Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" Berlaga di Festival Film Locarno - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas erkompetisi di Locarno Film Festival 2021. (Dok. Palari Films).

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 9 Juli 2021 11:58 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" Berlaga di Festival Film Locarno

    Ini kabar bagus. Palari Films mengumumkan bahwa film berjudul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas akan tayang di Locarno Film Festival 2021. Film yang distrudarai Edwin ini merupakan adaptasi dari novel Eka Kurniawan dengan judul sama. Marthino Lio (sebagai Ajo Kawir), Ladya Cheryl (Iteung), dan Sal Priadi (Tokek) memainkan karakter-karakter yang menjadi jangkar cerita film. 

    Dibaca : 3.100 kali

    Ini kabar bagus. Palari Films mengumumkan bahwa film berjudul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas akan tayang di Locarno Film Festival 2021. Film yang distrudarai Edwin ini merupakan adaptasi dari novel Eka Kurniawan dengan judul sama. Marthino Lio (sebagai Ajo Kawir), Ladya Cheryl (Iteung), dan Sal Priadi (Tokek) memainkan karakter-karakter yang menjadi jangkar cerita film. 

    Seperti ditulis Tempo.co film ini akan berkompetisi di program paling bergengsi yaitu Concorso internazionale, sebuah kompetisi internasional untuk memperebutkan hadiah utama Golden Leopard. Tahun ini festival akan berlangsung mulai tanggal 4 sampai 14 Agustus 2021.

    Film ini bercerita tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong keadaannya yang mengenaskan, ia impoten.  Dalam berbagai petualangannya sebagai truk di jalur Pantura, ia berusaha menyembuhkan sisi lemah kelelakiannya. Ajo pun jatuh cinta pada Iteung. Mungkinkah Ajo menjalani kehidupan bahagia bersama Iteung dan bisa berdamai dengan dirinya?

    Eka Kurniawan

    Locarno Film Festival merupakan ajang film tahunan yang digelar setiap Agustus di Locarno, Swiss. Festival ini sudah berusia 74 tahun, dan merupakan salah satu gelaran pesta film tertua di dunia. Pada perhelatan tahun 2019 sutradara veteran Pedro Costa memenangkan Golden Leopard.

    Akan turut berkompetisi pada tahun ini, antara lain, film terbaru Ethan Hawke yaitu Zeros and Ones. film John David Washington (Tenet) dan Alicia Vikander (Tomb Raider) berjudul Beckett akan menjadi pembuka Locarno Film Festival 2021. Nama-nama besar seperti Quentin Tarantino, Kiyoshi Kurosawa, Spike Lee, Ken Loach dan Paul Greengrass pernah memanaskan festival film terbaik di musim panas ini.

    Film Dendam  diproduseri oleh Palari Films dengan Co-Produser Singapura, Phoenix Films dan E&W Film. Menurut Marthino Lio (Ajo Kawir) cerita film ini menyangkut maskulinitas di dunia yang sangat maskulin. Demikianlah tokoh-tokoh ini juga digambarkan demikian. Film ini mengambil setting waktu pada era 1990an dan lokasi syuting di Rembang, Jawa Tengah.

    Penulis novel ini, Ela Kuriawan, juga terlibat dalam produksi sebagai penulis skenario bersama Edwin. Eka mengaku ada sejumlah tantangan yang tak bisa diremehkan saat melakjukan adaptasi dari vovel ke film. Salah satunya adalah memvisualisasikan karakter.

    “Mungkin tantangan ini akan lebih menjadi problem sutradara. Ajo Kawir bisa berbentuk siapa saja, tapi problemnya adalah misalkan kita bicara si Jelita. Jelita hanya direpresentasikan oleh Ajo Kawir bahwa dia adalah perempuan jelek. Pertanyaannya, jelek itu seperti apa,” papar Eka, mengutip Jurnal Ruang seperti ditulis Gramedia.com. Bagi Eka, upaya memvisualisasikan karakter Jelita tak ubahnya menciptakan sebuah stereotip tentang arti jelek. “Itu akan jadi problematik.”

    Apakah Eka hanya terlibat dalam penulisan skenario saja? “Saya sudah membuat kesepakatan dengan sutradara maupun produsernya bahwa saya akan menulis,” kata dia kepada Gramedia.com

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.