Perkenalkan Harta Karun Lama RI, si Emas Hitam - Analisa - www.indonesiana.id
x

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Senin, 12 Juli 2021 11:34 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Perkenalkan Harta Karun Lama RI, si Emas Hitam

    Baru-baru ini Menteri ESDM Bapak Arifin Tasrif dengan bangga memperkenal gas hidrat sebagai harta karun RI yang baru, yang dapat diproduksi 800 tahun lamanya. Tetapi sayangnya pada saat ini si es api gas hidrat tersebut masih belum tersentuh. Membandingkan harta karun baru gas hidrat dengan harta karun lama aspal Buton bagaikan langit dan bumi. Mengapa Bapak Menteri ESDM selama ini tidak pernah bangga memperkenalkan harta karun lama RI, si emas hitam aspal Buton yang jelas-jelas sudah sejak lama sekali berada di depan pelupuk mata kita?

    Dibaca : 489 kali

     

    Tidak ada satu pun sumber daya alam di Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi sebuah  misteri, selain aspal Buton. Pada saat ini sumber daya alam yang menjadi primadona Indonesia adalah emas, tembaga, minyak bumi & gas, batubara, nikel, dan timah. Sumber daya alam unggulan ini sudah sejak lama dieksploitasi dan diproduksi. Tetapi mengapa sumber daya alam aspal Buton kok sampai saat ini masih belum juga dikembangkan untuk menggantikan aspal minyak impor?

    Ada apa sebenarnya dengan aspal Buton? Sehingga para Investor pun enggan untuk melirik kepada potensi aspal Buton. Meskipun pemerintah sendiri sudah menjustifikasi bahwa potensi deposit aspal Buton ini adalah sangat besar. Namun para Investor masih tetap saja wait and see.

    Banyak orang yang berpendapat bahwa potensi aspal Buton itu tidak bisa berkembang, karena aspal Buton kalah bersaing dengan aspal minyak impor. Apakah benar demikian? Siapa yang harus disalahkan? Apakah aspal minyak impor? Atau aspal Buton? Ah, seandainya saja ada orang yang menyalahkan aspal Buton, maka itu berarti sama saja halnya dengan orang itu telah menunjuk kepada dirinya sendiri bahwa dia adalah yang bersalah.

    Mengutip berita di Media CNBC Indonesia tanggal 19 Juni 2021 dengan judul Perkenalkan, Ini Harta Karun Migas Baru RI, Si ‘Es Api, dimana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bapak Arifin Tasrif mengatakan, sumber daya harta karun migas baru gas hidrat ini bahkan bisa diproduksi hingga 800 tahun lamanya. Namun sayangnya, gas hidrat sampai saat ini masih belum tersentuh sama sekali. Analisis berdasarkan data - data seismik menunjukkan bahwa gas hidrat tersebar di daerah lepas pantai Simeuleu, Busur Depan Jawa, Lombok Utara, Selat Makasar, Laut Sulawesi, Aru, Misool, Kumawa, Wigeo, Wokam, dan Salawati. Daerah lain yang dianggap memiliki potensi gas hidrat adalah Laut Flores, Teluk Bone, Laut Sawu, Laut Timor, lepas pantai selatan Banggai, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, dan lepas pantai utara Papua.

    Setelah kita membaca artikel berita ini, apakah kita harus merasa senang dan berbangga hati? Atau kita malah justru semakin merasa sedih dan miris ? Mengapa Menteri ESDM selama ini tidak pernah memperkenalkan harta karun lama RI, si emas hitam, aspal Buton? Aspal Buton adalah sumber daya alam yang hanya ada satu-satunya di bumi Indonesia, yaitu di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Dan aspal Buton ini bisa diproduksi hingga 300 tahun lamanya. Aspal Buton berada tepat di depan pelupuk mata. Sedangkan gas hidrat masih sangat jauh sekali dari jangkauan nalar.

    Deposit aspal Buton berada sangat dangkal hanya sekitar 2 meter di bawah permukaan bumi. Sedangkan deposit gas hidrat berada jauh di kedalaman sekitar 1000 meter lebih di dasar laut. Membandingkan aspal Buton dengan gas hidrat, bagaikan membandingkan bumi dan langit. Tetapi mengapa Menteri ESDM tidak peka untuk mengembangkan potensi aspal Buton yang sudah jelas-jelas berada di hadapan mata kita. Dan mengapa malah justru berwacana mengenai potensi gas hidrat yang masih sangat jauh sekali berada di atas awang-awang? Boleh-boleh saja Bapak Menteri berwacana, tetapi kita harus melihat urgensinya. Apakah karena aspal Buton ini masih dianggap sebuah ilusi ?

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, total sumber daya aspal Buton tercatat sebesar 792,50 juta ton dengan total cadangan sebesar 182,65 juta ton. Mungkin kebenaran mengenai data-data jumlah cadangan aspal Buton ini masih perlu dipertanyakan lagi. Apakah benar total cadangan aspal Buton itu sebesar 182,65 juta ton ? Atau mungkin bisa kurang. Atau bahkan mungkin saja malah bisa jauh lebih besar.

