Pelaksanaan Sholat Idhul Fitri yang Aman di Masa Pandemi, Panduan Pakar - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Warga Muslim di Irlandia menggelar salat Ied era pandemi di stadion Croke Park Gaelic, Dublin, pada 2020. Irish Times

Redaksi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 12 Mei 2021 11:05 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Pelaksanaan Sholat Idhul Fitri yang Aman di Masa Pandemi, Panduan Pakar

    Besok umat Islam yang tidak berada di zona merah pandemi Covid-19 akan bersholat Idul Fitri di lapangan terbuka. Tahun sebelumnya pemerintah mengimbau agar sholat Id di lakukan di kediaman masing-masing saja.  Masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Berikut panduan dari para pakar pandemi seputar pelaksanaan sholat Id yang amna. Salah satunya, anda yang sedang tidak sehat diimbau tidak ke lokasi sholat Id.

    Dibaca : 836 kali

    Besok umat Islam yang tidak berada di zona merah pandemi akan bersholat Idul Fitri di lapangan terbuka. Tahun sebelumnya pemerintah mengimbau agar sholat Id di lakukan di kediaman masing-masing. 

    Meski kali ini diizinkan, masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat demi mencegah penularan virus Covid-19. Terlebih saat ini berbagai varian serta mutasi virus corona bermunculan. Para pakar pandemi, seperti ditulis Tempo.co, juga berpendapat penerapan prokes secara ketat wajib dilakukan demi menurunkan angka penularan. Juga menghindari klaster baru.

    Guru Besar Paru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia atau FKUI, Prof. Tjandra Yoga mengatakan ada tidaknya varian corona Anda tetap harus menjaga jarak setidaknya satu meter dengan orang lain. Lalu semua orang harus mengenakan masker termasuk saat salat Ied.

    Ketua Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar menekankan pentingnya penyelenggara salat Ied memperhatikan areanya, apakah masuk zona merah atau tidak. Lalu juga perlu dimonitor apakah banyak pendatang dari luar area atau tidak. "Sehingga risikonya dapat dinilai," kata dia.

    Hal ini sesuai isi surat edaran Kementerian Agama tentang panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri yang menyatakan kegiatan-kegiatan ibadah dilakukan dengan kapasitas 50 persen ruangan untuk wilayah berzona hijau dan kuning. Sementara untuk wilayah yang masuk zona merah dan oranye, maka segala macam kegiatan ibadah dilarang karena dikhawatirkan akan menyebabkan klaster baru penularan di masyarakat. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga sudah mengatakan, pelaksanaan shalat Ied (berjamaah) hanya boleh dilakukan di zona hijau dan kuning dengan protokol kesehatan dan pembatasan 50 persen jemaah. 

    Eka menegaskan sebelum jemaah melaksanakan salat perlu pemeriksaan suhu tubuh. "Protokol kesehatan dilaksanakan ketat dengan mewajibkan pakai masker, screening suhu, mencuci tangan dan jangan berkerumun," kata dia. 

    Kemudian pada pelaksanaannya, semua orang wajib memperhatikan sejumlah hal yakni memiliki ventilasi bagus (apabila di dalam ruangan, durasi pendek (jangan terlalu lama shalatnya) serta jarak terjaga dengan pengaturan shaf yang baik

    Para pakar kesehatan mengutamakan untuk masker sebaiknya dipilih masker bedah yang pas di wajah. Masker bisa menghalangi partikel air liur yang keluar dari mulut dan hidung mengenai orang lain. 

    Masker bedah memiliki kemampuan filtrasi lebih baik dengan memblokir partikel lebih kecil. Selain itu juga menawarkan lebih banyak perlindungan pada pemakainya daripada masker kain satu lapis. Fungsi ini akan baik apabila Anda mengenakannya secara benar, termasuk menggantinya rutin. 

    Dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", Jakarta, Yohan Samudra mengingatkan jangan melepas masker hingga sampai rumah masing-masing. 

    Kemudian mengenai lokasi pelaksanaan shalat, para pakar termasuk Tim Mitigasi Covid-19 PB IDI, dr. Ulul Albab merekomendasikan tempat terbuka seperti lapangan sepak bola atau parkiran, sehingga sirkulasi udara cukup serta dapat menjaga jarak dengan baik. Kalaupun berlangsung di ruang tertutup, Yoga menyarankan penyelenggara memastikan ada aliran udara di dalam ruangan secara memadai. Yoga mwanti-wanti agar setelah sholat segera mencuci perlengkapan shalat begitu sampai di rumah.

    Ulul mengingatkan agar warga tidak memaksakan diri berangkat ke lokasi shalat saat kondisi tubuh tak fit, semisal ada gejala batuk, pilek atau demam

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.