Ayo Bangun Indonesia Dengan Aspal Buton - - www.indonesiana.id
x

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Minggu, 4 Juli 2021 10:38 WIB

  • Topik Utama
  • Ayo Bangun Indonesia Dengan Aspal Buton

    Dalam sambutan pidato pembukaan Munas VIII Kadin yang baru-baru ini diadakan di kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Pak Jokowi mengatakan bahwa dunia usaha sedang mengalami masa sulit karena Covid - 19. Jangan hanya bicara ekonomi – ekonomi, tetapi tidak melihat kesehatan. Dan sebaliknya, jangan hanya bicara kesehatan - kesehatan, tetapi tidak melihat ekonomi. Keduanya harus dapat berjalan beriringan. Ketua Kadin yang baru, Bapak Arsjad Rasjid, mengajak untuk membangun Indonesia dengan aspal Buton. Ini merupakan tantangan yang berani bagi Kadin dan pemerintahan Pak Jokowi agar percepatan vaksinasi dan percepatan Industri Aspal Buton dapat berjalan beriringan.

    Dibaca : 731 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pada tanggal 30 Juni - 2 Juli 2021 Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) diadakan di kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Bapak Arsjad Rasjid ditetapkan sebagai Ketua Umum Kadin periode 2021 – 2026. Tema yang diusung dalam Munas ini adalah “Percepatan Vaksinasi Untuk Mendorong Pemulihan Akselerasi Dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Maju”. Munas Kadin ini dibuka oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Dalam sambutannya Pak Jokowi mengatakan bahwa dunia usaha sedang mengalami masa sulit karena Covid - 19. Jangan hanya bicara ekonomi - ekonomi, tetapi tidak melihat kesehatan. Dan sebaliknya, jangan hanya bicara kesehatan - kesehatan, tetapi tidak melihat ekonomi. Keduanya harus dapat berjalan beriringan.   

    Kehadiran Pak Jokowi untuk membuka Munas Kadin di kota Kendari ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Pak Jokowi kepada Munas VIII Kadin ini. Meskipun pada saat pandemi Covid-19 sedang ganas-ganasnya memasuki fase gelombang kedua. Dan korban yang berjatuhan, baik yang terinfeksi maupun yang meninggal dunia sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Kunjungan Pak Jokowi ke Provinsi Sulawesi Tenggara ini patut diacungkan jempol. Karena meskipun keadaannya sudah sangat darurat dan genting karena Covid-19, Pak Jokowi dan rombongan masih tetap nekad dan berani melakukan kunjungan kerja ke Kota Kendari. Tentunya ada pesan yang sangat penting yang ingin disampaikan oleh Pak Jokowi dalam pidato pembukaan Munas Kadin tersebut.

    Harapan untuk mendengarkan pesan penting Pak Jokowi mengenai dukungannya terhadap aspal Buton ternyata berbuah kekecewaan. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Pak Jokowi untuk mengucapkan mengenai aspal Buton. Padahal Pak Jokowi sendiri sudah mengatakan dengan jelas bahwa antara ekonomi dan kesehatan, keduanya harus dapat berjalan beriringan. Mengapa antara percepatan vaksinasi dan percepatan industri aspal Buton tidak dapat berjalan beriringan ? Padahal momentum untuk mengucapkan kata-kata itu sudah sangat tepat. Karena diucapkan dalam sambutan pidato pembukaan Munas VIII Kadin di kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang dihadiri oleh para pengusaha yang datang dari seluruh Indonesia.

    Adapun kekecewaan ini dapat segera terobati dengan adanya spanduk besar yang terpasang di tengah kota Kendari dengan tulisan “Ayo Bangun Indonesia Dengan Aspal Buton” yang berdampingan dengan foto dari Bapak Arsjad Rasjid sebagai calon Ketua Umum Kadin Indonesia 2021 – 2026. Spanduk ini memberikan harapan dan angin segar kepada rakyat Indoneia bahwa Kadin di bawah kepemimpinan Bapak Arsjad Rasjid nanti akan berkomitmen, selain untuk mempercepat vaksinasi, juga untuk mempercepat industri aspal Buton.

