Drama Larangan Mudik, Wisata, KPK, TKA di +62, Setelah ini Apa? - Analisa - www.indonesiana.id
x

Jokowi

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 18 Mei 2021 07:31 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Drama Larangan Mudik, Wisata, KPK, TKA di +62, Setelah ini Apa?

    Sedih. mengapa rakyat terus yang dijadikan korban demi kepentingan karena  memang RI sudah digadaikan? Di sisi lain, lihat bagaimana KPK terus dilemahkan dan dimandulkan dengan berbagai muslihat. Karena para maling uang rakyat dan kekayaan alam RI, selama ini pelakunya juga siapa?

    Dibaca : 611 kali

    Gelombang kedatangan WN China, ternyata bak air bah. Terus mengalir ke Republik Indonesia (RI). Meski jelas-jelas pemerintah RI membuat aturan larangan mudik yang juga ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa kesempatan di layar kaca. Ternyata, SEPERTINYA bisa dipastikan, Presiden sebenarnya merestui WN China masuk Indonesia.Beberapa tanda-tanda

    Faktanya, sejak sebelum larangan mudik berlaku 6 Mei 2021, masyarakat pun sudah dicegah masuk antar daerah oleh para petugas negara dengan penyekatan dan tindakan, masuk antar daerah wajib ada bukti surat test negatif Covid-19. Tapi, WN China terus melenggang masuk Indonesia bahkan dengan pesawat charter dan selalu ada alasan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub( mengapa WN China bisa masuk.

    Sikap Kemenhub ini betul-betul bisa dianalogikan dengan istilah memiliki hati, mata, dan telinga yang BUTA. Sebab, benar-benar tak pernah tersentuh hati dan menghargai rakyat Indonesia yang dirundung sedih karena dilarang mudik, banyak yang di PHK, dan terus menderita atas berbagai paraturan dan kebijakan yang dibuat oleh rezim sekarang di tanah negerinya sendiri.

    Tapi, bila dinalar secara logis, mustahil Kemenhub ini buta hati, buta mata, dan tuli. Jadi, nalarnya, Kemenhub ini hanya kepanjangan tangan dari pihak yang asli buta hati, buta mata, dan tuli. Siapa dia? Jawabnya, kemungkinan, yang paling masuk akal adalah siapa yang jadi pemimpin Kemenhub?

    Nada-nada, tanda-tanda, akal-akalan dan kucing-kucingan persoalan WN China ini, ternyata semakin terbaca. Bila Presiden sangat gemar tampil di layar TV mengingatkan dan meminta rakyat tak mudik, ternyata Jokowi belum sekalipun tampil melarang WN China masuk Indonesia tatkala ada larangan mudik.

    Skenario akal-akalan ini pun berlanjut. Setelah Kemenhub jadi garda terdepan yang seperti dikorbankan. Sebab, meski terus disorot, diprotes oleh masyarakat dan berbagai pihak, rupanya Kemenhub terus meloloskan WN China masuk RI.

    Lebih miris, walaupun Presiden akhirnya memutuskan melarang penggunaan pesawat charter masuk RI pada 10 Mei 2021, baru empat hari setelah larangan mudik bagi rakyat Indonesia diberlakukan tegas pada 6 Mei. Bahkan, para pemudik justru nekad melawan petugas karena pemerintah inkonsistensi, banyak pemudik yang bilang, mau mudik diperlakukan bak maling di negeri sendiri.

    Larangan pesawat charter membawa WNA masuk Indonesia sudah diketok Jokowi pada 10 Mei. Tetapi, lagi-lagi Kemenhub bikin cerita baru.

    Khususnya WN China tak lagi masuk RI pakai pesawat charter. Ini cerita terbarunya:

    Faktanya, setelah pesawat charter dilarang dan masuknya WN China terus diprotes rakyat, ternyata pada Sabtu (15/5/2021) sebanyak 170 Warga Negara China kembali masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Bahkan video kedatangan mereka viral di media sosial dan disebarkan oleh beberapa akun instagram. Dalam video tampak beberapa penumpang tengah menunggu bagasi, namun mereka mencolok perhatian karena menggunakan baju hazmat.

    Ada yang menyebut, mereka menggunakan pesawat Carter dari Guangzhou, dengan China Southern CZ 387. Dalam manifest, ada170 penumpang terdiri dari 158 WNA China dan 12 orang WNI.

    Pembelaan, rakyat tak dianggap

    Atas pemberitaan tersebut, kepada awak media, Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, membenarkan peristiwa itu. Tetapi Adita menyangkal bahwa ratusan orang itu tidak menggunakan pesawat carter seperti yang dinarasikan dalam instagram yang viral.

    Adita malah membongkar rahasia, bahwa mereka menggunakan penerbangan reguler yang membawa penumpang umum. Sebab,  penggunaan pesawat carter yang bawa TKA dari luar negeri sudah diberhentikan sejak 5 Mei 2021. Waduh. Bagaimana naskahnya itu? Sandiwaranya kacau, ya? Padahal, pesawat charter, bukannya baru dilarang oleh Jokowi pada 10 Mei.

    Bukan hanya Adita yang bersuara dan salah. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto juga menyebut tidak ada pesawat carter yang masuk ke Bandara Soetta sejak Menhub Budi Karya Sumadi menutupnya dan menyebut WNA itu masuk RI menggunakan pesawat reguler.

    Dari kejadian dan tanda-tanda tersebut, jelas dalam kasus khususnya menyoal WN China ini, gelisah dan protes rakyat Indonesia memang sudah tak dianggap. Jangankan dianggap, didengar pun tidak

    Jujur, kasihan pihak yang dijadikan garda terdepan meloloskan WN China itu. Hanya dikorbankan jadi alat kepentingan.

    Sandiwara tentang WN China pun, sepertinya mudah ditebak. Ada kontrak yang mustahil diingkari oleh pemerintah menyangkut TKA China, meski harus melawan kebijakannya sendiri melarang rakyat mudik. Apa sebenarnya yang sudah digadaikan oleh pemerintah RI kepada China?

    Tanda lainnya, ada instrumen pemerintah yang seolah juga mencoba mengambil hati rakyat dengan tak melarang wisata lokal saat Idul Fitri, demi keseimbangan karena mudik di larang dan WN China bisa masuk RI melenggang.

    Meski pada akhirnya, kebijakan wisata lokal akhurnya menonjok dirinya sendiri bagi yang bikin kebijakan. Ada rakyat yang meregang nyawa dengan cara tenggelem. Hampir semua lokasi wisata nusantara juga terjadi kerumunan, merepotkan sendiri pihak yang berwenang.

    Sedih. mengapa rakyat terus yang dijadikan korban demi kepentingan karena  memang RI sudah digadaikan?

    Di sisi lain, lihat bagaimana KPK terus dilemahkan dan dimandulkan dengan berbagai muslihat. Karena para maling uang rakyat dan kekayaan alam RI, selama ini pelakunya juga siapa?

    Ini adalah penjajahan yang lebih menjajah dibandingkan masa penjajahan kolonialisme. Rakyat hanya alat kepentingan dan terus dijadikan tumbal dan korban. Melawan, mereka sudah siap dengan berbagai akal untuk membungkam.

    Kapan ironi di negeri ini berkhir? Masa jabatan Presiden masih 3 tahun lagi, masih lama. Pandemi corona juga.

    Doanya, semoga mereka semua diketuk mata hatinya. Dibersihkan hati yang kotor dan menjadi bersih. Mungkinkah? Semoga. Aamiin.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.