Gudeg Bu Marjuki Kuliner Malam di Kota Yogyakarta - Travel - www.indonesiana.id
x

Shafa Amalia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Desember 2019

2 hari lalu

  • Travel
  • Berita Utama
  • Gudeg Bu Marjuki Kuliner Malam di Kota Yogyakarta

    Tulisan ini bisa jadi referensi untuk kamu yang suka kuliner malam

    Dibaca : 109 kali

    Tidak lengkap rasanya apabila datang ke kota Yogyakarta tanpa mencicipi gudeg. Gudeg yang diketahui masyarakat Indonesia biasanya berupa masakan nangka muda yang dimasak dengan cita rasa manis dengan tesktur kering.. Di dalam satu porsi gudeg berisi lauk, sayur nangka, krecek, dan nasi putih. Akan tetapi, pada tulisan ini akan dibahas mengenai salah satu warung makan yang menyediakan gudeg basah. Berikut ini ulasan warung makan Gudeg Bu Marjuki yang menyediakan gudeg basah. 

           Gudeg Bu Marjuki beralamat di Jalan Raya Solo-Yogyakarta No.23, Karangploso, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Letaknya yang berada persis dipinggir jalan dan berada di seberang Pasar Sorogenen membuat pelanggan mudah untuk mencari warung makan ini. Warung makan Gudeg Bu Marjuki buka pukul 18.00 sampai dengan pukul 02.00. Warung ini didesain dengan sangat sederhana dengan bahan material kayu dan cat biru muda. Terlepas dari itu warung makan ini tertata rapi, bersih, dan bebas dari bau yang tidak sedap. Apabila dibandingkan dengan warung makan pinggir jalan lainnya, Gudeg Bu Marjuki ini adalah salah satu warung makan yang bersih. Oleh sebab itu, pengunjung akan merasa nyaman saat makan meskipun letaknya ada di pinggir jalan.
     

             Tidak hanya menyajikan gudeg, warung makan Gudeg Bu Marjuki juga menyediakan pilihan lauk-pauk lain seperti kikil, oseng tempe, sayur pare, dan lain-lain. Sedangkan untuk minuman, biasanya disajikan pilihan teh hangat atau jeruk hangat. Harga satu porsi gudeg berkisar antara Rp13.000,00 sampai dengan Rp40.000,00. Harga tergantung dari pilihan lauk-pauknya.

            Saat saya berkunjung ke warung makan ini, suasananya tidak sedang ramai. Saya datang bersama Ibu, Bapak, adik, dan kakak saya. Kami menggunakan kendaraan mobil untuk sampai kesana. Parkir yag disediakan terbatas sehingga agak sulit memarkirkan mobil di pinggir jalan. Meskipun warung makan ini hanya warung makan pinggir jalan, pelayanan yang kami terima memuaskan. Penjual menyambut kami dengan sangat sopan dan ramah. Menu makanan yang saya pilih adalah satu piring gudeg lengkap dengan sayur nangka dan krecek dan lauk yang saya pilih ayam kampung. Ditambah dengan satu buah keurupuk keriting. Harga untuk satu porsi ini adalah Rp25.000,00.

    Rasa gudeg yang yang manis dipadu dengan ayam kampung dan keurpuk sangat pas di lidah. Ayamnya dimasak dengan sempurna sehingga rasa gurih dari ayam terasa. Dagingnya pun empuk serta ukuran ayamnya cukup besar. Nasi yang disajikan juga memiliki tekstur yang pulen tetapi tidak lembek. Kreceknya tidak terlalu pedas tetapi jika ingin pedas maka perlu tambahan gigitan cabai rawit. Gudegnya sendiri tidak terlalu manis serta sangat gurih. Mungkin bagi sebagian orang harga Rp25.000,00 untuk satu porsi gudeg ini agak mahal mengingat letaknya yang hanya dipinggir jalan. Akan tetapi, dengan pelayanan yang ramah, tempat yang bersih, dan ayam nya pun ayam kampung menurut saya harga tersebut sudah termasuk murah. Dari skala satu sampai lima saya akan memberi nilai 4,5/5.   

                Saya sempat melakukan sedikit perbincangan dengan penjual Gudeg Bu Marjuki. Saya memanggil beliau dengan sebutan Pak Marjuki. Menurut Pak Marjuki, di masa pandemi ini penjualan gudeg cukup sulit. Pada hari biasa ayam yang dimasak bisa memcapai 5 ekor per hari. Namun, semenjak pandemi ayam yang dimasak hanya 2 ekor saja. Dari pengalaman saya juga, biasanya ada pramugari/pramugara yang mampir ke warung ini untuk membeli gudeg. Ini bukanlah hal yang mengherankan mengingat lokasi Gudeg Bu Marjuki ini tidak jauh dari Bandara Adisutjipto. Mereka juga membeli cukup banyak mengingat mereka datang secara rombongan. Di masa pandemi ini tidak terlihat adanya pramugari yang membeli karena banyak penerbangan yang ditiadakan.

             Secara keseluruhan saya merasakan pengalaman yang menyenangkan. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang membuat kenyamanan berkurang saat makan di warung Gudeg Bu Marjuki. Salah satunya saat kami sekeluarga ingin berbincang-bincang suara kami terdengar karena suara bising dari kendaran yang berlalu lalang. Hal lainnya adalah tidak ada wastafel untuk mencuci tangan sehingga agak sulit bagi penggemar kuliner yang senang makan menggunakan tangan. Warung makan Gudeg Bu Marjuki ini direkomendasikan bagi pecinta kuliner lokal. 

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.