FPMSI Mengutuk Keras Aksi Terorisme di Mabes Polri, Ajak Warganet Bersatu Sebar Konten Persatuan di Media Sosial   - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Fpmsi

Alfin Riki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 1 April 2021 21:23 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • FPMSI Mengutuk Keras Aksi Terorisme di Mabes Polri, Ajak Warganet Bersatu Sebar Konten Persatuan di Media Sosial  

    FPMSI Mengutuk Keras Aksi Terorisme di Mabes Polri, Ajak Warganet Bersatu Sebar Konten Persatuan di Media Sosial  

    Dibaca : 370 kali

     


    Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) Rusdil Fikri mengutuk aksi dugaan terorisme di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021) sore.

    "Atas nama warganet dan FPMSI mengutuk keras aksi penembakan yang dilakukan orang yang tidak dikenal, aksi terorisme di Mabes Polri," kata Rusdil di Jakarta.

    Rusdil juga mendukung dan berharap kepada Kapolri Jenderal (pol) Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap kasus penembakan tersebut dan aksi terorisme lainnya seperti bom yang meledak di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

    "Saya dan masyarakat mendukung penuh aparat kepolisian dan jajaran untuk melakukan langkah-langkah progresif dalam rangka penangkapan dan pengungkapan kasus-kasus terorisme dan kasus-kasus kekerasan lainnya," tutur Rusdil.

    Sementara itu, Koordinator Nasional FPMSI Hafyz Marshal mengimbau agar warganet senantiasa waspada terhadap konten radikalisme dan provokatif di media sosial. Dirinya mengajak agar warganet melaporkan konten radikalisme kepada platform medsos tersebut.

    "Jika ada konten yang tak layak, mari melakukan report ke penyedia platform agar Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan sebagainya agar segera menurunkan konten tak layak tersebut," kata Hafyz.

    Tak hanya itu, Hafyz juga mengajak seluruh elemen warganet terlebih generasi Milenial agar senantiasa konsisten menyebarkan konten positif seputar persatuan dan perdamaian di media sosial, serta tidak menyebarkan konten aksi terorisme tadi seperti foto maupun video.

    "Mengajak masyarakat tidak ikut posting atau menyebarluaskan konten foto, gambar, atau video korban aksi terorisme di media sosial. Karena memberikan peluang bagi pelaku teror untuk mencapai tujuannya yakni menyebarkan ketakutan di kalangan masyarakat," ujar Hafyz.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.