Green Diesel, Upaya untuk Menghadirkan Masa Depan yang Lebih Baik - Analisa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

4 hari lalu

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Green Diesel, Upaya untuk Menghadirkan Masa Depan yang Lebih Baik

    Kondisi membaiknya perekonomian, dan terkendalinya penanganan Covid-19 membuat upaya untuk meningkatkan pasokan Green Diesel berjalan menggembirakan. Di tengah wacana untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, upaya untuk meningkatkan produksi Green Diesel adalah langkah yang tepat. Apalagi ketika keadaan telah kembali stabil seperti sebelum adanya Covid-19.

    Dibaca : 129 kali

    Bahan bakar yang ramah lingkungan menjadi tuntutan banyak pihak dalam mewujudkan kehidupan yang lebih sehat dan aman. Sebab perubahan iklim yang timbul sudah sangat meresahkan. Salah satu faktor penyebabnya adalah gas rumah kaca. Secara alami gas ini ada karena kotoran peternakan, serta potongan ranting dan tanaman. Namun industri yang masif membuat jumlah karbon yang mampu diurai oleh tumbuhan melampaui batas.

     

    Penggunaan bahan bakar fosil yang terus meningkat membuat efek ini juga bertambah. Akibatnya gas karbon itu melayang di udara dan menyebabkan terpantulnya kembali sinar matahari, yang kemudian menaikkan suhu planet bumi. Efek langsungnya, es di kutub mencair, permukaan laut bertambah, dan kesehatan manusia terganggu.

     

    Untuk mengurangi dampak itu, penggunaan bahan bakar fosil harus dicarikan alternatif lain. Misalnya upaya yang dilakukan Pertamina dengan meningkatkan pasokan diesel berbasis minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/ CPO) atau dikenal dengan istilah green diesel (D100) dari kilang di dalam negeri. Sehingga hal itu bisa menjamin keberlanjutan program biodiesel dan konsisten mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM).

     

    Saat ini, selain memiliki terminal pencampuran biodiesel, yakni untuk mencampur diesel berbasis minyak fosil dan bahan bakar nabati berupa Fatty Acid Methyl Esters (FAME), Pertamina juga akan memproduksi green diesel langsung dari kilang BBM perseroan.

     

    "Kami dengan Subholding Refinary (PT Kilang Pertamina Internasional) juga bekerja sama. Kami akan mendorong produk ini, kontinuitas produksi bisa dari kilang, bukan dari terminal saat ini," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga, Commercial & Trading Subholding Pertamina, Mars Ega Legowo Putra, dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia dengan tema "Biodiesel untuk Kemandirian Energi", Senin 07 Juni 2021.

     

    Pertamina telah mengoptimalkan tiga kilang minyak yang ada untuk juga memproduksi green diesel, antara lain Kilang Dumai, Riau, Kilang Plaju, Sumatera Selatan, dan Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Untuk Kilang Cilacap pada tahap awal memproduksi sekitar 3.000 barel per hari (bph) green diesel, namun untuk fase kedua nantinya bisa naik menjadi 6.000 bph. Lalu, Kilang Plaju memproduksi 20 ribu bph. Sementara Kilang Dumai kini telah memproduksi sekitar 1.000 bph green diesel (D100).

     

    Sementara untuk pengembangan terminal biodiesel, perseroan berinvestasi sekitar Rp 200 miliar untuk pengembangan inventori FAME. Saat ini perseroan memiliki 114 terminal pencampuran biodiesel, di mana di Indonesia Timur terdapat 30 titik pencampuran biodiesel. Penjualan harian biodiesel perseroan kini rata-rata mencapai 44 ribu kilo liter (kl) per hari, sudah mendekati kondisi penjualan normal sebelum pandemi Covid-19.

     

    "Tren bulan Juni sudah mendekati pra Covid-19, minus 2% atau sudah mencapai 98% dari pra Covid. Kalau ini bisa dijaga, saya yakin sampai dengan 2021, apa yang ditargetkan pemerintah, bisa tercapai," katanya.

     

    Kondisi membaiknya perekonomian, dan terkendalinya penanganan Covid-19 membuat upaya untuk meningkatkan pasokan Green Diesel berjalan menggembirakan. Di tengah wacana untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, upaya untuk meningkatkan produksi Green Diesel adalah langkah yang tepat. Apalagi ketika keadaan telah kembali stabil seperti sebelum adanya Covid-19.

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.