Tiga Bekal Pencerah Nusantara untuk Berkarir: Menyelesaikan Masalah, Manajemen Diri, dan Bersosialisasi

Minggu, 11 April 2021 12:32 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di tengah dinamika perubahan dunia kerja saat ini, World Economic Forum menyebutkan ada 10 keahlian yang perlu dikuasai oleh pekerja masa depan. Dari sepuluh keahlian tersebut, berikut beberapa keahlian yang terasah selama pengabdian sebagai Pencerah Nusantara.

Dalam pengabdian, anggota Pencerah Nusantara mengasah berbagai kemampuan seperti menyelesaikan masalah, manajemen diri, serta kepemimpinan dan bersosialisasi. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012, program Pencerah Nusantara selalu banjir peminat. Ini karena program Pencerah Nusantara memberi manfaat berganda yaitu bagi penerima manfaat di wilayah penempatan dan juga anggota Pencerah Nusantara sebagai pelaksana program. Tidak bisa disangkal, pengalaman mengabdi sebagai Pencerah Nusantara sangat berharga bagi tenaga kesehatan muda karena akan meningkatkan berbagai kemampuan mereka.

Berdasarkan World Economic Forum, di tengah dinamika perubahan dunia kerja saat ini, terdapat sepuluh keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan. Dari sepuluh keahlian tersebut, berikut beberapa keahlian yang terasah selama pengabdian.

 

Kemampuan Menyelesaikan Masalah

Ketika berhadapan dengan tantangan, tim Pencerah Nusantara perlu bisa mengambil insiatif, berpikir analitis, dan memberikan solusi-solusi yang inovatif, kreatif, dan original. Mengambil contoh kasus acuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan selama pandemi, tim akan mencari informasi kenapa masyarakat acuh, lalu secara sistemik memeriksa informasi yang terkumpul dan memahami masalah ini dari berbagai sudut pandang.

Langkah selanjutnya adalah merancang solusi yang inovatif, kreatif, serta out of the box dengan tetap menyesuaikan kondisi wilayah penempatan. Contohnya, Pencerah Nusantara membuat poster promosi kesehatan menggunakan bahasa daerah agar pesan kunci mengenai Covid-19 lebih mudah dimengerti masyarakat. Inisiatif juga penting dimiliki seorang Pencerah Nusantara karena mereka adalah yang akan menginisiasi berbagai program intervensi.

Karir apapun yang ditempuh oleh Pencerah Nusantara nantinya, mereka akan terus berhadapan dengan berbagai masalah dan tantangan. Karena itu, kemampuan untuk menganalisis akar masalah, mengerti masalah dari berbagai sudut pandang, lalu memberikan solusi yang tepat akan selalu dihargai di dunia kerja.

 

Kemampuan Manajemen Diri

Salah satu bentuk manajemen diri yang baik adalah kemampuan belajar secara aktif dan mandiri. Anggota Pencerah Nusantara memiliki latar belakang pendidikan dan profesi yang berbeda-beda dan tidak semua memiliki pengetahuan mengenai cara menjalankan intervensi di tingkat akar rumput. Untuk bisa menjalankan program, mereka harus memiliki kemampuan dan kemauan mempelajari hal-hal baru.

Keahlian untuk terus belajar juga penting dimiliki saat bekerja. Tidak jarang seorang menjabat di posisi yang tidak ada hubungannya dengan latar belakang pendidikannya. Tetapi orang tersebut memiliki kemampuan dan kemauan untuk terus belajar, dia bisa menguasai pekerjaan di posisi tersebut. Di dunia kesehatan, pengetahuan medis pasti akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Karena itu, tenaga kesehatan yang memiliki semangat belajar terus-menerus akan sukses mengikuti perkembangan zaman. 

Selain terus berusaha meningkatkan kemampuan, tim juga harus memiliki kegigihan, toleransi stres, dan fleksibilitas. Ketiga kemampuan ini saling berhubungan dan terutama terlihat ketika seseorang berada di luar zona nyamannya. Perlu diingat, Pencerah Nusantara umumnya bertugas di wilayah pedalaman Indonesia dengan kondisi kesehatan bermasalah. Tim yang datang adalah orang asing di tempat asing sehingga mereka perlu beradaptasi di wilayah penempatannya dan membaur dengan masyarakat.

 

Kemampuan untuk memimpin dan bersosialisasi

Keberhasilan program Pencerah Nusantara tidak lepas dari dukungan yang diberikan berbagai pihak seperti puskesmas, pemerintah setempat, hingga masyarakat. Untuk dapat berkolaborasi dengan pihak-pihak ini, tim Pencerah Nusantara perlu memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik. Mereka juga harus peka dengan pembagian tugas dan kapasitas pihak lain dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan.

Salah satu tugas Pencerah Nusantara adalah melakukan promosi kesehatan. Untuk bisa melakukan tugas ini dengan baik, tim perlu belajar bagaimana cara bersosialisasi dan mendekatkan diri dengan berbagai kelompok masyarakat. Cara berkomunikasi dengan ibu-ibu, bapak-bapak, atau remaja tentu akan berbeda sehingga kemampuan komunikasi Pencerah Nusantara akan terus terasah.

Kepemimpinan adalah keahlian yang sangat terlatih selama penugasan. Seorang Pencerah Nusantara juga diharapkan bisa memimpin berbagai kegiatan intervensi kesehatan untuk mencapai tujuannya. Di dunia kerja masa depan, semakin tinggi jabatan seseorang, maka kemampuan memimpinnya akan semakin dibutuhkan.

Berbagai keahlian yang sudah disebutkan itu bukan hanya akan berguna sebagai seorang tenaga kesehatan yang bekerja di bidang medis, tetapi juga merupakan transferable skills yang bisa diaplikasikan di semua jenis pekerjaan. Dengan memiliki keahlian-keahlian tersebut, alumni program Pencerah Nusantara memiliki keahlian lebih dibandingkan rekan sejawat mereka. Tentunya keahlian tersebut akan membantu para Pencerah Nusantara untuk berkarir setelah masa penugasan.

 

Tentang Pencerah Nusantara

Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi kesehatan, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

 

Penulis

Ardiani Hanifa Audwina

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua