HUT BNI Ke-75: Melanjutkan Pendanaan Proyek Batu Bara atau Selamatkan Bumi? - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Bank BNI

firdaus cahyadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 29 Juli 2021 14:15 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • HUT BNI Ke-75: Melanjutkan Pendanaan Proyek Batu Bara atau Selamatkan Bumi?

    Perubahan iklim sudah di depan mata. Apakah BNI memilih untuk mendanai proyek-proyek yang ramah lingkungan hidup atau justru melanjutkan pendanaan di proyek-proyek proyek batu bara?

    Dibaca : 799 kali

    Tahun ini Bank Nasional Indonesia (BNI) genap berusia 75 tahun. Sebuah usia yang matang bagi sebuah industri perbankan. Di usianya yang ke-75, BNI ingin menjadikannya sebagai momentum untuk bangkit setelah menghadapi pandemi Covid-19.

    Tak heran bila kemudian, di salah satu media online, Ketua Panitia HUT ke-75 BNI Efrizal, di mengatakan bahwa tahun 2021 adalah momentum kebangkitan BNI. "Sudah waktunya untuk berbenah diri agar dapat kembali bangkit. Rasa syukur tidak hanya diimplementasikan dengan selebrasi, melainkan juga dapat dijadikan pijakan untuk melangkah lebih cepat lagi. Ini yang menjadi dasar peringatan HUT Ke-75 BNI," ujar Efrizal.

    Untuk mampu bangkit menyongsong masa depan, tentu diperlukan kemampuan dalam mengidentifikasi tantangan kedepan. Setelah menghadapi pandemi covid 19, tantangan kedepan yang harus dihadapi semua industri barang dan jasa, termasuk perbankan adalah perubahan iklim.

    Perubahan iklim akan menimbulkan banyak bencana ekologi. Akhir-akhir ini perubahan iklim telah membuat Jerman dan Tiongkok dilanda banjir bandang. Sebagian Amerika Serikat pun dilanda badai panas. Di Indonesia, sudah tidak terhitung lagi bencana banjir, tanah longsor, kemarau panjang akibat peruaban iklim. Singkat kata, cepat atau lambat segala capaian ekonomi akan luluh lantak akibat bencana ekologi perubahan iklim ini.

    Pertanyaannya adalah bagaimana BNI merespon tantangan perubahan iklim? Apakah BNI memilih untuk mendanai proyek-proyek yang ramah lingkungan hidup atau justru melanjutkan pendanaan di proyek-proyek yang berpotensi mempercepat terjadinya bencana ekologi perubahan iklim itu, seperti proyek batu bara?

    Laporan lembaga urgewald yang berbasis di Jerman menunjukkan sebanyak 6 (enam) bank nasional Indonesia tercatat masih memberi pinjaman ke perusahaan batu bara yang terdaftar pada Global Coal Exit List (GCEL) 2020, selama periode Oktober 2018 hingga Oktober 2020. Keenam bank nasional tersebut antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, dan Indonesia Eximbank.

    Data itu membuat publik bertanya-tanya, seriuskah BNI untuk bangkit di usia ke-75 itu? Seriuskah BNI dalam berperan mendukung industri-industri yang ramah lingkungan hidup? Apakah di usia ke-75, BNI akan tetap melanjutkan pendanaan ke proyek-proyek batu bara dan energi fosil lainnya yang merusak alam? 

    Sebagai warga negara pembayar pajak, tentu kita ingin BNI mengambil langkah berani dan cerdas dalam mengatasi tantangan kedepan. Langkah berani itu adalah menghentikan pendanaan untuk proyek-proyek yang merusak alam dan membahayakan keselamatan bumi. Proyek energi fosil, termasuk batu bara adalah bagian dari proyek-proyek yang harus dihentikan pendanaannya. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.