Apa Saja Bentuk Kolaborasi Tim Pencerah Nusantara dengan Komunitas Setempat di Wilayah Penempatan? Ini Uraiannya - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Kolaborasi menjadi salah satu metode Tim Pencerah Nusantara untuk melaksanakan intervensi kesehatan di wilayah penempatan masing-masing

Pencerah Nusantara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Agustus 2020

Jumat, 21 Mei 2021 13:30 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Apa Saja Bentuk Kolaborasi Tim Pencerah Nusantara dengan Komunitas Setempat di Wilayah Penempatan? Ini Uraiannya

    Banyak tahapan yang perlu dilalui, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karenanya, kolaborasi lintas lapisan masyarakat penting untuk memastikan kondisi sehat tercapai bagi semua. Tim Pencerah Nusantara memahami betul konsep ini dan selaku berkolaborasi dengan aktor, tokoh, atau komunitas masyarakat setempat.

    Dibaca : 594 kali

    Kolaborasi menjadi salah satu metode Tim Pencerah Nusantara untuk melaksanakan intervensi kesehatan di wilayah penempatan masing-masing. (Sumber: Dok. Pencerah Nusantara Covid-19)

     

    Banyak tahapan yang perlu dilalui, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karenanya, kolaborasi lintas lapisan masyarakat penting untuk memastikan kondisi sehat tercapai bagi semua.

    Ini disadari betul oleh Tim Pencerah Nusantara (Tim PN) terpilih sebelum melaksanakan intervensi kesehatan di wilayah penempatan masing-masing. Dalam perumusan aksi lapangan, tim tidak jarang merumuskan beragam aktor, tokoh, ataupun komunitas masyarakat setempat untuk melaksanakan kolaborasi dan intervensi kesehatan. Lantas, kolaborasi seperti apa saja yang dilakukan tim dengan komunitas masyarakat setempat? Berikut catatannya.

    Atasi BAB bersama Puskesmas Kluet Timur

    Kluet Timur merupakan kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Sebagian masyarakat di wilayah ini memiliki kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS). Salah satu desa di wilayah ini, Lawe Cimanok, bahkan memiliki angka BABS yang cukup tinggi.

    Berdasarkan temuan tim ketika itu, hanya 258 rumah dari 338 rumah di Lawe Cimanok yang memiliki jamban, sementara 80 rumah lainnya tidak. Karenanya, Puskesmas Kluet Timur didampingi Tim Pencerah Nusantara VI (PN VI) melaksanakan program intervensi untuk mengedukasi warga pada 2018 lalu. Metode yang digunakan, yakni senam pagi dan penggambaran peta partisipatif untuk memahami kondisi aktual perilaku BABS di Lawe Cimanok.

    Pada hari kegiatan, pasca senam, warga diminta menaburkan tepung di atas tanah untuk menggambarkan peta wilayah desa. Kemudian, mereka diminta memberi keterangan rumah berdasarkan peta tersebut. Dari sana tim lantas bertanya, rumah mana saja yang belum menyediakan jamban?

    Arif Sujagad, SKM, seorang anggota PN VI, lantas menjelaskan perjalanan feses ketika dibuang sembarangan di sungai. Sisa feses, tuturnya, bisa terbawa oleh air dan mengontaminasi pakaian, air minum, atapun tubuh warga setempat. Di akhir kegiatan, tim menandatangani komitmen setop BABS bersama Geuchik (kepala desa), perangkat desa, dan warga untuk secara bertahap membangun jamban di wilayah tersebut.

    Edukasi Kespro bersama Sekolah dan Puskesmas

    Lembaga pendidikan adalah aktor penting dalam membangun paradigma sehat. Itu sebabnya, Tim Pencerah Nusantara VI (PN VI) bekerja sama dengan Puskesmas Onembute, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara melaksanakan kunjungan dan edukasi rutin ke sekolah-sekolah di wilayah Onembute sepanjang 2018 lalu.

    Kegiatan edukasi ini meliputi banyak hal. Untuk tingkat SD, materi edukasi membahas persediaan air dan jamban di sekolah, kantin sehat, sekolah bebas asap rokok, juga pemantauan fisik anak. Sementara, di tingkat SMP dan SMA materi edukasi kerap meliputi masa pubertas, infeksi menular seksual (IMS), gizi remaja, dan tablet tambah darah bagi remaja putri.

    Puskesmas juga menyediakan ahli gizi untuk memantau delapan indikator sekolah sehat serta melaksanakan sweeping gizi bagi anak yang terdeteksi alami gizi kurang. Aktivitas-aktivitas ini tentu tidak akan terbentuk tanpa komitmen bersama puskesmas, pihak sekolah, dan Tim PN VI untuk menciptakan sekolah yang peduli kesehatan.

    Laksanakan Laseria Bersama Kader Kesehatan

    Salah satu upaya untuk mencegah penyakit di usia lanjut ialah melalui aksi senam sehat atau, dalam konteks populer, kerap disebut senam lansia sehat ceria (laseria). Karenanya, Tim PN VI bersama kader kesehatan di wilayah Puskesmas Onembute, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara terlibat melaksanakan laseria rutin untuk warga setempat.

    Pelaksanaan laseria biasanya juga diikuti edukasi dan cek kesehatan gratis. Semisal, dalam soal asam urat tinggi, warga tidak dianjurkan mengonsumsi kacang-kacangan, sementara ketika gula darah tinggi, warga dianjurkan mengonsumsi obat dan mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.

    Laseria sendiri dilaksanakan sekreatif mungkin. Tim PN VI dan kader kesehatan setempat memilihkan judul lagu hingga gerakan senam yang bisa diikuti ibu-ibu tersebut. Pada periode penempatan tim, program ini rutin dilaksanakan sepanjang 2018 untuk menekan kenaikan angka penyakit tidak menular yang belakangan konsisten meningkat pada saat itu.

    Kehadiran Tim Pencerah Nusantara di wilayah penempatan tentu tidak otomatis mengubah keadaan. Ada proses panjang untuk memastikan masyarakat mengubah perilaku dan, pada akhirnya, meningkatkan indikator-indikator kesehatan lainnya. Karenanya, kolaborasi bersama masyarakat menjadi hal penting dan tidak terelakkan.

     

    Tentang Pencerah Nusantara

    Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi kesehatan, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

     

    Penulis

     

    Amru Sebayang



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.