuang percuma jika sudah tidak digunakan. Sudahkah kita menghargai air? Air yang di alam tidak akan mampu memenuhi kebutuhan semua mahluk hidup jika selalu mengalami peningkatan pertumbuhan. Pertumbuhan yang meningkat membuat lahan akan semakin besar di buka , hutan akan di jadikan tempat tinggal sehingga pohon akan di tebang yang menyebabkan terjadinya bencana alam. Sementara pohon berguna untuk menahan penyerapan air. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memiliki kebutuhan air perhari, mulai dari minum dan lain sebagainya.Keperluan air pada manusia rata-rata 150 liter/ hari (wardhana,1999) Mulai dari minum, masak dan kebersihan dapur, mandi kakus, cuci pakaian, wudhu, kebersihan rumah, menyiram tanaman, mencuci kendaraan, dan lainnya . Menggunakan air seperlunya, kita turut membantu menghargai air untuk kehidupan kita dimasa datang. Gerakan Hari Air Dunia merupakan salah satu bentuk kepedulian air terutama untuk memasok air bersih yang kian semakin krisis. Ayo kaum millenial mari bergerak bersama, tumbuhkn kesadaran penggunaan air  ajak saudara-saudara kita menggunakan air sebijak mungkin. Dimulai dari diri sendiri, gunakan air seperlunya, mematikan keran jika air sudah penuh, menggunakan detergen atau sabun secukupnya agar tidak membuang air terlalu banyak, dan memulai untuk membuat sumur resapan atau biopori untuk cadangan air. Menghargai  air menghargai kehidupan. Gunakan air seperlunya guna menjaga keberlangsungan air bersih.

                               

Air dan Bumi              

Sumber : 

ROSS, D.A.1970. Introduction to Oceanography.Merediyh Corporation, New York :106-12         WARDHANA,W.A.1999. Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi Offset. Yogyakarta.284 hal

Bagikan Artikel Ini
img-content
chelta may limbong

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Peluk Bumi, Hargai Air untuk Aset Kehidupan

Senin, 15 Maret 2021 18:05 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua