Menilik Kerja Seorang Produser ala Salman Aristo - Seleb - www.indonesiana.id
x

Firdausya Garnisa Pramesti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 Mei 2021

Senin, 3 Mei 2021 13:38 WIB

  • Seleb
  • Berita Utama
  • Menilik Kerja Seorang Produser ala Salman Aristo

    Di balik suksesnya film, ternyata terdapat peran penting dari kerja seorang produser film. Salman Aristo sebagai produser film ternama Indonesia membagikan ilmunya mengenai kunci utama kerja produser dalam sebuah tim penggarapan film.

    Dibaca : 368 kali

                Menjadi penggarap film merupakan salah satu pekerjaan seni yang tidak mudah. Mereka harus membuat cerita dan bercerita melalui seni peran, lalu mengemasnya menggunakan teknik film making, sehingga menjadi sebuah tontonan yang utuh dan dapat dinikmati. Di balik sebuah film yang sukses, ternyata terdapat orang–orang yang menjadi nahkoda ke mana film itu akan bercerita. Seperti Salman Aristo, pria berdarah Minang yang sukses menjadi produser, penulis skenario, dan sutradara dalam bidang perfilman Indonesia.

                Sukses dengan berbagai film yang digarapnya, seperti Dua Garis Biru, Brownies, Alexandria, Catatan Akhir Sekolah, dan banyak film lainnya mencerminkan bahwa dirinya benar – benar terjun ke dunia perfilman dengan ketrampilan yang luar biasa. Pada sebuah kesempatan, Salman berbagi ilmu dan cerita bagaimana ia menajdi writer producer kepada para mahasiswa di kuliah umum Fikom Unpad.

    Salman menuturkan bahwa ia tidak bekerja sendiri. Dalam penggarapan sebuah film, diperlukan orang–orang yang menjadi penggagas dari pembuatan film sampai akhirnya dikerjakan menjadi apa yang disebut dengan film.

                Sebagai produser, Salman menuturkan bahwa dirinya bekerja dengan tim dalam sebuah ruang produksi yang disebut development/writers room. Development room ini merupakan ruang produksi dimana sebuah skenario film digarap, dan berisi diantaranya yaitu head of development, penulis, story developer, sutradara, penulis skenario, dan admin. Sebelum nantinya lanjut ke tahap casting, shooting, dan editing, skenario harus digarap matang di dalam development room ini.

    Super Team, not Super Man

                Lantas apa yang dipikirkan seorang produser dalam development room? Beberapa hal diungkapkan Salman tentang apa yang dicari oleh produser dalam development room. Pertama yaitu produser harus dapat mempertimbangkan film antara seni dan bisnis, karena pada dasarnya film akan sangat berurusan dengan unsur bisnis dan pasar masal pada saat tayang di masyarakat. Apakah film ini laku di masyarakat? atau bahkan tidak?. Setelah itu produser juga harus memikirkan tentang bagaimana cerita yang akan memikat penonton. Di sini produser menentukan tema, premis, karakter, plot dan bagaimana cerita diceritakan dalam sebuah film. Dilanjutkan dengan produser menentukan talenta yang pas.

     “Super team bukan super man,” ungkap Salman. Hal yang harus ada dalam development room yaitu penduduknya, super timnya, anggotanya yang penting, bukan hanya super man, begitulah kata Salman.

                 Salman juga menyampaikan mengenai cara membangun suatu film, dalam 3 hal, yaitu visi, film making, dan kolaborasi. “You cannot do everything, but you can plan everything”.

                Salman menegaskan kembali bahwa super man terdapat pada diri masing-masing, dan dalam sebuah tim yang menjadi prioritas utama adalah kerja super team, bukan super man.

     

    Good development room or development hell?        

                Lalu apa jadinya apabila suatu development room mengalami chaos? Dalam situasi tersebut Salman menyebutnya dengan development hell. Development hell terjadi ketika produser tidak berhasil mengontrol development room. Salah satu hal penting untuk mengatasi development hell ini yaitu skill. Produser harus memiliki skill yang matang, dimana ia harus bisa mengatasi segala kemungkinan yang terjadi dalam ruang produksi.

                “Know yourself, you must!”.

                Siapapun terutama sebagai produser harus tahu siapa dirinya, apa kesukaannya, apa yang dibencinya, pemikirannya seperti apa, sebelum mereka bekerja dan memahami rekan kerjanya ungkap Salman.

                Apa yang dilakukan dalam development room?, yaitu bekerja dengan penuh komentar. Produser harus memberikan komentar, tapi tidak sembarangan. Dalam development room bukan opini yang dikeluarkan, namun justru pemikiran.

    It’s not what is your opinion about this, but what is your thought on this script”. Bukan apa pendapatmu, tapi apa pikiranmu, ungkap Salman. Maka sebuah komentar dan pemikiran produser sangat berpengaruh untuk membuat suasana development room agar tidam menjadi development hell.

     

    Peran emas produser

                Sebuah komentar untuk revisi menjadi salah satu tugas produser untuk tim dan menjadi kunci kesuksesan sebuah skenario. Bahkan dalam merevisi pun ada seninya yaitu seni revisi. Mengapa revisi ini menjadi penting karena produser harus dapat menyampaikan revisi yang didalamnya terdapat kritik dengan tujuan membangun, bukan meruntuhkan. Karena apa? produser bekerja dalam tim, bukan sendiri.

                Dalam seni revisi, produser adalah pemandu. Produser juga menjadi lucid thinker, dimana ia harus percaya diri namun tetap memiliki kerendahan hati. Produser juga harus dapat membaca, memahami, lalu berkomentar terhadap apapun. Tidak lupa dengan adanya notulensi yang juga menjadi seni mengenali pola masalah. Lalu bagaimana produser menyampaikan kritik pada saat merevisi juga menjadi poin yang patut diperhatikan.

    Jangan pernah nganggep enteng soal tittle, jangan taken for granted kalo tittle, tittle bukan gaya gayaan, ini soal tanggung jawab, kalau bagus diapresiasi, kalau jelek harus dipertanggungjawabkan”,

                Begitulah ucap Salman saat menerangkan bahwa jabatan yang berada di development room terutama menjadi seorang produser merupakan sebuah tanggung jawab demi karya yang layak. Tambahnya, satu hal yang harus ada di mindset seorang produser,

    Lo itu sebaik kolaborator lo, itu diukur dari musuh lo, kalo musuh lo cemen berarti lo cemen. You are as good your collaborators.”



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


    Oleh: bela novelia

    Jumat, 26 Maret 2021 15:02 WIB

    Akhirnya IU Comeback dengan Album ke-5 LILAC

    Dibaca : 1.269 kali


    Oleh: bela novelia

    Rabu, 24 Maret 2021 07:56 WIB

    Drama Korea Beyond Evil Raih Rating Tertinggi

    Dibaca : 1.458 kali