    Agar para Investor berminat dan tertarik untuk mengembangkan potensi aspal Buton, maka data-data total cadangan yang telah diberikan oleh Perusahaan-perusahaan pemilik IUP yang saat ini tercatat beroperasi sebaiknya harus segera divalidasi oleh pihak ESDM. Disamping itu eksplorasi dan survei untuk mencari cadangan-cadangan aspal Buton yang baru juga harus segera digalakkan di semua wilayah-wilayah green area yang pada saat ini masih belum ada datanya.

    Aspal Buton merupakan sebuah ilusi? Hal ini menimbulkan was-was dan gundah gulana di kalbu rakyat Indonesia. Apakah karena sudah hampir 1 abad aspal Buton masih belum juga mampu menggantikan aspal minyak impor? Dan apakah karena minimnya minat Investor yang tertarik untuk berinvestasi di bidang industri aspal Buton? Atau apakah karena jumlah total deposit yang sangat besar itu masih diragukan kebenaran datanya? Adanya 3 pertanyaan-pertanyaan ini seolah-olah merupakan pembenaran bahwa dugaan aspal Buton itu memang merupakan sebuah ilusi. Adapun arti kata ilusi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sesuatu yang hanya dalam angan-angan, khayalan, pengamatan yang tidak sesuai dengan penginderaan, tidak dapat dipercaya, palsu.

    Sebelum menjawab ketiga pertanyaan di atas, ada baiknya kita tanyakan juga ketiga pertanyaan tersebut kepada para ahli terkait yang sedang menangani harta karun migas baru RI, si es api. Dapat dipastikan bahwa mereka juga akan menjawab bahwa potensi gas hidrat itu untuk dapat dieksploitasi dan diproduksi di Indonesia pada saat ini masih merupakan sebuah ilusi. Mungkin dalam 1 abad ke depan nanti gas hidrat ini baru akan mampu dieksploitasi dan diproduksi di Indonesia, baik secara tehnis maupun ekonomis. Oleh karena potensi gas hidrat ini masih sangat lama sekali untuk dapat dikembangkan, mengapa sumber daya manusia yang ada sekarang ini, yaitu para ahli pertambangan dan geologi, tidak kita manfaatkan untuk melakukan eksplorasi dan survei potensi aspal Buton? Sebenarnya hal ini merupakan pekerjaan rumah yang seharusnya sudah sejak dahulu sekali diselesaikan secara tuntas. Dan sesungguhnya sekarang ini memang sudah sangat-sangat terlambat. Tetapi tentunya akan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

    Dalam pandangan para Investor, mungkin saja aspal Buton itu sekarang ini hanya merupakan sebuah ilusi. Karena bagaimana mungkin mereka bisa berinvestasi apabila data-data yang ada masih sangat diragukan kebenarannya. Tetapi bagi rakyat Indonesia aspal Buton ini merupakan harta karun yang perlu kita eksploitasi dan produksi dengan segera mungkin untuk mampu menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Harta karun ini sudah hampir 1 abad lamanya terpendam. Berapa lama lagi rakyat Indonesia masih harus menunggu untuk dapat memanfaatkan nharta karun ini?.

    Kalau gas hidrat mendapat julukan si es api , maka aspal Buton mendapat julukan si emas hitam . Masing-masing memiliki keunikan. Tetapi yang paling unik adalah si Emas Nitam aspal Buton hanya terdapat satu-satunya di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Sedangkan  si Es Api gas hidrat terdapat hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari Aceh hingga Papua. Coba kita renungkan bersama, mengapa Allah SWT menciptakan si Emas Hitam aspal Buton itu hanya terdapat satu-satunya di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara? Allah SWT tidak mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Insya Allah, kita baru akan tahu jawabannya setelah aspal Buton sudah dieksploitasi dan diproduksi untuk menggantikan aspal minyak impor.

    Bapak Menteri ESDM Bapak Arifin Tasrif, mohon untuk sementara waktu melupakan dulu harta karun Migas baru RI, si es api . Mohon Bapak Menteri kerahkan semua sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia; yaitu para ahli pertambangan dan geologi, untuk segera melakukan eksplorasi dan survei guna memvalidasi semua data-data total jumlah sumber daya aspal Buton dan total cadangan aspal Buton. Data-data ini sangat penting untuk membuat road map rencana jangka panjang, dan strategi pembangunan dan pengembangan Industri Aspal Buton ke depan. Termasuk juga untuk meyakinkan dan menarik minat para Investor bahwa sejatinya Industri Aspal Buton ini adalah industri aspal alam masa depan satu-satunya di dunia.

    Dengan menggunakan data-data yang valid dan akurat ini Indonesia akan dapat berbangga hati dengan penuh percaya diri kepada Dunia bahwa aspal Buton bukan merupakan sebuah ilusi. Melainkan aspal Buton adalah nyata. Harta karun lama RI, si Emas Hitam’ yang tidak ternilai harganya untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

    Bapak Menteri, apabila urusan mengembangkan harta karun aspal Buton untuk menggantikan aspal minyak impor sudah terwujud. Silahkan untuk melanjutkan kembali upaya-upaya untuk mengembangkan wacana harta karun migas baru RI, si es api gas hidrat untuk menyejahterakan seluruh anak-cucu kita kelak. Terima kasih Bapak Menteri ESDM.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.