Pengusaha Perempuan Binaan Pertamina, Perempuan yang Kokoh dan Berdaya - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Senin, 26 April 2021 07:48 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Pengusaha Perempuan Binaan Pertamina, Perempuan yang Kokoh dan Berdaya

    Pengusaha perempuan binaan Pertamina telah mendapatkan tempat yang tepat untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya. Mereka dibentuk untuk meyakini kemampuan, di balik segenap hambatan kodrati yang dimilikinya. Pengusaha perempuan binaan Pertamina adalah sosok yang kokoh dan berdaya. Bukan jenis kanca wingking sebagaimana stereotip feodal terhadap mereka di masa lalu. Menjadi bagian dari unsur penting yang menopang tumbuh gemilangnya bangsa dan negara.

    Dibaca : 447 kali

    Perempuan memiliki peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Istilah “kanca wingking” atau teman di belakang, sudah tidak relevan lagi ditujukan bagi perempuan. Istilah feodal seperti itu adalah upaya subordinasi terhadap perempuan di masa lalu. Perempuan hakikatnya sejajar dengan laki-laki. Bahkan dalam beberapa aspek, mereka jauh melampaui. Sebab perempuan memiliki spesialisasi sesuai karakter alami yang dibawanya. Sebagaimana laki-laki yang juga memiliki kelebihan di bidang lainnya.

    Namun memang tidak bisa dimungkiri, bagaimanapun perempuan tetap terikat pada kodratnya. Misalnya dalam hal merawat dan membesarkan anak-anaknya. Naluri keibuan jelas berbeda dari yang dimiliki oleh seorang bapak dalam merawat keluarga. Ibu, bagaimanapun adalah sebuah peranan yang tak tergantikan. Maka ketika seorang perempuan memiliki bidang usaha, ia juga harus membagi kosentrasinya dengan mengurus keluarga. Oleh sebab itu, perempuan-perempuan pengusaha ini memerlukan perhatian khusus.

    Pertamina telah mengambil langkah yang tepat. Secara umum bantuan yang diberikan pada mitra memang tidak dibatasi gender. Namun dalam proses pendampingan, Pertamina juga memperhatikan kesulitan yang dihadapi pengusaha perempuan, apalagi di tengah kondisi pendemi. Oleh sebab itu dalam rangka pemulihan nasional yang terdampak pandemi Covid-19, Pertamina mendampingi 22 ribu perempuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan usaha dan mencapai kinerja terbaiknya.

    Berdasarkan data tahun 2020, mitra binaan UMKM yang telah dibina sejak tahun 1993 jumlahnya sebesar 65 ribu dan sebanyak 33,8 persen pemiliknya merupakan perempuan pengusaha. Angka ini tentu cukup menggembirakan di tengah kesulitan ekstra yang dihadapi para perempuan. Dan jumlah ini harus terus diitngkatkan di masa depan.

    "Perempuan pengusaha mitra binaan Pertamina ini telah menopang ekonomi keluarga dan turut menggerakkan roda perekonomian nasional yang akan berperan dalam pemulihan ekonomi," jelas Agus Suprijanto, Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Kamis 22 April 2021.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.126 di antaranya bergabung dalam Rumah BUMN Pertamina yang tersebar di 30 titik di seluruh wilayah Indonesia. Melalui beberapa program UMK naik kelas, perempuan pengusaha UMKM mitra binaan ini yang telah mendapatkan pelatihan, pendampingan dan sertifikasi usaha. Dampaknya pun cukup jelas terlihat. Pada tahun 2020, terdapat sekitar 672 binaan perempuan yang berhasil mengembangkan pasar, baik di dalam maupun luar negeri.

    “Pencapaian yang luar biasa ini tidak terlepas dari komitmen mereka dalam berkontribusi untuk lingkungannya. Berupa penyediaan lapangan kerja untuk para rumah tangga dan para wanita dari golongan lemah lainnya,” kata Agus.

    Dengan program ini, Pertamina dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial. Terutama dalam mendorong tumbuhnya para pengusaha perempuan, agar dapat bersaing dalam menggerakkan roda perekonomian. Dengan terus berkembangnya usaha para mitra itu, otomatis juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

    Pengusaha perempuan binaan Pertamina telah mendapatkan tempat yang tepat untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya. Mereka dibentuk untuk meyakini kemampuan, di balik segenap hambatan kodrati yang dimilikinya. Pengusaha perempuan binaan Pertamina adalah sosok yang kokoh dan berdaya. Bukan jenis kanca wingking sebagaimana stereotip feodal terhadap mereka di masa lalu. Menjadi bagian dari unsur penting yang menopang tumbuh gemilangnya bangsa dan negara.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.