Final Copa America 2021, Performa Argentina Lebih Diunggulkan Dibanding Brasil - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Final 2021

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 10 Juli 2021 21:05 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Final Copa America 2021, Performa Argentina Lebih Diunggulkan Dibanding Brasil

    Messi sekarang bermain untuk prestasi tim, bukan untuk pribadi. Sedang Neymar nampak ambisius dengan sering memaksakan berlama-lama menguasai bola. Mari kita saksikan duel Brasil versus Argentina tetap di rumah saja. Tetap patuh prokes Covid-19.

    Dibaca : 588 kali

    Gelaran turnamen sepak bola di Benua Biru dan America tibalah saatnya di partai puncak. Di Benua biru, final Piala Eropa, Euro 2020 akan saling berhadapan Italia versus Inggris pada Senin dini hari pukul 02.00 WIB (12/7/2021) di Stadion Wembley, Inggris.

    Di Benua America, final Copa America 2021 yang ideal dan dinantikan oleh seluruh publik sepak bola dunia mempertemukan Brasil melawan Argentina pada Minggu pagi pukul 07.00 WIB di Stadion Maracana, Brasil.

    Pertemuan keenam Messi-Neymar

    Partai ini menjadi final pertama Lionel Messi lawan Neymar di level tim nasional dan pertemuan Selecao versus Albiceleste ini sekaligus menyuguhkan pertarungan dua jagoan top di kedua dalam pertemuan yang keenam.

    Meski Neymar lebih muda 5 tahun dari Messi, dia adalah mantan partner superstar Barcelona itu ketika masih sama-sama berjibaku untuk El Barca. Namun, sebagai rival, mereka sebelumnya telah berjumpa 5 kali di berbagai ajang dan hanya satu yang berlabel partai final antar Klub.

    Momen pertemuan pertama,  terjadi ketika Santos FC bertemu Barcelona di partai puncak Piala Dunia Klub 2011 di Yokohama.

    Saat itu, Neymar masih remaja 19 tahun penuh potensi, sementara Messi menjadi ujung tombak serangan Barca. Barcelona pun menggilas Santos 4-0, Messi menjadi bintang dengan lesakan dua gol di final. Uniknya, tiga tahun kemudian, Neymar yang kelahiran 5 Februari 1992 tersebut menyusul Messi untuk gabung Barcelona.

    Pertemuan kedua, terjadi di level internasional bersama tim nasional masing-masing dan bukan di partai final. Mereka bahkan pertama kali bertarung dalam Superclasico pada partai persahabatan tahun 2010 dan gol solo run Messi menjadi satu-satunya lesakan yang tercipta kala itu.

    Berikutnya, dua tahun kemudian, dalam pertemuan ketiga, lagi-lagi Lionel Messi pamer kehebatan di depan Neymar dkk dalam duel ekshibisi di AS. Argentina menekuk Brasil 4-3 dengan diwarnai hattrick sang kapten Messi, sekaligus raja gol dan pemilik rekor caps terbanyak Argentina.

    Ketika 2014, Brasil baru bisa membalas kekalahan. Di pertemuan keempat itu, Neymar menjadi kapten menghadapi Argentina dalam laga persahabatan. Selecao menang 2-0, tapi Neymar tak bikin gol.

    Pada akhirnya, di pertemuan kelima, Neymar baru bikin 1 gol ke gawang Argentina pada bentrokan Superclasico di kualifikasi Piala Dunia, 11 November 2016, melumat Argentina 3-0.

    Final Copa Amerika 2021, adalah saatnya
    pertemuan keenam Lionel Messi dengan Neymar.

    Argentina diunggulkan

    Dalam perjumpaan Messi-Neymar yang keenam dan terjadi pertama kali di final, Copa America, laga tersebut jelas akan sangat monumental karena akan menjadi bukti untuk kehebatan mereka berdua, dalam membawa prestasi pribadi maupun harga diri bangsa dan negara, sebab , baik Messi maupun Neymar tak pernah merasakan nikmatnya merayakan trofi Copa America sepanjang kariernya.

    Malah, Messi sempat melewatkan kesempatan meraih trofi sampai tiga kali, karena hanya menjadi runner-up di Copa America 2007, 2015, dan 2016. Tetapi bagi Neymar malah baru kali ini mencicipi final karena saat Brasil juara di 2019, dia tak ikut turnamen akibat mengalami cedera.

