Cinta yang Telah Larut - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

With Love everything is Done

Ramadhan Dhan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 April 2021

Selasa, 27 April 2021 13:39 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Cinta yang Telah Larut

    Andaikan engkau tau dan sadar seberapa beratnya aku memikul rindu dan memikul cinta yang terus terang membebani diriku lantaran aku terbenam di dalam gelombang asmara.

    Dibaca : 322 kali

     

    Kadang pada setiap nahkoda bertempur menatap masa depan yang tercurah kebahagian ataukah penderitaan, namun diriku kini telah terlarut dalam cinta yang tidak sempat aku simpan dan tak pernah aku genggam;karena cintaku telah pualam.

    Rasa resah yang menghadang di dalam jiwa membuat diriku merasa penuh suka lara yang terus kian nanar menjelma dari pikiran, sehingga batin terpikul beban yang membekam dan membeku dihadapan rasa cinta.

    Kisah cinta yang pernah ada kini tinggal-lah kenangan dan bahkan tinggal-lah menjadi derita karena nahkoda anggur merah yang membuat diriku terpesona di atas secangkir gelasnya asmarah. Tiada rasa penuh suka ria menghadang masalah, sebab sudah terbebani oleh air madu yang berubah menjadi anggur merah.

    Oh, cinta kau telah merubah cinta yang suci menjadi tinta yang hitam, padahal aku sudah memberimu arahan; bila kamu tanam bunga maka sirami dengan air yang jernih, jangan kau beri racun yang membuat bungamu menjadi layu, dan bila kamu tanam cinta maka siramilah dengan kebahagiaan jangan kau sirami dengan air mata.

    Semua sudah aku beri kasmarah yang membuat dirimu tersenyum, tapi kini kau malah membalasnya dengan luka. Disini adalah tempat untuk menemukan titik terakhir untuk singgah karena disana tempat untuk menuju kepulangan.

    Aku terdiam karena cinta yang membuat diriku rapuh dan membuat diriku lumpuh, sehingga aku terjatuh dibawah butiran debu. Yang pada akhirnya diriku memikul beban yang berat.

    Andaikan engkau tau dan sadar seberapa beratnya aku memikul rindu dan memikul cinta yang terus terang membebani diriku lantaran aku terbenam di dalam gelombang asmara, sehingga aku tak sadar bahwa diriku seperti Qyais, yang tersiksa dan menderita karena cinta.

    Dan, akhirnya aku gila karena menyanjungkan cinta dan dirimu, padahal engkau telah diam dan diam pergi dan menikah dengan orang lain. Kau telah belajar dari Hayati, sehingga membuat diriku bagaikan Zainudin, yang kian menyimpan rasa cinta, lalu membuatnya membeku di dalam hati ini.

    Kau sudah membuatku terbenam bersama senja, yang kian datang memberi sinar kebahagiaan lalu pergi meninggalkan kenangan.

    Oh cinta, kapan kau kembali menghibur luka dan derita yang lama menjelma dalam diri ini, sehingga membuatnya menjerit dan menyimpan luka yang begitu sakit. Bahkan tak mampu untuk diobati lagi. Sebab, cintamu yang membuatku terbebani oleh luka dan terlarut oleh harapan yang tak pasti.

    Tinta pena kini menjadi air mata, andaikan saja ada yang mau merukiahnya supaya kumuntahkan rasa cinta yang bersemayam menjadi anggurnya kasmara.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.