Sinergi di Masa Pandemi, Upaya Pertamina Ikut Menjaga Ketersediaan Oksigen - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Kamis, 22 Juli 2021 10:11 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Sinergi di Masa Pandemi, Upaya Pertamina Ikut Menjaga Ketersediaan Oksigen

    Menteri BUMN Erick Tohir mengapresiasi sinergi Pertamina dengan BUMN lain dalam ikut menjaga ketersediaan oksigen untuk pasien Covid-1. Pertamina dinilai mengambil langkah tepat di tengah kepungan pandemi ini. Apalagi ketika Indonesia memasuki fase genting, sehingga pasokan oksigen sempat mengalami kelangkaan. Peranan BUMN dalam ikut mengatasi persoalan tersebut merupakan wujud dari tanggung jawab sosial.  

    Dibaca : 492 kali

    Berbagai tantangan di tengah pandemi ini membuat segenap pihak mesti bersatu dan bekerja lebih keras. Sinergi menjadi kata kunci agar kesulitan yang dihadapi bisa dipikul secara bersama-sama. Inilah yang kemudian menjadi dasar bagi perusahaan negara untuk melakukan sinergi guna mewujudkan efisiensi di segenap lini.

    Pertamina Group misalnya, juga tengah melakukan sinergi serupa. Kembali perusahaan pelat merah itu melakukan penandatanganan Perjanjian Potensi Kerja Sama (PPKS). Hal ini dalam rangka sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) antara Pertamina Group bersama Perusahaan Galangan BUMN- Klaster Industri Manufacture. Kegiatan itu dilaksanakan di Kantor Pusat Pertamina, Gedung Utama Lantai Mezzanine Ruang Executive Lounge, pada Selasa, 14 Juli 2020. 

    Perjanjian kerja sama tersebut digelar untuk menjalin sinergitas perusahaan BUMN dalam upaya mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia, melalui optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Proses semacam ini adalah indikasi adanya hubungan yang sehat lintas sektoral.

    “Sinergi tersebut sangat dibutuhkan oleh Pertamina Group. Bukan hanya antar BUMN saja, tapi antar anak perusahaan juga menerapkan sinergitas. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi usaha atau perekonomian,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. 

    Upaya baik semacam ini terus mendapat dukungan dari kementerian BUMN. Sebab salah satu kategori soliditas kementerian ini bisa dilihat dari keberhasilan perusahaan negara dalam menjalin kerja sama. Oleh sebab itu Kementerian BUMN terus mengupayakan adanya kesalingpahaman yang kemudian menciptakan peluang-peluang baru.

    Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Tohir juga telah mengapresiasi sinergi Pertamina, dalam membantu menjaga ketersediaan oksigen untuk pasien Covid-19 bersama dengan beberapa BUMN lainnya. Apresiasi tersebut ia sampaikan saat meninjau kedatangan enam ISO Tank Pertamina di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu 10 Juli 2021.

     

    Erick mengapresiasi sinergi yang dilakukan Pertamina dalam menangani kebutuhan oksigen di sejumlah daerah tersebut. Ia berharap dukungan dan bantuan BUMN bagi masyarakat yang membutuhkan terus ada selama masa pandemi masih berlangsung. Sebab saat ini masyarakat benar-benar membutuhkan bantuan dari segenap penjuru.

     

    “Jangan pernah lelah ketika kita harus membantu rakyat. Kita buktikan (dukungan BUMN) dengan langkah konkret," ujar Erick.

     

    Pada kesempatan tersebut Erick pun menyampaikan bahwa upaya Kementerian BUMN untuk mendorong BUMN bersinergi memenuhi kebutuhan pasokan oksigen medis merupakan bentuk dukungan bagi kementerian lain dalam menangani Covid-19.

     

    “Kita (BUMN) memang tidak memproduksi oksigen untuk medikal, tetapi fasilitas yang kita punya bisa diganti sebagian untuk medikal. Ini yang saya tekankan kepada seluruh direksi BUMN bahwa kita harus menjadi service-oriented bukan birokrasi,” kata Erick.

     

    Pertamina telah mengambil langkah yang tepat di tengah kepungan pandemi seperti saat ini. Dengan merapatkan barisan dan kesediaan untuk saling bersinergi, hal itu akan mempercepat akselerasi. Apalagi ketika Indonesia memasuki fase genting, sehingga pasokan oksigen sempat mengalami kelangkaan, peranan BUMN dalam mengatasi persoalan tersebut merupakan wujud dari tanggung jawab sosial.

     

    Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk saling bergandeng tangan. Beban berat harus dibagi rata, agar secepatnya kita bisa melalui masa-masa sulit ini menuju masa depan yang lebih gemilang secepatnya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.