    Berdasarkan performa dan catatan tersebut, plus ditambah catatan sepanjang Copa America sejak fase grup hingga semi final, maka Argentina diunggulkan dapat mengalahkan Brasil. Meski pelatih Argentina kali ini, Lionel Scaloni, suka membiarkan pemain tak kontributif di lapangan terus bermain, dan senang menyimpan pemain bertalenta dan bertenaga di bench pemain, yang sulit diterima akal sehat.

    Beberapa catatan, fakta-data, dan alasan logis mengapa Argentina diunggulkan, minus sikap pelatihnya, pertama, sepanjang laga di Copa America sejak fase grup, nampak Brasil bermain monoton, kurang kreativitas. Bahkan, arah bola bisa ditebak, lalu Neymar sering  individualistis karena tandemnya kurang mengimbangi. Meski mampu menang 4-0 di laga perdana versus Peru. Laga berikutnya hingga babak semi final, Brasil seret gol.

    Terlebih, di lini depan Neymar sulit berjuang sendiri. Ada Gabriel Jesus yang dapat memenuhi kriteria dan dapat membantu Neymar, tetapi tidak bisa memebela Brasil karena skors.

    Ada Roberto Firmino, Richarlison dan Gabriel Barbosa, tapi di Copa America kali ini tidak tampil bagus. Akibatnya, minimnya keberadaan penyerang tangguh di lini depan Brasil, akan sulit bagi Brasil melawan barisan pertahanan Argentina yang sangat mengandalkan fisik.

    Di sisi lain, pertahanan Brasil yang menggunakan formasi tiga bek sering tercecer. Di partai final, para fullback Brasil itu akan ditantang sayap-sayap luar biasa Argentina yang yang dirigennya dipimpin Messi dan memungkinkan menjadi mimpi buruk untuk Brasil pada Minggu pagi nanti.

    Di balik Brasil yang memiliki catatan kurang meyakinkan, Argentina juga ditunjang oleh performa apik Emiliano Martinez yang tampil luar biasa di bawah mistar gawang Argentina sepanjang gelaran Copa America 2021.

    Catatannya, kiper Aston Villa itu bahkan menjadi pahlawan Argentina di semifinal saat mengalahkan Kolombia dalam babak adu penalti. Pemain 28 tahun itu diprediksi akan menjadi kunci permainan Argentina saat melawan Brasil. Selain faktor utama keberadaan Messi. Superstar Barcelona ini telah mencatatkan empat gol dan lima assist untuk Argentina dan ditunjang pemain lain di lini depan Argentina lainnya yang memiliki kualitas luar biasa.

    Bila semua pemain depan Argentina diturunkan sesuai porsinya oleh Scaloni dan tampil maksimal dan sesuai harapan, Albiceleste jelas  akan merepotkan hingga mengalahkan Brasil di waktu normal 1-0 atau 2-1.

    Namun, Brasil tetaplah Brasil. Meski ada catatan performa yang meragukan, tampil sebagai tuan rumah dan menghadapi seteru abadi, tentu Neymar dan rekan akan mengeluarkan kemampuan maksimal untuk meraih trofi dari tangan Messi dkk.

    Bila cara bermain saat meladeni Peru dipertahankan. Setelah unggul langsung lebih konsen  bertahan, maka Messi dan kawan bisa dibikin frustasi. Sebab bagi Brasil, menang cukup 1 gol atau selisih 1 gol.

    Tetapi bila cara itu ditempuh, Messi dan rekan tetap sabar, maka Brasil pun bisa jebol. Sebaliknya, kalau Messi dan cs jemawa karena banyak yang mengunggulkan, maka Brasil bisa mengunci kemenangan di waktu normal.

    Yang pasti, Messi sekarang bermain untuk prestasi tim, bukan untuk prestasi pribadi. Tapi, Neymar masih nampak ambisius dengan sering memaksakan berlama-lama menguasai bola sendiri, meski di perempat final dan semi final, gol semata wayang kemenangan Brasil hasil kreasi Neymar.

    Mari kita saksikan duel Brasil versus Argentina tetap di rumah saja. Tetap patuh prokes Covid-19.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.