Rempah yang Mendatangkan Berkah   - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Senin, 29 Maret 2021 07:19 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Rempah yang Mendatangkan Berkah  

    Irma memulai usahanya sejak tahun 2007. Namun usaha itu tidak menunjukkan perkembangan signifikan, sebab memang dikelola dengan cara sederhana. Irma belum mengerti bagaimana mengemas dan memasarkan produk secara luas. Apalagi harus memikirkan cara mencari pelanggan baru. Pada awal memulai bisnis, Irma hanya menitipkan produknya di warung-warung kecil sekitar rumahnya. kemudian semua itu berubah dengan adanya bantuan modal dan bimbingan dari Pertamina, hingga saat ini ia memiliki pelanggan tetap di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti wilayah Maluku Utara sendiri, Ambon, Sumatera, Jakarta, dan daerah lainnya.

    Dibaca : 439 kali

    Di masa lalu, negara-negara Eropa menjajah Nusantara karena rempah yang melimpah. Di daerah dingin, rempah sangat berharga. Sebab daerah mereka tidak bisa menghasilkannya. Ketika orang-orang Eropa tahu dari mana sumber rempah-rempah itu, mereka mulai mendatanginya. Awalnya mereka membelinya, kemudian menjajahnya.

     

    Sayangnya, rempah yang begitu berharga itu belum sepenuhnya mendatangkan kemakmuran. Sebab kebanyakan dari mereka yang menghasilkan rempah itu tidak mengolahnya sedemikian rupa, dan tidak bisa memasarkannya ke manca negara. Rempah dikelola dengan sangat sederhana. Kalaupun terjadi transaksi ekonomi, para petani menjual murah pada tengkulak begitu saja.

     

    Namun ada beberapa orang yang memiliki inisiatif untuk mengolah rempah itu, kemudian menjualnya dalam bentuk produk jadi. Dengan penanganan dan bimbingan yang baik, banyak dari pelaku usaha kecil itu yang bahkan berhasil naik kelas. Contohnya adalah Irmawati A. Husen, pemilik usaha Ifamoy yang berbasis di Jalan Bali Bunga, Kelurahan Tabona, Ternate, Maluku Utara. Ia memanfaatkan kekayaan rempah timur Indonesia menjadi aneka macam produk.

     

    Jalan lempang Irmawati dimulai ketika ia mendapat bimbingan dari Pertamina. Ia menjadi mitra binaan Pertamina pada 2020 lalu. Berkat bantuan modal yang diterima, ia bisa melipatgandakan produksi kopi kenari yang semula 100 cap per hari menjadi 10 kali lipat hingga 1000 cap setiap harinya.

     

    “Kami memproduksi olahan kenari, seperti selai kenari, kopi kenari dan snack kenari, olahan pala seperti abon pala, nastar pala, teh pala dan lainnya,” kata Irmawati A. Husen, Jumat 26 Maret 2021.

     

    Irma memulai usahanya sejak tahun 2007. Namun usaha itu tidak menunjukkan perkembangan signifikan, sebab memang dikelola dengan cara sederhana. Irma belum mengerti bagaimana mengemas dan memasarkan produk secara luas. Apalagi harus memikirkan cara mencari pelanggan baru.

     

    Pada awal memulai bisnis, Irma hanya menitipkan produknya di warung-warung kecil sekitar rumahnya. kemudian semua itu berubah dengan adanya bantuan modal dan bimbingan dari Pertamina, hingga saat ini ia memiliki pelanggan tetap di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti wilayah Maluku Utara sendiri, Ambon, Sumatera, Jakarta, dan daerah lainnya.

     

    Kenaikan produksi yang berkali lipat itu pun berimbas pada omzet yang dia dapatkan. Jika sebelum menjadi binaan Pertamina, Irma mampu mengantongi pendapatan sebesar Rp20 juta tiap bulan. Kini pendapatannya bisa mencapai Rp60 juta setiap bulan.

     

    “Sungguh banyak perubahan besar terjadi pada usaha saya setelah menjadi binaan Pertamina. Karena banyak program dan pendampingan yang bagus,” katanya.

     

    Dengan perkembangan bisnis ini maka lebih banyak warga sekitar yang turut merasakan manfaatnya. Irma memberdayakan para pekerja yang merupakan ibu rumah tangga dan para wanita yang memiliki tingkat pendidikan rendah. Dengan cara itulah orang-orang yang sebelumnya menganggur itu mendapatkan pekerjaan.

     

    Pertamina terus mendukung pengembangan produk-produk lokal agar lebih mendunia. Terutama pemanfaatan rempah-rempah yang melimpah di Indonesia. Melalui Program Kemitraan ini, Pertamina telah menunjukkan baktinya untuk pertiwi. 

     

    Irma menjadi salah satu saksi hidup, dari rempah itulah, banyak orang yang kini merasakan berkah. orang-orang yang dulu seperti anak ayam yang mati dalam lumbung padi. Kini dengan kreativitas dan keuletan, mereka dapat memperbaiki nasib. Menjadi bagian dari bangsa besar dengan kisah melegenda di seluruh penjuru dunia sejak dulu kala. Dengan mengolah rempah dan terus bertumbuh dengan segenap potensinya.

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.