Cara Memulai Bisnis Percetakan Beserta Potensinya - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Nando Rifky

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2020

Kamis, 29 April 2021 14:33 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Cara Memulai Bisnis Percetakan Beserta Potensinya

    Sebelum memulai usaha percetakan, silahkan simak informasi mulai dari jenis, hingga cara memulai bisnis percetakan berikut ini.

    Dibaca : 295 kali

    Bisnis percetakan saat ini menjadi salah satu usaha yang sedang marak diterapkan oleh kalangan muda. Hal ini dikarenakan usaha percetakan berpotensi sangat menguntungkan.

    Selain itu, bisnis ini dibutuhkan oleh banyak orang setiap saat, yang artinya tidak akan pernah mati. Contohnya seperti cetak undangan, buku, brosur, kalender, spanduk, dan lainnya.

    Jika Anda ingin memulai usaha ini, alangkah baiknya ketahui informasi mengenai bisnis percetakan berikut ini.

    Mengenal Jenis Bisnis Percetakan

    Pada umumnya, binsnis percetakan ini terbagi menjadi beberapa kategori, diantaranya yaitu:

    1. Percetakan Kartu Undangan

    Sesuai namanya, usaha ini memberikan pelayanan percetakan kartu undangan, baik untuk pernikahan, ataupun acara penting lainnya.

    Untuk memulai bisnis undangan, alangkah baiknya Anda sesuaikan dengan modal dan strategi yang akan digunakan. Jika Anda memiliki modal terbatas, Anda bisa menjual kartu di pasar skala kecil.

    Sebaliknya, jika Anda memiliki modal yang cukup besar, jangan ragu untuk mempromosikan agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

    2. Percetakan Formulir

    Pada umumnya, percetakan formulir memiliki pasar yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya. Dimana, kita menawarkan layanan percetakan seperti kop surat, amplop, poster, mug, dan lain sebagainya.

    Berbeda dengan cetak kartu undangan, percetakan formulir ini perlu melakukan pendekatan dengan perusahaan-perusahaan. Tidak perlu langsung menargetkan perusahaan besar, Anda bisa memulainya dari perusahaan berskala kecil terlebih dahulu.

    Selain itu, Anda juga bisa memberikan harga khusus kepada konsumen untuk pemesanan pertama.

    3. Percetakan Buku

    Jika dibandingkan dengan kedua jenis percetakan diatas, bisnis ini bisa dibilang lebih tersegmentasi. Hal ini dikarenakan, biasanya konsumen dari jasa cetak buku yaitu penerbit buku saja. Akan tetapi, keuntungan yang didapatkan tidaklah sedikit, karena skala permintaan konsumen juga cukup besar.

    Sebagai contoh, buku yang laris dicetak yaitu yang berkaitan dengan kisi-kisi, atau soal-soal ujian untuk masuk ke perguruan tinggi dan tes CPNS. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan pendekatan dengan berbagai penerbit buku.

    Apakah Bisnis Percetakan Potensial?

    Ya, percetakan merupakan salah satu bisnis yang cukup potensial untuk dijalankan. Karena, percetakan seolah-olah menjadi suatu kebutuhan yang selalu dicari orang, khususnya bagi lembaga.

    Meskipun begitu, bisnis ini memiliki persaingan yang cukup tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya banyak sekali percetakan di berbagai titik kota hingga daerah-daerah pedesaan.

    Cara Memulai Bisnis Percetakan

    Agar bisa membuka bisnis percetakan, Anda harus menyiapkan modal untuk membeli berbagai perlengkapan alat percetakan seperti:

    Perlengkapan

    Harga

    Komputer Rp. 4 jutaan
    Mesin percetakan Rp. 11 jutaan
    Mesin pemotong Rp. 3 jutaan
    Laminating Rp. 1 jutaan
    Kertas dan ATK Rp. 1 jutaan
    Tinta mesin cetak Rp. 300 ribuan
    TOTAL

    Rp. 20 jutaan

    Keperluan diatas belum termasuk ruko lokasi, etalase, dan perlengkapan lainnya. Namun, dengan membeli perlengkapan diatas pun Anda sudah bisa memulai bisnis percetakan sendiri di rumah.

    Sebaiknya, Anda memilih printer all in one agar lebih praktis diguanakan. Karena printer all in one bisa digunakan untuk fotokopi, cetak, dan scan.

    Nah, itulah informasi yang bisa Anda jadikan bekal sebelum memulai bisnis percetakan. Terapkan strategi yang baik untuk bisa mengalahkan persaingan yang tinggi.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.