Berawal Dari Pertanian, Indonesia Memasuki Sektor Industri - Analisa - www.indonesiana.id
x

sumber foto: bisnis.com

Riki Sualah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Juli 2020

Kamis, 1 April 2021 21:05 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Berawal Dari Pertanian, Indonesia Memasuki Sektor Industri

    Sejak dahulu, Indonesia memanfaatkan lahan pertanian sebagai sumber pendapatan masyarakatnya. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, sektor pertanian mulai digantikan kehadirannya dengan industri.

    Dibaca : 235 kali

    Boom! Hadiah besar dari Yang Maha Kuasa diturunkan untuk Indonesia yakni lahan pertanian yang subur dan luas pula, hal ini lalu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakatnya. Sektor pertanian kala itu membantu ekonomi negeri untuk tumbuh. Dilansir dari jurnal media.neliti.com, pada tahun 1967 silam sektor pertanian memberikan kontribusinya untuk Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 67 persen, sayangnya di tahun 1995 justru menurun menjadi 17,2 persen saja.

    Seiring dengan berkembangnya teknologi, pembangunan di Indonesia memperlihatkan sebuah transisi dari pertanian ke industri. Apabila zaman dahulu kita bergantung pada sektor pertanian saja, dengan adanya sentuhan industri diharapkan dapat membawa nilai lebih yang positif. Andaikan kita memilih opsi berdiam diri, bisa-bisa secara ekonomi, teknologi, maupun pengetahuan, kita tidak akan berkembang. 

    Sektor industri memiliki fokusnya untuk mengelola bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi, yang bermanfaat untuk mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat. Industri di Indonesia beragam, namun di antaranya yang perlu kita ketahui yakni industri primer, sekunder, manufaktur, konstruksi, jasa, dan lainnya. 

    Sektor pertanian dan industri sebenarnya saling berhubungan. Industri membutuhkan bahan baku dari sektor pertanian untuk menghasilkan produk industri yang bernilai lebih, begitu pun sebaliknya. Selain itu, sektor industri membutuhkan lahan dalam menyokong infrastruktur industrialisasi. Kedua sektor ini memiliki peran dan nilai yang sama, serta saling menyempurnakan satu sama lain.

    Adanya sektor industri berkontribusi besar untuk PDB sampai saat ini. Kita ambil contoh pada industri manufaktur di periode tahun 1980-1997 mengalami pertumbuhan rata-ratanya 10,9 persen. Di tahun 2006, industri pengolahan berhasil menunjukkan prestasinya sebagai sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB.

    Kita sudah memasuki era modern, di mana masyarakat Indonesia berdatangan ke perkotaan untuk mengadu nasibnya demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Karena inilah, minat seseorang pada sektor pertanian pun perlahan semakin menurun. Kita perlu mengingat kembali bahwa di tahun 2035 mendatang penduduk usia produktif (15 tahun-64 tahun) akan membludak di Tanah Air, para generasi muda lebih menunjukkan minatnya untuk bekerja di sektor industri, informal kota, dan UMKM ketimbang sektor pertanian yang menurut mereka terlihat kuno. 

    Kita telah memiliki tenaga kerja yang jumlahnya banyak, industrinya pun sudah siap, ditambah dengan ketersediaan teknologi yang tinggal dijalankan saja, inilah waktu yang tepat untuk Indonesia bisa menempatkan sektor industri sebagai fokus utama. 

    Dengan adanya sektor industri maka akan banyak keuntungan datang ke Indonesia. Tidak ingin kan kita tertinggal jauh dan tidak mengalami perkembangan? Duh, jangan sampai. Bagaimana dengan pendapatmu, apakah industri Tanah Air mampu bersaing dengan negara-negara lainnya?





    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.