Belajar Bahasa Asing Bikin Awet Muda dan Menyehatkan - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

ilustr: 4life

Fidya Rizky

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 10 Februari 2021

Senin, 10 Mei 2021 14:00 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Belajar Bahasa Asing Bikin Awet Muda dan Menyehatkan

    Belajar bahasa asing tidak hanya memudahkan kita berkomunikasi dengan orang luat negeri, namun juga dapat bermanfaat untuk kesehatan. Manfaatnya bagi otak mirip dengan manfaat berolahraga. Memahami beragam nada bicara, kata-kata bahkan pola pikir yang berbeda dari berbagai bahasa, membuat cerdas sekaligus menjadi awet muda.

    Dibaca : 573 kali

    Belajar bahasa asing tidak hanya memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang dari Negara atau belahan dunia lain, namun belajar bahasa asing juga dapat bermanfaat untuk kesehatan. Manfaat belajar bahasa asing bagi otak bisa dibilang mirip dengan manfaat berolahraga, tubuh yang rajin berolahraga akan lebih sehat dan terhindar dari ragam penyakit. Begitu juga dengan otak. Memahami beragam nada bicara, kata-kata bahkan pola pikir yang berbeda dari berbagai bahasa bisa membuat cerdas sekaligus menjadi awet muda.

    Otak sendiri terbagi dalam 2 bagian utama, yaitu otak kanan dan otak kiri. Pusat fungsi bahasa otak terletak dibelahan kiri. Area ini dinamakan dengan area Broca dan Wernicke.

    Area Broca terletak Gyrus Frontalis Superior pada Lobus Frontalis Korteks Otak Besar. Pada area ini terdapat kemampuan untuk memproduksi bahasa dan kemampuan pemahaman berbicara. Dua bagian utama pada area Broca, yaitu: Anterior (Pars triangularis), yang berfungsi untuk memberikan berbagai macam rangsang dan pengolahan konduksi verbal. Sedangkan Posterior (Pars opercularis), berfungsi untuk menahan satu jenis rangsang dan mengkoordinasikan organ ucap dan area motoric dalam berbahasa.

    Sedangkan Area Wernicke terletak dibagian kiri di Lobus Temporal. Pada area ini terdapat kemampuan untuk memahami bahasa dan bicara. Area Wernicke dihubungkan dengan area Broca dengan Fasciculus Arcuata.

    Kedua area ini berperan besar dalam kemampuan berbahasa seseorang. Untuk itu kita harus berhati-hati, jika kita mengalami cedera otak pada bagian ini bisa mengakibatkan terhambatnya kemampuan untuk berbiacara dan memahami percakapan.

    Beberapa Manfaat Belajar Bahasa Asing untuk Otak

    1. Meningkatkan efektivitas kinerja otak

    Kemampuan kognitif akan lebih efektif ketika kita belajar bahasa asing, karena bahasa termasuk salah satu stimulasi otak yang baik. Mempelajarinya membuat kita mengingat dan mengerti berbagai konsep susunan kata juga tata bahasa. Orang yang berbicara lebih dari satu bahasa (bilingual) akan lebih mudah menemukan kesalahan pada suatu informasi yang tidak berkesinambungan. Tak hanya itu, orang bilingual dapat memanfaatkan ingatannya dengan lebih efisien. Dengan belajar bahasa dapat memperlambat kecepatan volume otak berkurang. Seorang bilingual dinilai memiliki volume otak yang lebih besar atau yang biasa disebut dengan cadangan kognitif. Cadangan ini berguna untuk menjaga kinerja otak mereka agar tetap tajam dan tidak pikun.

    1. Menunda terjadi demensia

    Dengan terciptanya cadangan kognitif dapat membuat otak kita lebih tahan dari kerusakan. Hal ini dapat dibuktikan dengan penundaan munculnya demensia sekitar 4-5 tahun pada orang yang berbicara lebih dari satu bahasa. Demensia sendiri biasa muncul pada usia 71 tahun, umumnya baru terjadi pada usia 75 tahun. Meskipun sudah terkena Alzheimer, seorang bilingual memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik daripada penderita Alzheimer monolingual (berbicara satu bahasa).

    1. Mendukung pola pikir rasional dan kreatif

    Setiap bahasa pasti memiliki karakter tersendiri. Sehingga mempelajari bahasa asing dapat membantu kita mengetahui lebih dalam tentang berbagai macam budaya, konsep berpikir dan juga sudut pandang dalam menilai sesuatu. Hal ini secara tidak langsung dapat membantu kita untuk lebih berpikir kreatif dan rasional dalam memecahkan masalah maupun mengambil suatu kesimpulan. Tak hanya itu, lancar dalam berbahasa asing juga disebut baik untuk kesehatan mental kita. Anak-anak yang belajar bahasa asing dinilai tidak mudah mengalami frustasi.

    Kapan Sih Waktu Terbaik untuk Belajar Asing ?

    Usia 0-3 tahun adalah waktu yang terbaik untuk belajar bahasa asing. Namun, waktu yang optimal untuk mempelajari bahasa asing cukup panjang yaitu usia remaja. Bila kita baru mempelajari bahasa asing ketika sudah dewasa, bahasa tersebut akan disimpan didalam otak yang berbeda. Sehingga, perlu diterjemahkan terlebih dahulu kedalam bahasa ibu sebelum bisa mengucapkannya dalam bahasa baru yang dipelajari.

    Meskipun begitu, kita tetap mendapatkan manfaat dari belajar bahasa asing sendiri karena sejujurnya tidak ada kata terlambat untuk belajar. Mempelajari lebih dari satu bahasa sangat bermanfaat bagi kesehatan otak, mulai dari usia anak-anak hingga lanjut usia. Untuk memperoleh manfaat belajar Bahasa asing, kita bisa memulainya dari sekarang. Misalnya dengan mendengarkan musik, menonton film dan juga bisa dengan berkomunikasi langsung dengan penutur asli bahasa asing.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.