Lilis Komariah Menembus Batas Bersama Pertamina - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Selasa, 11 Mei 2021 17:43 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Lilis Komariah Menembus Batas Bersama Pertamina

    Cita-cita mulia itu tentu harus mendapat dukungan dari segenap pihak. Terutama para konsumen untuk mencintai produk lokal. Agar usaha Lilis dan kawan-kawannya itu dapat terus berlanjut dan memiliki daya saing. Jika para konsumen setia, maka Lilis akan lebih bisa mengolah daya kreativitas dan memunculkan inovasi terhadap produk cirengnya. Sehingga besar kemungkinan, di masa depan usaha kuliner lokal seperti yang digeluti Lilis itu bisa menjadi tren global yang disukai masyarakat dunia.  

    Dibaca : 548 kali

     

    Banyak produk yang awalnya tidak begitu menarik, namun dengan kreativitas dapat berubah menjadi produk unggulan. Contohnya cireng, makanan ini biasanya tidak begitu disukai pembeli gorengan. Karena umumnya cireng rasanya hambar. Dengan mengoptimalkan potensinya, cireng akan memiliki daya pikat yang lebih kuat.

     

    Misalnya olah kreativitas yang dilakukan Lilis Komariah terhadap produk cirengnya. Lilis berhasil mendulang sukses lewat bisnis Cireng LS yang dimilikinya. Dan buah manis dirasakannya ketika ia memutuskan untuk bergabung menjadi mitra binaan Pertamina. Usaha miliknya itu mampu meningkatkan kapasitas produksi, sehingga meraup omzet hingga ratusan juta setiap bulannya.

     

    Lilis bergabung menjadi mitra UMKM Pertamina di tahun 2020, dengan bantuan Pertamina, bisnisnya semakin meningkat. Apalagi tren bisnis kuliner tradisional atau khas daerah sedang berkembang. Hal itulah yang kemudian dimanfaatkan secara baik olehnya. Dan hasilnya, bisnis cirengnya terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

     

    "Banyak yang menyukai cireng makanan khas Jawa Barat ini, sehingga saya modifikasi agar memiliki cita rasa yang lebih lezat lagi" kata Lilis Komariah, Sabtu 8 Mei 2021.

     

    Lilis tidak hanya ingin sukses sendiri. Salah satu tujuan kegiatan berbisnis cireng itu dilakukan dengan motivasi membuka lapangan kerja dan membangun ekonomi daerah yang lebih maju. Itu artinya, lilis juga telah memberdayakan masyarakat sekitar yang ikut bekerja atau memasarkan cireng olahannya.

     

    "Sederhana mungkin, akan tetapi bagi saya, menjadi motivasi kuat untuk menjalankan bisnis ini yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan daerah tempat saya tinggal," kata Lilis.

     

    Tercatat hingga kini ada 12 orang yang mayoritas adalah ibu rumah tangga turut diberdayakan untuk membantu perekonomian mereka. Lilis sengaja mengajak ibu-ibu rumah tangga agar mereka dapat membantu perekonomian keluarga.

     

    Sejak berdiri pada tahun 2012 dengan bendera CV Global Best LS, UMK Cireng LS terus menunjukkan tren positif. Apalagi sejak menjadi mitra binaan Pertamina, kapasitas produksinya terus meningkat. Yang semula bisa produksi sebanyak 5 ton sekarang bisa 7 ton setiap bulan. Hal ini juga berimbas pada omzet penjualan produknya yang ikut meningkat sekitar 50% hingga ratusan juta setiap bulannya.

     

    "Ini bukan Cireng biasa, akan tetapi saya fokus pada kualitas berupa rasa lembut di dalam dan renyah di luar, beraneka macam rasa dan tidak meledak ketika digoreng" tambah Lilis.

     

    Dengan keunggulan ini, Lilis percaya diri untuk memasarkan ke berbagai daerah di Indonesia melalui pameran dan bahkan juga secara online. Dengan cara itulah Lilis mampu menembus keterbatasan. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Melalui internet itulah ia tetap bisa menawarkan produknya pada pelanggan.

     

    Pertamina mengapresiasi bisnis berbasis sociopreneur seperti yang dilakukan Lilis. Usaha menyertakan tetangga sekitar dalam bisnisnya itu adalah upaya untuk menggandeng pengangguran dan mereka yang tidak memiliki pengahsilan seperti ibu rumah tangga. Sehingga orang-orang ini berdaya dan turut menggerakkan perekonomian di daerahnya.

     

    "Mari kita dukung agar usaha seperti Cireng LS ini bisa terus berkembang karena mengangkat kuliner khas daerah dan terus bisa menyediakan banyak lapangan pekerjaan" kata Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan.

     

    Menurut Eko, melalui Program Kemitraan, Pertamina ingin dapat senantiasa menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

     

    Cita-cita mulia itu tentu harus mendapat dukungan dari segenap pihak. Terutama para konsumen untuk mencintai produk lokal. Agar usaha Lilis dan kawan-kawannya itu dapat terus berlanjut dan memiliki daya saing. Jika para konsumen setia, maka Lilis akan lebih bisa mengolah daya kreativitas dan memunculkan inovasi terhadap produk cirengnya. Sehingga besar kemungkinan, di masa depan, usaha kuliner lokal seperti yang digeluti Lilis itu bisa menjadi tren global yang disukai masyarakat dunia.

     

    Semua itu bermula dari niat kuat pelaku usaha dengan mengolah daya kreativitasnya. Kemudian adanya pendukung usaha tersebut seperti yang dilakukan Pertamina. Kemudian, dilanjutkan dengan loyalitas konsumen yang mencintai produk dalam negeri dan bangga menjadi bagian darinya.

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.