Merdeka Untuk Aspal Buton Atau Aspal Buton Untuk Merdeka ? - Analisis - www.indonesiana.id
x

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Senin, 2 Agustus 2021 07:02 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Merdeka Untuk Aspal Buton Atau Aspal Buton Untuk Merdeka ?

    Apabila harapan “Merdeka untuk aspal Buton” masih belum juga mampu diwujudkan untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia di era kemerdekaan ini. Maka kita harus membuat harapan baru: “Aspal Buton untuk Merdeka”. Karena kita wajib merdeka terlebih dahulu sebelum kita bisa sejahtera. Ayo kita gaungkan semboyan “Merdeka untuk Sejahtera” dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Republik Indonesia ke 76 ini. Ijinkanlah aspal Buton berjuang menjadi Pahlawan Kemerdekaan demi kemerdekaan Republik Indonesia yang mandiri secara ekonomi. Yaitu kemerdekaan untuk membebaskan negeri tercinta ini dari penjajahan aspal minyak impor, dan produk-produk impor lainnya.

    Dibaca : 1.071 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tidak terasa sebentar lagi pada tanggal 17 Agustus 2021, kita akan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76. Sebagai rakyat Indonesia, tentunya kita ingin bertanya: “Apa arti Kemerdekaan bagi rakyat Indonesia?”. Dan kalau kita masih juga merasa penasaran, mungkin pertanyaan ini bisa dirubah menjadi: “Apakah Indonesia sudah merdeka?”. Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya kita mengingat-ingat kembali apa tujuan Negara Republik Indonesia.

    Tujuan Negara Republik Indonesia di dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut:

    1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
    2. Memajukan kesejahteraan umum.
    3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
    4. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan Negara Republik Indonesia adalah perlindungan, kesejahteraan, pencerdasan dan perdamaian.

    Dari keempat tujuan Negara Republik Indonesia yang disebutkan di atas, butir ke 2 adalah yang paling tepat untuk dikaitkan dengan aspal Buton: ”Memajukan kesejahteraan umum”. Setelah Republik Indonesia sudah merdeka selama 76 tahun, apakah tujuan Negara seperti yang disebutkan pada butir ke 2 ini sudah tercapai ?

    Masyarakat dapat dikatakan sejahtera apabila minimal sudah terpenuhi kebutuhan primernya; yaitu sandang, pangan, dan papan. Tetapi ini sifatnya sangat subjektif. Kesejahteraan umum sebenarnya tidak hanya mencangkup tentang kesejahteraan ekonomi dan materi semata. Namun juga termasuk kesejahteraan lahir dan batin. Dan makna dari kesejahteraan lahir dan batin ini adalah masyarakat yang adil dan makmur.

    Merdeka untuk aspal Buton adalah sebuah harapan rakyat Indonesia setelah Indonesia merdeka di tahun 1945. Tetapi harapan tinggal harapan. Karena nyatanya, aspal Buton di masa kemerdekaan masih tetap sama saja dengan aspal Buton di masa penjajahan. Masih tetap sama-sama belum mampu menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Jadi apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk aspal Buton selama 76 tahun Indonesia merdeka?

    Pada saat ini aspal Buton bukan merupakan sumber daya alam unggulan. Oleh karena itu aspal Buton masih harus banyak bersabar menunggu gilirannya untuk dikelola. Kapankah itu? Ini pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab. Karena pada saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid 19 gelombang kedua yang sudah banyak memakan korban jiwa. Pada saat ini prioritas utama pemerintah adalah bagaimana cara mengendalikan pandemi Covid 19. Masalah pandemi Covid 19 ini harus segera diselesaikan terlebih dahulu. Baru kemudian akan dipikirkan bagaimana rencana pemerintah selanjutnya untuk mengembangkan industri aspal Buton.

    Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 ini, kita wajib mengenang kembali jasa-jasa para Pahlawan Kemerdekaan yang telah gugur. Mereka telah rela berkorban jiwa dan raga untuk memperoleh Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejatinya para Pahlawan Kemerdekaan ini mempunyai cita-cita luhur dan harapan besar bahwa setelah Indonesia merdeka, maka anak-anak dan cucu-cucu mereka kelak akan hidup sejahtera, adil dan makmur. Tetapi mirisnya, setelah 76 tahun Indonesia merdeka, harapan para Pahlawan Kemerdekaan ini kandas. Harapan tinggal harapan. Apakah pengorbanan jiwa dan raga mereka sia-sia?

    Apabila harapan “Merdeka untuk aspal Buton masih belum juga dapat terwujud di era kemerdekaan ini. Maka kita harus membuat harapan baru: Aspal Buton untuk merdeka. Kalau untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, semboyan para Pahlawan Kemerdekaan adalah : “Merdeka atau Mati”. Sekarang semboyan kita adalah: Merdeka untuk Sejahtera”. Karena aspal Buton merupakan salah satu sumber daya alam “Emas Hitam” yang memiliki potensi besar untuk mampu menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

    Meskipun pada saat ini prioritas pemerintah masih menangani masalah Covid 19. Tetapi upaya-upaya pemerintah untuk mengembangkan industri aspal Buton tidak boleh berhenti. Mengapa? Karena manusia hidup harus mempunyai harapan. Harapan apa lagi yang masih dimiliki oleh rakyat Indonesia di masa pandemi Covid 19 ini? Mengharapkan aspal Buton untuk bisa menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia tidak ada salahnya, bukan? Malah dengan adanya harapan ini kita akan semakin kuat, tangguh, dan penuh semangat untuk tetap terus bertahan hidup. Dengan demikian akan ada peningkatan daya imunitas tubuh untuk mampu melawan virus corona.

    Aspal Buton untuk merdeka merupakan sebuah harapan baru. Untuk bisa mencapai masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur, kita wajib merdeka terlebih dahulu. Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 dalam suasana pandemi Covid19 ini, kita tidak boleh berlarut-larut mengeluh dalam keputusasaan. Kita harus terus berjuang untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi. Dan aspal Buton merupakan sumber harapan baru yang perlu mendapat perhatian seksama dari pemerintah sebagai katalis untuk mempercepat pemulihan peningkatan ekonomi.

    Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa selama ini Indonesia belum merdeka secara ekonomi. Indonesia masih dijajah oleh produk-produk asing. Mengapa kita diam saja? Seolah-olah semuanya itu baik-baik saja. Tidak. Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Dimana rasa nasionalisme kita?  Perjuangan masih belum selesai. Bagaimana kalau perjuangan melawan penjajahan produk-produk asing ini kita mulai dari aspal Buton untuk menggantikan aspal minyak impor?. Setelah itu akan diikuti oleh banyak produk lokal lain yang akan bisa menggantikan produk-produk impor juga. Kita bisa merdeka kembali sebagai bangsa yang mandiri dan berdaulat secara ekonomi. Asalkan kita siap menjadi Pahlawan-pahlawan Kemerdekaan melawan penjajahan produk-produk impor. Dengan demikian pengorbanan jiwa dan raga dari para Pahlawan Kemerdekaan yang telah gugur tidak sia-sia. Inilah bentuk kita menghormati jasa-jasa para Pahlawan Kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita luhur mereka, dan juga sekaligus cita-cita kita semua. Rakyat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

    Aspal Buton untuk merdeka”. Ini merupakan sebuah Harapan Bangsa yang akan memberikan semangat perjuangan baru di masa pandemi Covid 19 ini. Ayo kita gaungkan semboyan “Merdeka untuk Sejahtera” dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 tahun ini. Ijinkanlah aspal Buton untuk berjuang menjadi Pahlawan Kemerdekaan demi Kemerdekaan Republik Indonesia yang mandiri secara ekonomi. Yaitu kemerdekaan untuk membebaskan negeri tercinta ini dari penjajahan aspal minyak impor, dan produk-produk impor lainnya.

    Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76.

    Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.