    Sehubungan pada saat ini sedang viral menggunakan istilah “lip service” dimana arti “lip service” ialah keramahan di mulut saja. Hal itu merupakan bentuk sindiran terhadap seseorang yang kerap mengobral janji manis. Maka ajakan “Ayo Bangun Indonesia Dengan Aspal Buton” ini diharapkan bukan hanya sekedar sebagai “lip service” semata. Oleh karena itu Kadin di bawah kepemimpinan Ketua Umumnya yang baru, Bapak Arsjad Rasyid, harus mampu membuktikannya bahwa ajakan tersebut bukan merupakan “lip service”. Jangan sampai setelah semua para peserta Munas VIII Kadin sudah kembali ke daerahnya masing-masing, dan spanduk yang bertuliskan “Ayo Bangun Indonesia Dengan Aspal Buton” itu pun sudah diturunkan, maka seolah-olah semuanya itu sudah selesai dan berakhir. Padahal ini baru saja merupakan suatu awal dan permulaan. Disarankan kepada Bapak Arsjad Rasjid untuk mehimbau kepada semua Ketua Kadin di daerah-daerah untuk memasang spanduk yang sama, persis seperti spanduk yang terpasang di tengah kota Kendari tersebut. Tetapi foto yang terpasang adalah foto Presiden Joko Widodo. Spanduk ini adalah sebagai amanah dari hasil Munas VIII Kadin di kota Kendari yang perlu untuk disampaikan kepada masyarakat luas, dan sekaligus ajakan untuk membangun Indonesia dengan aspal Buton.

    Mungkin belum terlalu terlambat untuk mengukir kata-kata “Ayo Bangun Indonesia Dengan Aspal Buton” ini pada batu marmer yang indah untuk diberikan kepada Pak Jokowi sebagai tanda terima kasih karena sudah datang ke kota Kendari, Sulawesi Tenggara untuk membuka Munas VIII Kadin. Dengan demikian Pak Jokowi akan selalu ingat kembali bahwa antara kesehatan dan ekonomi memang harus selalu dapat berjalan beriringan. Dan tulisan “Ayo Bangun Indonesia Dengan Aspal Buton” diharapkan akan dapat dijadikan sebagai ajang pembuktian diri Pak Jokowi. Meskipun dalam suasana pandemi Covid – 19 ini, dimana dunia usaha sedang mengalami masa sulit. Tetapi upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan percepatan Industri Aspal Buton masih bisa tetap terus berjalan. Indonesia tidak boleh kalah dengan Covid - 19.

    Ajakan “Ayo Bangun Indonesia Dengan Aspal Buton” merupakan tantangan yang sangat berani bagi Kadin sendiri. Tentunya tantangan ini tidak akan terlalu sulit untuk menjawabnya, mengingat Kadin terdiri dari kumpulan pengusaha-pengusaha dari seluruh Indonesia yang sudah sangat berpengalaman dan mapan. Mereka memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, teknologi yang canggih, modal usaha yang kuat, dan akses pasar yang luas di dalam dan di luar negeri. Faktor-faktor utama ini apabila dapat disinergikan akan menjadi daya dan kekuatan yang sangat dahsyat untuk mampu membangun Indonesia dengan aspal Buton. Ditambah dengan koordinasi dan dukungan yang serius dari pemerintahan pak Jokowi, maka sejarah akan mencatat bahwa sejatinya perkataan Pak Jokowi ini adalah benar. Kesehatan dan ekonomi harus bisa berjalan beriringan. Dan upaya percepatan industri aspal Buton dimasa pandemi Covid – 19 ini akan merupakan salah satu contoh yang paling ideal untuk membuktikan bahwa sesungguhnya ajakan “Ayo Bangun Indonesia Dengan Aspal Buton” ini bukan merupakan hoaks atau hanya sekedar “lip service” semata.

    Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.