Nazionisme dan Penindasan Kemanusiaan - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Demonstrasi pro Palestina di Indonesia Sumber: Merdeka.com

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 19 Mei 2021 14:52 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Nazionisme dan Penindasan Kemanusiaan

    Melihat perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina, bukankah kita tengah menyaksikan pengulangan sejarah yang dialami bangsa Yahudi pada masa kekuasaan Nazi? Dulu warga berdarah Yahudi diburu, diusir, dan dimasukkan kamp, kini warga Palestina diburu, diusir, dan dimasukkan kamp oleh Israel. Apa bedanya ideologi Zionis disandingkan dengan ideologi Nazi?

    Dibaca : 1.025 kali

     

    Belum lagi hilang dari ingatan kolektif kisah bangsa Yahudi tatkala mengalami perlakuan buruk di Jerman pada masa kekuasaan Adolf Hitler, kini bangsa Yahudi dengan negara Israelnya memperlakukan bangsa Palestina dengan tidak kalah buruk. Kepada dunia, bangsa Israel selalu mengisahkan secara dramatis nestapa yang mereka alami di masa kekuasaan Nazi, namun kini bangsa Yahudi memperlakukan hal serupa kepada bangsa Palestina.

    Pemerintah dan negara Israel, yang dibangun di atas fondasi paham Zionis, merasa berhak melakukan apa saja kepada bangsa Palestina: memaksa keluarga Palestina keluar dari rumah-rumah mereka sendiri, memborbardir bangunan-bangunan sekolah, menangkapi dan menyiksa anak-anak, dan membunuhi ratusan warga. Kekejian apa lagi yang hendak kamu dustakan?

    Menyaksikan perlakuan tentara Israel kepada warga Palestina di tanahnya sendiri, serbuan ke Masjid al-Aqsa maupun serangan membabi buta ke Gaza, terlihat bahwa pemerintah dan bangsa Israel seolah melupakan sejarahnya sendiri—sejarah yang tak terhapus dari ingatan karena diulang-ulang untuk meminta simpati dunia bahwa bangsa Yahudi adalah korban. Sungguh mustahil bila bangsa Yahudi lupa bahwa pelaku kebiadaban terhadap mereka adalah bangsa-bangsa Eropa—bangsa yang kini berada di belakang negara Israel, barangkali karena merasa berdosa atas masa lampau mereka.

    Namun kini Eropa bagai menutup mata dan telinga atas apa yang terjadi pada bangsa Palestina. Eropa tidak bersuara atas apa yang dilakukan bangsa Yahudi dan negara Israel terhadap bangsa Palestina. Eropa bungkam dan membiarkan perlakuan Israel yang menistakan kemanusiaan—nilai kemanusiaan yang selalu mereka gembar-gemborkan dan menjadi alat penekan terhadap negara-negara yang tak sepaham dengan Eropa.

    Bangsa Israel seakan lupa bahwa keturunan Yahudi pernah diperlakukan semena-mena oleh Adolf Hitler dan pengikutnya—dan mereka adalah orang Eropa. Namun kini, mengapa bangsa dan pemerintah Israel memerlakukan bangsa Palestina sedemikian buruk? Mengapa bangsa Yahudi dan negara Israel mengulang pengalaman kelam kakek-nenek mereka dengan menjadikan bangsa Palestina sebagai korban?

    Orang Eropalah yang mestinya bertanggung jawab atas nestapa kaum Yahudi pada masa lampau, namun bangsa Palestina yang kini terkena getahnya. Begitu pula, Amerika Serikat bungkam seribu basa. Joe Biden dan Partai Demokrat AS telah kehilangan legitimasi sebagai pembawa suara pembela hak-hak asasi manusia karena membiarkan Israel menindas nilai-nilai kemanusiaan. Bahkan, Biden terus memasok mesin pembunuh yang sangat presisi. Seperti diberitakan tempo.co, Selasa 18 Mei 2021, Presiden Joe Biden menyetujui rencana penjualan senjata berpemandu presisi senilai US$ 735 juta (Rp 10,4 triliun) ke Israel [https://dunia.tempo.co/read/1463434/gaza-dibombardir-joe-biden-mau-jual-bom-pintar-jdam-buatan-boeing-ke-israel]

    AS dan bangsa-bangsa Barat semestinya malu menyaksikan keganasan Israel terhadap bangsa Palestina. Menghadapi keganasan Israel, Partai Demokrat AS menjadi tidak dapat dibedakan dari Partai Republik. Dukungan kuat kepada Israel telah menjadi nilai inti kedua partai itu, dan hak-hak asasi manusia tinggal menjadi barang dagangan semata bagi mereka. Bila dulu Hitler dan Nazi akhirnya dijadikan musuh bersama Eropa dan AS, kini Israel menjadi sekutu yang tak boleh dilemahkan.

    Melihat perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina, bukankah kita tengah menyaksikan pengulangan sejarah yang dialami bangsa Yahudi pada masa kekuasaan Nazi? Dulu warga berdarah Yahudi diburu, diusir, dan dimasukkan kamp, kini warga Palestina diburu, diusir, dan dimasukkan kamp oleh Israel. Apa bedanya ideologi Zionis disandingkan dengan ideologi Nazi? Atau, apakah kedua paham ini telah menyatu karena memiliki nilai-nilai serupa: merasa berhak menindas kemanusiaan untuk mengagungkan diri sendiri? Apakah kedua paham telah lebur menjadi Nazionisme? >>



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.