Wisata Perkotaan Dengan Konsep Creative and Smart City : Studi Kasus Kota Bandung - Travel - www.indonesiana.id
x

eolia mawars

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 April 2021

Sabtu, 10 April 2021 06:51 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Wisata Perkotaan Dengan Konsep Creative and Smart City : Studi Kasus Kota Bandung

    Bandung merupakan salah satu kota dengan destinasi wisata yang memanjakan mata para wisatawannya, dengan menojolkan ciri khas dari kota tersebut, Bandung akan menjadi wisata kota yang paling dinanti-nanti

    Dibaca : 545 kali

    Sebagai kota terbesar keempat di Indonesia dengan populasi yang mencapai dua juta pada tahun 2000, Bandung memiliki sejarah panjang dimana masyarakat berpatisipasi dalam ativitas kreatif. Bandung mulai mengembangkan industri teknologi tingkat tinggi. mempunyai hampir 50 universitas termasuk Institut Teknologi Bandung, yang merupakan salah satu universitas bergengsi untuk teknik, arsitektur, dan seni. Kota Bandung memiliki lebih dari 15 galeri seni dan beberapa studio untuk multimedia, animasi, dan rekaman musik. Oleh karena itu, Bandung memiliki potensi sebagai kota kreatif.

    Kota kreatif (Landry, 2000) berupaya menginspirasi orang-orang untuk berpikir, merencanakan, dan bertindak secara di kota, serta memberikan pendekatan dan metode untuk menghasilkan ide yang mengubah inovasi perkotaan menjadi kenyataan.

    Bandung memiliki tempat-tempat bersejarah dengan arsitektur yang unik yang dapat memanjakan mata wisatawan yang berkunjung, tidak hanya itu Bandung juga memiliki banyak museum, hotel kota, kafe, dan toko-toko menyajikan para pecinta dari dataran tinggi atau dari ibukota. Hotel bergaya Art Deco adalah akomodasi pilihan dan Jalan Braga, kawasan promenade yang dilapisi dengan toko-toko eksklusif Eropa. Dengan memaksimalkan potensi sejarah kota Bandung, pariwisata perkotaan Bandung akan menjadi sangat menarik, apalagi Bandung terkenal akan julukan “Paris Van Java”

    Bandung terkenal akan kota dimana industri berbasis teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat. Beberapa perusahaan TIK terkemuka Indonesia memulai atau masih mempertahankan perusahaannya di Bandung. Hal ini dikarenakan banyaknya sumber daya manusia yang berbakat di bidang TIK dari institusi akademik lainnya di kota. Hal ini memungkinkan Bandung untuk menjadi kota pintar.

    Kota pintar adalah wilayah geografis yang terdefinisi dengan baik, di mana teknologi tinggi seperti TIK, logistik, produksi energi, dan bekerja sama untuk menciptakan manfaat bagi warga negara dalam hal kesejahteraan, inklusi dan partisipasi, kualitas lingkungan, perkembangannya yang cerdas: diatur oleh kumpulan subjek yang ditentukan dengan baik, dapat menyatakan aturan dan kebijakan untuk pemerintah kota dan pembangunan.

    Komponen penting dalam kota pintar salah satunya adalah masyarakat kota tersebut, masyarakat harus dapat secara menguntungkan menggunakan teknologi baru dan menciptakan modal intelektual yang cerdas untuk mendukung pengembangan ekonomi dan sosial kota mereka yang cerdas. Kota dengan teknologi yang tinggi akan memudahkan dalam pencarian informasi, terhubungnya antara individu satu dengan individu yang lain. Hal tersebut memudahkan dalam kegiatan pariwisata, dimana wisatawan dapat dengan mudah mengakses informasi yang terdapat di kota, mudah untuk berpindah dari destinasi satu ke destinasi yang lain. Tidak hanya masyarakat, pemerintah juga berperan penting dalam kota pintar, penting untuk mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk berinvestasi dalam meningkatkan ekonomi pengetahuan dan dalam mengurangi pemisahan digital, untuk mendapatkan respons digital yang lebih tinggi oleh masyarakat dapat menghasilkan pemulihan ekonomi untuk investasi dalam proyek-proyek kota pintar.

    Konsep kota pintar memiliki arti masyarakat dan kota tersebut melek akan teknologi tingkat tinggi, dalam mengelola kotanya. Dengan teknologi tingkat tinggi, masyarakat akan dengan mudahnya tergerus oleh globalisasi karena kemudahan mengakses dunia luar, namun apabila disandingkan dengan kota kreatif dengan menonjolkan potensi seni dan budaya lokal, masyarakat akan tetap mengedepankan budaya lokal tersebut, sehingga diharapkan dalam konsep creative and smart city masyarakat kota tetap mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi tingkat tinggi, namun juga tidak menghilangkan ciri khas dari kota tersebut. Sehingga, wisatawan dan masyarakat masih dapat menikmati budaya lokal dengan nyaman karena akses yang mudah.

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.